Laporan Tahunan 2011

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk.

PENGEMBANGAN JARINGAN

 

a. Pengembangan Jaringan Telepon Tidak Bergerak

Pada tahun 2011, Telkom memperkuat infrastruktur NGN seiring dengan Rencana Induk INSYNC2014 untuk mewujudkan Next Generation National Backbone Network yang mendukung layanan “Broadband for Digital Home”, “Broadband for Enterprise” dan “Broadband Anywhere”.

Beberapa poin utama pengembangan sambungan telepon tidak bergerak selama tahun 2011 adalah sebagai berikut:

 
Nama Proyek Penjelasan
Proyek Jawa-Sumatera-Kalimantan (Jasuka) Infrastruktur backbone bawah laut Jasuka terus dilakukan ekspansi kapasitasnya untuk mendukung kebutuhan internet domestik dan internasional serta kebutuhan Telkomsel. Selama tahun 2011 kapasitas tambahan yang telah selesai dibangun sebesar 15 lambda (150Gb) untuk Ring 3, 4 lambda (40Gb) untuk Ring 1A, dan 2 lambda (20 Gb) untuk Ring 2.
Proyek Palapa Ring Mataram-Kupang Sejak kesepakatan untuk pengadaan dan instalasi Palapa Ring sistem kabel laut Mataram-Kupang yang ditandatangani pada tanggal 24 November 2009, Telkom telah menyelesaikan pembangunan transport backbone bawah laut Mataram ke Kupang pada bulan November 2011 dengan kapasitas awal 40Gb. Proyek ini akan menghubungkan jaringan antara Mataram dan Kupang yang akan menghubungkan Pulau Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores dan Timor. Pada proyek ini akan ditambah dengan pembangunan transportasi backbone kabel darat Kupang-Atambua yang direncanakan selesai pada bulan Mei 2012.
Pembangunan dan Modernisasi Broadband Access dengan Pola Trade In Trade Off (“TITO”) Untuk dapat membangun Broadband Access dengan kapasitas yang sangat besar, mulai tahun 2011, Telkom merintis Pembangunan dan Modernisasi Broadband Access dengan Pola TITO (Trade In Trade Off). Dengan pola TITO ini dilakukan program pertukaran dari kabel tembaga saat ini menjadi kabel serat optik dan perangkat aktif teknologi terkini seperti MSAN, GPON, dan FTTx. Dalam pembangunan dengan pola TITO ini Telkom bekerja sama dengan PT INTI dan PT LEN. Sampai saat ini, Telkom sudah berhasil memigrasikan pelanggan saat ini dengan program TITO sejumlah 64.352 SST dari kapasitas total yang dibangun 386.598 SST yang sisanya akan diselesaikan pada bulan Maret 2012. Untuk tahun 2012 akan dilanjutkan dengan pembangunan sebanyak 41 sentral office dengan PT INTI dan 25 sentral office dengan mitra ke-2 dengan kapasitas total 2,27 juta SST.
Pembangunan Broadband Access dengan Platform MSAN Telkom membangun platform jaringan broadband melalui MSAN untuk sambungan telepon tidak bergerak sebanyak 313.893 sambungan untuk proyek tahun 2009 dan 299.936 sambungan untuk proyek tahun 2010. Saat ini terdapat 3 platform MSAN yang memberikan cakupan nasional. Pada tahun 2011, proyek MSAN dengan platform broadband telah diselesaikan sebanyak 496.664 SST.
Proyek Pembangunan Gigabyte-Passive Optical Network (“GPON”) Telkom memperluas GPON pada tahun 2011 sebanyak 40.735 ONT, dimana di antaranya untuk mendukung deployment node B, serta FTTH. Rencana pada tahun 2012 akan dilanjutkan kembali perluasan pembangunan infrastruktur broadband akses yang akan memprioritaskan penggunaan teknologi GPON untuk memperluas implementasi jaringan FTTH (Fiber To The Home).
Pembangunan IMS(IP Multimedia Subsystem) Pembangunan IMS dalam rangka transformasi infrastruktur yang bertujuan untuk memodernisasi service node dengan kapabilitas IP, konvergensi serta enabler new service berbasis aplikasi, sehingga dapat menginterasikan New Customer & Migration Customer. Pada tahun 2011 dilakukan pembangunan infratruktur skala lab untuk demo serta inovasi layanan. Tahun Pada tahun 2012 akan dilanjutkan rencana pembangunan sistem secara komersial yang akan selesai pada bulan Agustus 2012.
Proyek TSCS (Tarakan Sangata Cable System), SBCS (Sumatera Bangka Cable System) Untuk menambah kapasitas dan membentuk transportasi backbone dengan keandalan yang tinggi, pada tahun 2011 Telkom mulai membangun transportasi bawah laut Sumatra-Bangka dan Tarakan-Sangata. Proyek TSCS dan SBCS ini dalam tahap pembangunan yang akan selesai di akhir tahun 2012.
Proyek Satelit Telkom-3 Sebagai upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan pendapatan dari pangsa pasar satelit, Telkom sedang membangun Satelit Telkom-3 yang akan memiliki 42 transponder aktif yang setara dengan 49 transponder dengan BW 36MHz dengan cakupan geografis meliputi Indonesia dan ASEAN (Standar C-Band), Indonesia dan Malaysia (Ext. C-Band) serta Indonesia (Ku-Band). Satelit Telkom-3 akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2012.
Proyek DWDM Regional Untuk dapat memenuhi kebutuhan internet domestik yang cukup besar di segmen metro regional, mulai tahun 2011 Telkom membangun transportasi DWDM sampai level metro regional pada wilayah pulau Jawa sebanyak 22 node. Proyek DWDM regional ini akan selesai pada akhir tahun 2012.
Implementasi Telkom Cache System Telkom mulai membangun Telkom Cache System di jaringan internet dalam rangka peningkatan efisiensi penggunaan bandwidth internet internasional serta meningkatkan kualitas performansi layanan internet. Pembangunannya direncanakan selesai pada bulan April 2012.

