PENGEMBANGAN SDM

Pengembangan SDM TELKOM disesuaikan dengan strategi bisnis yang didasarkan pada Corporate Strategic Scenario (“CSS”), Master Plan for Human Capital (“MPHC”), Training Needs Analysis (“TNA”), transformasi organisasi serta pertumbuhan keuangan perusahaan.

  • PENDIDIKAN
    DAN
    PELATIHAN
  • PROMOSI
    DAN
    MUTASI
  • PENINGKATAN
    PELAYANAN
    SDM
  • DUKUNGAN TI
    UNTUK
    KOMUNIKASI INTERNAL
  • AKTIVITAS
    EKSTRAKURIKULER
    KARYAWAN
  • PENSIUN
    DINI
     
  • PENGELOLAAN
    HUBUNGAN
    KARYAWAN
  • TELKOM
    EMPLOYEE
    REWARD
    (TER)
  • PENGELOLAAN
    SAHAM PEGAWAI
    TELKOM (ESOP)
  • PENGELOLAAN
    KESEHATAN
    KARYAWAN

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pendidikan dan pelatihan karyawan di tahun 2009 difokuskan kepada:

  • Pengembangan kepemimpinan. Pembinaan karyawan yang berpotensi sebagai pemimpin dan berkinerja tinggi yang telah menunjukkan komitmen untuk memberikan yang terbaik dan berwawasan global;
  • Mendukung pencapaian corporate strategic goals. Dengan mengacu pada CSS dan business plan unit bisnis terkait;
  • Mengurangi kesenjangan kompetensi karyawan, melalui evaluasi kompetensi berbasis penilaian CBHRM.

Program pengembangan kepemimpinan disediakan dalam berbagai program:

  • Kepemimpinan Tingkat Dasar (Supervisory Leadership Fundamental , Supervi sory Leadership Functional);
  • Kepemimpinan Tingkat Menengah (Suspim 135 B, Public Leadership untuk Manajemen Madya); dan
  • Kepemimpinan Tingkat Senior (Suspim 135 A, Functional Leadership, Commander Training, Public Leadership untuk Manajemen Senior). 

Pada tahun 2009, program pengembangan kompetensi diberikan kepada 39.637 karyawan yang terdiri dari program pengembangan kepemimpinan untuk 1.121 karyawan, program pengembangan fungsional untuk 38.372 karyawan, dan program pengembangan bakat untuk 144 karyawan.

Program pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi karyawan di bidang teknologi, pemasaran & manajemen telekomunikasi, informasi bisnis dan pengembangan new wave sejalan dengan visi kami menjadi market leader dalam bidang InfoComm. Berbagai kerja sama dengan lembaga terkemuka yang terkait dengan industri kami telah dilakukan untuk mendukung program pelatihan baik yang dilaksanakan di dalam maupun di luar negeri.

Pada tahun 2009, kami mengalokasikan dana Rp116,9 miliar untuk pelatihan dan pendidikan, atau rata-rata sebesar Rp2,95 juta per karyawan, berdasarkan jumlah karyawan yang menjalani pelatihan di tahun 2009, yang mencapai total 39.637 peserta dari total tenaga kerja perusahaan 23.154 karyawan.

Upaya lain untuk mengembangkan sumber daya manusia dilakukan melalui Knowledge Management, yaitu suatu fasilitas bagi setiap karyawan untuk bertukar ide, konsep dan informasi melalui artikel yang dapat diakses oleh semua karyawan.

The Dunamis Organization Service mengakui bahwa kami telah berhasil menerapkan fasilitas tersebut dalam mengelola perusahaan. Pada tanggal 15 Juli 2008, kami berhasil meraih peringkat ketiga Most Admired Knowledge Enterprise (“MAKE”) Award Indonesia, dan kami merupakan salah satu nominator dalam MAKE Award tingkat Asia pada tanggal 15 Oktober 2009 di Korea Selatan.

TELKOM terus berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM-nya di masa mendatang melalui program perekrutan karyawan yang terarah dan strategis sesuai target yang dikembangkan oleh Assessment Service Center dan Talent Pool.

 

 

PROMOSI DAN MUTASI

Selama tahun 2009, telah dilakukan promosi terhadap 1.804 karyawan dan mutasi sebanyak 1.132 karyawan. Pelaksanaan promosi dilakukan dengan mengunakan metode Assessment Tool dan Job Tender.

