Laporan Tahunan 2011

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk.

STRUKTUR ANAK PERUSAHAAN


Untuk mendukung pengembangan bisnisnya, Telkom Group terus bertumbuh baik secara organik maupun anorganik. Pertumbuhan secara organik dilakukan dengan ekspansi divisi-divisi yang ada dan sinergi di antara Anak Perusahaan Telkom. Sementara pertumbuhan secara unorganik dicapai melalui aksi korporasi berupa akuisisi terhadap Perusahaan yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah kepada seluruh jajaran Telkom Group dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan kelangsungan bisnis.

A. Anak Perusahaan dengan kepemilikan langsung lebih dari 50%


PT Telekomunikasi Selular ("Telkomsel")

Telkomsel, yang merupakan operator seluler terkemuka di Indonesia, didirikan pada tanggal 26 Mei 1995, menyediakan layanan jasa telepon mobile seluler (GSM). Telkomsel dimiliki 65% oleh Telkom.


PT Multimedia Nusantara ("Metra")
Metra, yang berperan sebagai strategic invesment company guna mendukung realisasi bisnis new wave Telkom Group, diakuisisi pada tanggal 9 Mei 2003. Metra yang 100% sahamnya dimiliki Telkom berfokus pada layanan pembangunan, pengembangan, pemeliharaan jaringan dan jasa, serta layanan multimedia (jasa sistem komunikasi data, jasa portal dan jasa transaksi online).


PT Telekomunikasi Indonesia International ("TII" atau "Telin")
Telin pada awal pendiriannya menyediakan layanan telepon-tetap (KSO-III Jabar & Banten) dan telekomunikasi internasional. Diakuisisi pada tanggal 31 Juli 2003, seluruh saham Telin dimiliki Telkom. Telin bertanggung jawab mengelola telekomunikasi internasional serta mengelola bisnis Telkom di luar negeri.


PT Pramindo Ikat Nusantara ("Pramindo")
Pramindo pada awalnya didirikan untuk menyelenggarakan Kerja Sama Operasi ("KSO") Telekomunikasi di wilayah Sumatera, diakuisisi pada tanggal 15 Agustus 2002, 100% saham Pramindo dimiliki Telkom dengan menyediakan layanan jasa dan pengembangan telekomunikasi.

PT Infomedia Nusantara ("Infomedia")
Infomedia, diakuisisi pada tanggal 22 September 1999 untuk menyelenggarakan KSO di Sumatera, dengan fokus pada layanan buku petunjuk telepon dan layanan informasi dan call center. Infomedia yang 100% sahamnya dimiliki Telkom, melalui 49% kepemilikan Metra, telah melakukan transformasi bisnis dari 3 pilar bisnis (layanan direktori, layanan contact center dan layanan konten) menjadi Business Process Outsourcing ("BPO") dan Digital Media& Rich Content ("DMRC").


PT Dayamitra Telekomunikasi ("Dayamitra" atau"Mitratel")

Mitratel menyediakan layanan telepon tidak bergerak, penyediaan sarana-prasarana telekomunikasi dan jasa telekomunikasi. Diakuisisi pada tanggal 17 Mei 2001, Mitratel yang 100% sahamnya dimiliki Telkom telah bertransformasi dengan menggarap bisnis penyediaan infrastruktur telekomunikasi, termasuk penyediaan menara telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan penempatan BTS bagi para operator telekomunikasi di seluruh Indonesia.


PT Indonusa Telemedia ("Indonusa")
Indonusa didirikan pada tanggal 7 Mei 1997, dengan fokus pada penyediaan layanan multimedia (TV berbayar dan internet). Sejak tahun 2007, Indonusa yang 100% sahamnya dimiliki Telkom, melalui 0,46% kepemilikan Metra, merupakan operator Pay TV pertama di Indonesia yang meluncurkan produk DTH Prepaid (prepaid satellite pay-TV) dengan nama TelkomVision. Layanan ini memungkinkan pelanggan memilih konten dengan harga terjangkau dan bebas mengisi voucher apa saja dan kapan saja.


PT Graha Sarana Duta ("GSD")
GSD menyediakan layanan pengelolaan gedung, jasa konstruksi dan pengembangan. Diakuisisi pada tanggal 25 April 2001, Telkom memiliki 99,99% saham GSD. GSD memiliki cakupan wilayah kerja di seluruh Indonesia dan melakukan pengelolaan terhadap gedung-gedung Perusahaan Telkom Group serta juga mengelola gedung lain di luar gedung Telkom Group.

PT Napsindo Primatel Internasional ("Napsindo")
Didirikan pada tanggal 29 Desember 1998, Napsindo menyediakan layanan network access point. Telkom memiliki 60% saham Napsindo. Sejak tanggal 13 Januari 2006, Napsindo telah berhenti beroprasi.

B. Anak Perusahaan dengan kepemilikan langsung antara 20% sampai dengan 50%


PT Patra Telekomunikasi Indonesia ("Patrakom")
Patrakom didirikan pada tanggal 28 September 1995, dengan fokus pada layanan komunikasi satelit (Very Small Aperture Terminal atau "VSAT") dan layanan serta fasilitas terkait kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri perminyakan. Telkom memiliki 40% saham Patrakom.


