Dirut Telkom : Ekspansi Ke Hongkong Andalkan WNI

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) melalui anak perusahaannya PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Hongkong dan Telkomsel, membuka secara resmi Plasa GraPARI Hong Kong pada awal Januari 2013. Plasa GraPARI tersebut merupakan pusat layanan bagi pelanggan ritel pengguna kartu AS 2in1 di Hongkong.

“Plasa GraPARI yang berlokasi di 11 Keswick Street Causeway Bay Hongkong ini kami fungsikan tidak hanya sekadar tempat pelayanan pelanggan, namun juga sebagai salah satu tempat pelanggan ber-sosialisasi dengan sesama,” tutur Direktur Utama Telkom, Arief Yahya. “Pembukaan GraPari Hongkong sekaligus memperkuat ekspansi internasional Telkom,” tambahnya.

LAPORAN_RUPS_Telkomsel_2013_1

Kartu As 2in1 merupakan produk inovatif hasil sinergi Telkom Group antara Telin HongKong dengan Telkomsel. Dua nomor dalam satu kartu menjadi pilihan ideal bagi warga Indonesia di Hongkong untuk memudahkan dan hemat berkomunikasi dengan para kerabat di Indonesia, demikian pula sebaliknya.

Keberadaan Plasa GraPARI tidak hanya melayani kebutuhan seluruh pelanggan Kartu As 2in1 di Hongkong, namun juga membantu pelanggan Telkomsel Indonesia yang sedang melakukan roaming di Hongkong, seperti pembukaan akses roaming International, pengaktifan fitur-fitur layanan, informasi tagihan dan penanganan keluhan pelanggan.

Follow the People

Tercatat ada sekitar 150 ribu pekerja Indonesia atau sekitar dua persen dari jumlah penduduk Hongkong, 150 ribu penduduk keturunan Cina-Indonesia serta sekitar 1000 warga negara Indonesia berkunjung ke Hong Kong setiap hari. “Jumlah ini menjadikan etnis Indonesia merupakan etnis asing terbanyak di Hong Kong,” jelas Arif Yahya.

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memang menjadi salah satu andalan Telkom dalam ekspansinya terhadap sejumlah negara. Sebab diyakini kelompok tersebut memiliki tingkat frekuensi komunikasi yang tinggi dalam melakukan kontak dengan masyarakat di Indonesia

“Hal tersebut merupakan salah satu bentuk dari dua pendekatan yang dilakukan oleh Telkom dalam melakukan ekspansi internasional, yakni follow the people,” jelas Arief Yahya.

Pada pendekatan ini, Telkom mengandalkan para tenaga kerja dan pelajar asal Indonesia, di luar negeri selain mengandalkan warga negara Indonesia yang tengah berbisnis ataupun berwisata. Namun tidak menutup kemungkinan warga Hong Kong menjadi pelanggan kartu 2in1.

Pendekatan tersebut digunakan juga terhadap sejumlah negara tempat Telkom berekspansi, seperti Malaysia, Timur Tengah dan Singapura yang dikenal memiliki banyak warga negara Indonesia.

Tiga bulan sejak launching Kartu As 2in1 bulan Oktober 2012 lalu, laju penambahan pelanggan aktif mencapai rata-rata 4.000 pelanggan per bulan. Indikasi pertumbuhan juga bisa dilihat dari pertumbuhan trafik sambungan langsung internasional yang mencapai satu juta menit di bulan Oktober, 1,4 juta menit di November dan 2 juta menit di bulan Desember 2012 dan terus meningkat pada triwulan pertama 2013.

Keberhasilan meningkatkan pertumbuhan pelanggan tersebut memberikan rasa percaya diri yang besar kepada Telkom untuk menjadi provider nomor satu di Hong Kong dalam menyediakan layanan mobile untuk warga Indonesia.