PENINGKATAN PELAYANAN SDM

Media employee relations dan Human Resources Care Center (“HRCC”) senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan untuk memastikan bahwa hal-hal dan masalah terkait dengan karyawan dapat ditangani dan dikomunikasikan secara efektif. Media tersebut diluncurkan pada bulan Oktober 2007.

Di samping itu, kami juga mengembangkan website Human Capital & General Affairs yang dirancang untuk memfasilitasi komunikasi antara pembuat kebijakan, pengelola SDM dan karyawan. Website ini memberi akses kepada karyawan untuk mencari kebijakan-kebijakan serta informasi lainnya yang terkait dengan SDM serta melakukan tanya jawab seputar permasalahan yang terkait dengan kebijakan SDM dan pelaksanaannya.

Pada tahun 2009, TELKOM mengembangan layanan-layanan SDM berbasis TI yang meliputi, Sasaran Kerja Individu (“SKI”) online, absensi online, Surat Perintah Perjalanan Dinas (“SPPD”) online, cuti online, career online, dan Training Need Analisys (“TNA”) online.

DUKUNGAN TI UNTUK KOMUNIKASI INTERNAL

Dalam mendukung media komunikasi internal, TELKOM menyediakan berbagai aplikasi TI, seperti proses otomatisasi bisnis perusahaan baik berupa nota dinas elektronik, virtual meeting, shared files, online surveys, dan intranet.

AKTIVITAS EKSTRAKURIKULER KARYAWAN

Untuk meningkatkan produktivitas karyawan, TELKOM mendukung aktivitas ekstrakurikuler karyawannya baik dalam bidang budaya, olahraga dan keagamaan. Selain itu, aktivitas tersebut juga mengikutsertakan karyawan dan keluarganya, termasuk aktivitas seperti kompetisi pembacaan Al-Quran, paduan suara gereja dan Utsawa Dharma Gita dan kegitan olah raga.

PENSIUN DINI

Pada bulan Desember 2009, kami menawarkan program pensiun dini (“Pendi”) kepada seluruh karyawan. Kami menawarkan program ini dengan tujuan untuk membuat lingkungan bisnis yang lebih efektif dan kompetitif. Program ini ditawarkan secara sukarela bagi karyawan yang memenuhi persyaratan (contoh: pendidikan, usia, jabatan, dan kinerja). Dana sebesar Rp1.028 miliar telah dibayarkan kepada 1.336 karyawan yang mengikuti program ini pada tanggal 31 Januari 2010.

PENGELOLAAN HUBUNGAN KARYAWAN

Pada bulan Mei 2000, karyawan TELKOM membentuk serikat bernama “Serikat Karyawan TELKOM” atau “Sekar”. Pada bulan Mei 2006, beberapa karyawan TELKOM membentuk serikat lain bernama “Serikat Pekerja” atau “SP” sebagai alternatif di luar Sekar. Pembentukan Sekar dan SP adalah sesuai dengan Keputusan Presiden No. 83 tahun 1998 mengenai ratifikasi Konvensi ILO No. 87 tahun 1948 mengenai kebebasan berserikat dan perlindungan atas hak membentuk organisasi. Keanggotaan pada serikat tidak wajib sifatnya. TELKOM meyakini bahwa hubungannya dengan Sekar dan SP cukup baik. Namun, tidak ada jaminan bahwa kegiatan serikat pekerja tidak akan berubah atau memberi dampak material dan merugikan pada bisnis, kondisi keuangan dan prospek TELKOM.

Pengelolaan hubungan kerja karyawan diatur melalui Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”) III tanggal 17 Juli 2007 yang memuat hak dan kewajiban Perusahaan, karyawan dan Sekar.

Manajemen dan Sekar belum dapat menyepakati rumusan “uniformula” yang diusulkan dalam draft PKB IV. Yang menjadi akar permasalahannya adalah “perbedaan pemahaman implementasi Pasal 35 ayat 4 dari PKB III.” Pada intinya, pemberian Bantuan Peningkatan Kesejahteraan (“BPK”) dengan tarif 2 kali THT berakhir pada 1 Januari 2009 dan mulai 1 Februari 2009 akan diberikan Manfaat Pensiun (“MP”) dengan azas uniformula yang besarannya ditetapkan atas kesepakatan antara Manajemen dan Sekar. Akibatnya, sampai saat ini belum adanya rumusan yang pasti terhadap pembayaran Manfaat Pensiun dengan azas Uniformula (Pasal 35 ayat 4 PKB III). Manajemen memberikan Bantuan Manfaat Pensiun Sekaligus (“BMPS”) sebagai solusi dari Manfaat Pensiun bagi karyawan yang pensiun mulai 1 Februari 2009. Sejak Desember 2009, program pembayaran BMPS telah direalisasikan terhadap lebih dari 111 orang pensiunan TELKOM yang pengajuannya telah diproses.