PT Citra Sari Makmur ("CSM")
CSM didirikan pada tanggal 14 Februari 1986, dengan fokus pada layanan telekomunikasi terkait dengan aplikasi VSAT dan teknologi telekomunikasi lainnya, serta jasa konsultasi. Telkom memiliki 25% saham CSM.


PT Pasifik Satelit Nusantara ("PSN")
PSN didirikan pada tanggal 2 Juli 1991. Telkom memiliki 22,38% saham PSN. PSN menyediakan layanan sewa transponder satelit dan satelit berbasis jasa komunikasi untuk negara di kawasan Asia Pasifik. PSN melakukan penawaran saham perdana atas saham biasa dan mencatatkan sahamnya di NASDAQ pada bulan Juni 1996, namun Perusahaan melakukan divestasi pada tanggal 6 November 2001 setelah gagal memenuhi persyaratan tertentu dari NASDAQ National Market Listing.

C. Anak Perusahaan dengan kepemilikan langsung kurang dari 20%


PT Batam Bintan Telekomunikasi ("BBT")
BBT didirikan pada tanggal 15 Juni 1996 melayani telekomunikasi sambungan kabel tidak bergerak di Kawasan Industri Batamindo, Batam dan Bintan Beach International Resort serta Kawasan Industri Bintan di Pulau Bintan. Saham BBT dikuasai Telkom sebesar 5%.

PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia ("Bangtelindo")
Bangtelindo didirikan pada tanggal 24 Desember 1993, yang menyediakan jasa konstruksi dan pemeliharaan sarana telekomunikasi. Saham Bangtelindo 2,11% dimiliki oleh Telkom.


D. Anak Perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung


PT Metranet ("Metra-Net")
Metra-Net yang didirikan pada tanggal 17 April 2009, dengan fokus layanan jasa portal multimedia. Saham Metra-Net 100% dimiliki Metra.


PT Sigma Cipta Caraka ("Sigma")
Sigma didirikan pada tanggal 1 Mei 1987 dengan fokus pada penyediaan jasa IT & Solution. Telkom kini memiliki 100% saham Sigma setelah bulan Agustus 2010 Metra mengakuisisi 20% sahamnya.


PT Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd
PT Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd merupakan Anak Perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki Telin, PT Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd didirikan pada tanggal 6 Desember 2007 berdasarkan hukum Republik Singapura. Ragam layanan yang dimiliki adalah jasa telekomunikasi termasuk tetapi tidak terbatas jasa voice dan data berbasis internet, layanan data, callback/call-reorigination, jasa kartu telpon pre-paid dan resale jasa sewa sirkuit.


Telkomsel Finance B.V ("TFBV")
TFBV didirikan di Amsterdam pada tanggal 7 Februari 2005 untuk tujuan peminjaman dan pengumpulan dana, termasuk penerbitan obligasi, surat kesanggupan bayar dan surat berharga lainnya. Telkom memiliki saham TFBV melalui Telkomsel sebesar 65%.

PT Telekomunikasi Indonesia International (Hong Kong) Ltd
PT Telekomunikasi Indonesia International (Hong Kong) Ltd didirikan di Hong Kong pada tanggal 8 Desember 2010 dan telah memperoleh Unified Carrier License ("UCL") pada tanggal 1 Maret 2011 untuk membangun, memberikan dan memelihara pelayanan jaringan telekomunikasi publik dengan menggunakan instalasi radio komunikasi. Telkom memiliki 100% saham Telin Hong Kong melalui Telin.

PT Administrasi Medika ("AdMedika")
AdMedika didirikan pada tanggal 25 Februari 2010, yang melayani jasa claim online antara pihak rumah sakit dan perusahaan asuransi kesehatan. Telkom memiliki saham di AdMedika melalui Metra sebesar 75%.

PT Balebat Dedikasi Prima ("Balebat")
Balebat yang diakuisisi pada tanggal 1 Oktober 2003, melayani jasa percetakan. Telkom memiliki 65% saham di Balebat melalui Infomedia.


Telekomunikasi Selular Finance Limited ("TSFL")
TSFL merupakan Telkomsel yang didirikan pada tanggal 22 April 2002 dan bergerak di bidang investasi dan keuangan. Telkom menguasai 65% saham TSFL melalui Telkomsel.


PT Finnet Indonesia ("Finnet")
Finnet didirikan pada tanggal 31 Oktober 2005, dengan fokus pada penyediaan infrastruktur TI, aplikasi & konten untuk melayani kebutuhan sistem informasi dan transaksi keuangan bagi industri perbankan dan jasa keuangan lainnya. Saham Finnet dimiliki oleh Metra (60%).


PT Melon Indonesia ("Melon")
Melon merupakan perusahaan joint venture didirikan pada tanggal 16 Agustus 2010 oleh Metra dan South Korea Telecom dengan komposisi saham 51% dan 49%. Perusahaan yang merupakan realisasi ekspansi di bisnis Media & Edutainment ini fokus pada bisnis layanan musik digital dan konten lain untuk telepon seluler, komputer pribadi, kanal elektronik konsumen dan media digital lainnya.


Scicom ("MSC") Bhd
Scicom didirikan pada tahun 1997, merupakan perusahaan penyedia jasa contact centre yang berbasis di Malaysia. Kepemilikan saham Telkom di Scicom melalui Telin adalah sebesar 29,71% yang memposisikannya sebagai pemegang saham mayoritas.

 

Struktur Kelompok Usaha Telkom