 

Sebagai upaya lebih lanjut untuk memperkokoh layanan TIME, Telkom berencana untuk:

  1. Terus mengimplementasikan dan mentransformasikan jaringannya sesuai dengan tiga visi implementasi broadband Telkom yaitu Home Digital Environment, Enterprise Broadband, dan Broadband Anywhere;
  2. Terus meningkatkan kemampuan jaringan full IP transport melalui program: peningkatan bandwidth internet domestik & internasional, ekspansi Terra IP backbone, ekspansi IP over Lambda berbasis 10Gb, 40Gb dan selanjutnya berbasis 100Gb per lambda, melakukan sinergi jaringan Telkom Group menuju converged dan single transport, melanjutkan pembangunan Metro Ethernet yang difungsikan sebagai jaringan single transport metro untuk menyediakan layanan-layanan berbasis IP dan multiplay, melanjutkan implementasi Fiber To The Home (“FTTH”) dan GPON, serta melanjutkan migrasi kabel tembaga yang telah ada dengan mekanisme TITO.
  3. Mengimplementasikan Smart Core melalui program layanan konvergen platform berbasiskan IP-Multimedia Subsystem (“IMS”), mengimplementasikan database profil pelanggan terpadu, serta Service Delivery Platform (“SDP”) sebagai service brokerage & orchestration.
  4. Memperluas jangkauan akses broadband sampai dengan pelanggan Enterprise dan Residensial melalui rangkaian program Managed Enterprise Services, Managed Smart Customer Premises Equipment (“CPE”), Home Automation, Surveillance, dan Home Interconnect.

Untuk rincian komitmen dan kontrak Telkom lainnya yang signifikan lihat Catatan 41 di Laporan Keuangan Konsolidasian.

b. Pengembangan Jaringan Telepon Nirkabel Tidak Bergerak

Divisi sambungan telepon tidak bergerak Fixed Wireless Network (“FWN”) secara resmi menjadi divisi tersendiri pada tahun 2009, yang saat ini dikenal sebagai Divisi Telkom Flexi (“DTF”).

Pada tahun 2011, DTF mengoptimalkan BTS existing yang telah ada dengan salah satu kegiatan adalah melakukan relokasi BTS dari area low occupancy ke area inner city dengan maksud untuk meningkatkan utilisasi. Secara total, jumlah BTS per tanggal 31 Desember 2011 adalah sebanyak 5.718 dengan total kapasitas 33,3 juta satuan sambungan Flexi.