Remunerasi Yang Kompetitif
Karyawan TELKOM menerima gaji pokok dan gaji terkait dengan tunjangan, bonus dan berbagai tunjangan, termasuk program pensiun dan program pelayanan kesehatan pasca kerja, tunjangan kesehatan untuk mereka sendiri dan beberapa anggota keluarga intinya, bantuan perumahan dan tunjangan tertentu lainnya, termasuk yang terkait dengan kinerja unit.

Bonus dianggarkan terlebih dahulu dan diberikan pada tahun berikutnya ketika bonus tersebut diakui (accrued). Selama lima tahun terakhir, jumlah bonus tahunan berkisar antara Rp186,4 miliar sampai Rp391,3 miliar. Bonus tahun 2009 akan diberikan kepada seluruh karyawan setelah selesainya audit laporan keuangan tahun 2009. Besarnya bonus akan ditentukan dan disetujui pada RUPS 2010 sebelum dibagikan kepada seluruh karyawan sesuai tingkat posisi masing-masing. Untuk menjaga agar remunerasi tetap kompetitif, TELKOM secara periodik melakukan salary survey baik untuk tingkat top manajemen ataupun karyawan. TELKOM merupakan anggota tetap kelompok perusahaan yang mengikuti pergerakan gaji sesuai dengan harga pasar.

Usia pensiun untuk seluruh karyawan TELKOM adalah 56 tahun. TELKOM mensponsori dua program pensiun; (i) manfaat pasti diperuntukkan untuk karyawan tetap yang direkrut sebelum tanggal 1 Juli 2002 dan (ii) program pensiun iuran pasti untuk semua pegawai tetap lainnya.

Program Pensiun Manfaat Pasti
Besarnya pensiun untuk program pensiun manfaat pasti didasarkan atas masa kerja, tingkat gaji pada saat pensiun dan dapat dialihkan kepada tanggungan jika karyawan tersebut meninggal. Sumber utama dana pensiun adalah iuran dari karyawan dan TELKOM. Karyawan yang berpartisipasi dalam program berkontribusi sebesar 18% dari gaji pokok (sebelum bulan Maret 2003, tingkat kontribusi karyawan adalah sebesar 8,4%) dan TELKOM memberikan kontribusi sisanya dari jumlah yang diperlukan untuk mendanai program. Dalam program pensiun manfaat pasti, manfaat pensiun minimum untuk pensiunan sekitar Rp425.000 per bulan. Kontribusi TELKOM untuk dana pensiun sebesar Rp700,2 miliar, Rp889,1 miliar dan Rp889,1 miliar, masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2007, 2008, dan 2009.

Program Pensiun Iuran Pasti
Program Pensiun Iuran Pasti disediakan untuk karyawan tetap yang direkrut pada atau setelah tanggal 1 Juli 2002. Pegawai mempunyai pilihan di antara berbagai yayasan dana pensiun yang diakui dalam program ini. Kontribusi tahunan Perusahaan untuk Program Pensiun Iuran Pasti ditetapkan berdasarkan persentase tertentu dari gaji peserta dengan jumlah sebesar Rp2.196,0 juta, Rp3.001,2 juta dan Rp3.841,4 juta, masing-masing pada tahun 2007, 2008 dan 2009.

Karyawan Perusahaan yang telah memenuhi masa jabatan tertentu berhak menerima penghargaan sejumlah uang kontan yang dibayarkan pada saat karyawan yang dimaksud mengakhiri masa jabatan atau pada saat pensiun.

TELKOM juga menyediakan manfaat kesehatan pasca pensiun untuk seluruh karyawan yang pensiun, termasuk istri atau suami dan anak mereka. Ada dua jenis pendanaan untuk manfaat kesehatan pasca pensiun: (i) untuk karyawan yang dipekerjakan sebelum tanggal 1 Nopember 1995 dan telah 20 tahun bekerja, manfaat tersebut didanai oleh Yayasan Kesehatan TELKOM (“Yakes”); (ii) untuk semua karyawan tetap lainnya, sejak Agustus tahun 2008 manfaat tersebut akan diberikan dalam bentuk tunjangan asuransi oleh TELKOM. Kontribusi TELKOM untuk program yang didanai Yakes adalah sebesar Rp900,0 miliar, Rp1.100,8 miliar dan Rp1.101,5miliar, masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007, 2008, dan 2009. Kontribusi TELKOM untuk program yang diberikan dalam bentuk asuransi sejak tahun 2009 berjumlah Rp22,8 miliar.