Pada tahun 2011, DTF juga mengembangkan layanan Flexi Mobile Broadband (“FMB”) untuk meningkatkan layanan Flexi berbasis Network Evolution Data Optimization (“EVDO”). Pembangunan jaringan EVDO dilakukan di 10 kota yang meliputi kota-kota: Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Banjarmasin dan Makasar. Jumlah BTS EVDO yang dibangun pada tahun 2011 adalah sebesar 1.123 BTS dengan jumlah kapasitas 281.203. Disamping itu juga telah dilakukan beberapa program yang dapat meningkatkan efisiensi beban operasional seperti memulai pengimplementasian free cooling dan hydrocarbon untuk efisiensi biaya listrik.

c. Pengembangan Jaringan Seluler

Jangkauan layanan telepon seluler berbasis GSM yang diberikan oleh Anak Perusahaan Kami, Telkomsel, merambah ke semua kota/kabupaten di Indonesia. Pada tahun 2011, Telkomsel telah menambah perangkat 6.066 BTS (termasuk 1.736 node 3,5G) dan 73,695 sentral pemancar dan penerima, serta memperluas jaringan selulernya untuk menjangkau semua kecamatan di Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sumatera.

Telkomsel berencana melanjutkan pemasangan BTS tambahan untuk memperluas jangkauannya hingga ke kecamatan di Kalimantan, Sulawesi dan Kawasan Timur Indonesia, meningkatkan kapasitas di wilayah padat penduduk, mengembangkan jaringan 3G, mengembangkan backbone transmisi serat optik di kota-kota besar Jawa, memasang sel-sel mikro tambahan dan sentral-sentral pemancar dan penerima terutama di wilayah provinsi, terus memperbaiki kualitas cakupannya, meningkatkan peralatan switching untuk menambah kapasitas jaringan, dan untuk meluaskan jaringan pintarnya yang dipakai dalam koneksi dengan produk-produknya.

d. Pengembangan Jaringan Data

Pada tahun 2011, Perusahaan terus memperbaiki kualitas jaringan data dengan menambah kapasitas dan cakupannya, dan Telkom menambahkan akses broadband yang menggunakan teknologi IP DSLAM untuk 289.904 sambungan telepon.

Perluasan baru meliputi perluasan cakupan dan kapasitas IP core melalui penerapan IP berbasis Lambda 10 Gbps dan Tera Router. Pada tahun 2009, Tera Router ini dipasang dan sudah beroperasi sejak bulan Maret 2009 di tiga kota dan enam node (Jakarta, Batam dan Surabaya) dan tiga tambahan node gateway internet. Pada tahun 2010, pengembangan Terra Router merambah ke delapan kota lainnya di 12 node (Medan, Pekanbaru, Bandung, Cirebon, Solo, Yogyakarta, Banjarmasin dan Makasar). Pada Tahun 2011, Telkom telah melakukan ekspansi tiga node Tera Router di Medan dan Makasar.

Dalam mendukung program NGN, Kami telah meningkatkan jaringan IP Core yang digunakan untuk mendukung bisnis new wave dan mengintegrasikan jaringan NGN Core antara bisnis telepon kabel tidak bergerak dan telepon nirkabel tidak bergerak. IP Core dikembangkan dengan mengimplementasikan platform tunggal tera-byte router dengan arsitektur jaringan yang menggunakan sistem proteksi penuh. IP Core yang sudah beroperasi sampai dengan tanggal 31 Desember 2011 terdiri dari 23 node router core, router 481 PE, 467 port 10GE, 532 port GE, 12 STM-4, 6 STM-16 dan 8 port STM-256.

Jaringan Metro Ethernet Kami telah semakin meluas menyusul diselesaikannya pembangunan 74 node baru (yang terletak pada node sentral). Sampai dengan 31 Desember 2011, total node Metro Ethernet sebanyak 1.010 dan telah siap untuk mendukung kebutuhan bandwidth layanan broadband Kami di seluruh Indonesia. Metro Ethernet juga digunakan sebagai penghubung utama dari IP DSLAM, MSAN untuk broadband Speedy, Softswitch, VPN IP serta GPON baik untuk mobile backhaul, solusi bisnis korporasi dan serta layanan Triple Play bagi pelanggan tertentu. Sejak tahun 2009, Telkom telah menggunakan Metro Ethernet sebagai mobile backhaul pada hampir 1.000 node Bs milik Telkomsel, guna mendukung penetrasi mobile broadband. Sinergi jaringan ini akan terus dikembangkan untuk menyediakan backhaul sebanyak 1.540 node Bs pada tahun 2010 dengan total menjadi 2.423 node Bs. Sampai dengan 31 Desember 2011, ada penambahan 729 node sehingga bertambah menjadi 3.152 node.

Sampai dengan 31 Desember 2011, Kami telah menambah kapasitas gateway internet sehingga kapasitas terpasang mencapai 115 Gbps. Hal ini dilakukan untuk memastikan kecukupan kapasitas gateway internet agar mampu mengantisipasi pertumbuhan trafik broadband yang tinggi baik fixed broadband maupun mobile broadband.