TELKOM EMPLOYEE REWARD (TER)

Perusahaan memberikan penghargaan kepada karyawan atau unit yang berprestasi dalam rangka meningkatkan prestasi dan produktivitas pegawai. Penghargaan ini disebut TELKOM Employee Reward yang meliputi penghargaan keagamaan, penghargaan prestasi individu, dan penghargaan prestasi unit.

Sejak Oktober 2008, TELKOM melakukan perubahan kebijakan terhadap pemberian reward yaitu tidak hanya diberikan kepada internal TELKOM, tapi juga diberikan kepada pihak eksternal dan komunitas seperti Corporate Social Responsibility (“CSR”) award, Healthiest Family Award, Best Tactical Innovator Award, Champion Award dan Best Regional Office Award.

TELKOM memberikan penghargaan kepada karyawan atau unit yang berprestasi dalam rangka meningkatkan prestasi dan produktivitas pegawai

PENGELOLAAN SAHAM PEGAWAI TELKOM (ESOP)

Program utama ESOP antara lain melayani transaksi jual beli saham ESOP. Pada saat TELKOM go public pada tanggal 14 Nopember 1995, jumlah saham TELKOM sebanyak 116.666.475 lembar dimiliki oleh 43.218 pegawai. Pada tanggal 31 Desember 2009, 14.316.126 lembar saham TELKOM dimiliki oleh 11.775 pegawai dan pensiunan TELKOM.

PENGELOLAAN KESEHATAN KARYAWAN

TELKOM memberikan layanan kesehatan bagi karyawannya melalui Yayasan Kesehatan (“Yakes”) TELKOM. Aktivitas utama Yakes adalah menyelenggarakan kebutuhan kesehatan karyawan dan pensiunan beserta keluarga intinya.

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009, Yakes TELKOM memiliki fasilitas pelayanan sebanyak 947 layanan kesehatan yang terdiri dari 17 sarana pelayanan kesehatan dan 930 fasilitas kesehatan yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan mitra kesehatan, seperti dokter, spesialis kesehatan, rumah sakit, apotik, klinik, laboratorium, optik dan lainnya.

Karyawan dan pensiunan TELKOM beserta keluarganya yang menjadi peserta Yakes berjumlah 149.707 orang pada akhir tahun 2009, menurun sejumlah 9.644 orang dibandingkan pada akhir tahun 2008. Penurunan ini terjadi karena telah berakhirnya masa keanggotaan Yakes yang disebabkan karena karyawan yang bersangkutan meninggal atau umur progresif di luar batas usia yang telah ditetapkan.

Keselamatan, Kesehatan Dan Keamanan Lingkungan Kerja (K3)
Pada tahun 2009 pengelolaan K3 tetap fokus pada penanganan zero accident. Penilaian K3 ini dilakukan setiap tahun dan sekarang masih dalam proses penyelesaian untuk tahun 2010.

Untuk menjamin keselamatan, kesehatan dan lingkungan keamanan karyawan TELKOM maupun orang lain yang beraktivitas di lingkungan operasi TELKOM dan untuk pengamanan terhadap sumber produksi, proses produksi, alat produksi dan lingkungan kerja. TELKOM menetapkan seluruh kebijakan K3 dengan tujuan untuk mencapai tingkat kecelakaan kerja nihil (zero accident standard). Pengelolaan K3 dilakukan berdasarkan ketentuan ketenagakerjaan dan aturan K3 Dinas Tenaga Kerja setempat melalui Pengawasan oleh Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

Pada tahun 2009, survei K3 diselenggarakan bersamaan dengan survei TEOS. Survei K3 tersebut merupakan survei pertama yang dilakukan untuk mengetahui apakah lingkungan kerja karyawan sudah memenuhi kriteria yang ditentukan. Berdasarkan hasil survei, pengukuran K3 TELKOM memperoleh skor 77,72% yang dikategorikan sebagai “Cukup Baik”.

Keberhasilan kami dalam pengelolaan K3 tercermin dengan kami terimanya Zero Accident and Golden Flag Award. Pencapaian zero accident dan sertifikat golden flag tahun 2009 mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dibandingkan dengan tahun 2008. Skor zero accident meningkat 23% sedangkan golden flag meningkat 200%. Hal ini menggambarkan peningkatan kesadaran karyawan dan senior leader akan pentingnya pencegahan kerugian akibat tindakan dan kondisi yang tidak aman.