Dari Wilayah Terpencil Menjelajahi Dunia Digital

 

Gorontalo – Akses internet merupakan barang yang mahal bagi sebagian pelajar dan guru di wilayah terpencil di Gorontalo. Mengandalkan jaringan telepon seluler tidak mungkin, karena sinyal yang buruk. Sementara warnet terdekat jaraknya 20 Km dari tempat tinggal. Dengan kondisi ini, kehadiran Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK), yang diselenggarakan oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) benar-benar dimanfaatkan oleh para pelajar dan guru di Gorontalo.
LAPORAN_RUPS_Telkomsel_2013_1
“Hampir tidak pernah menggunakan internet. Ada pelajaran TIK, tapi saya kurang paham,” ujar Ria siswi kelas 9 SMPN 9 Kota Gorontalo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Ria mengaku kehadiran MPLIK sangat membantunya dalam mencari pengetahuan dan membangun jejaring sosial baru. Ia dan teman-temannya kerap memanfaatkan MPLIK untuk mencari materi untuk persiapan ujian. Sesekali ia membuka laman Facebook dan mendengarkan lagu-lagu terbaru di YouTube. “Saya tahu tentang Jokowi juga karena ada MPLIK,” kata Ria dengan polos.

Pengalaman serupa juga dituturkan oleh siswa dan guru SMPN 1 Tilango, Gorontalo. Menurut Sri Agustina Hamid, guru SMPN 1 Tilango, kehadiran MPLIK memberikan kemudahan bagi siswanya untuk mengakses internet. “Warnet terdekat jarakanya sekitar 20 Km, koneksinya tidak secepat yang disediakan MPLIK. Selain itu biayanya juga cukup mahal bagi siswa, sementara MPLIK gratis,” papar Sri Agustina.
LAPORAN_RUPS_Telkomsel_2013_1
Mengingat manfaat yang sangat besar, Kepala Sekolah SMPN 1 Tilango Arwin Djaini, berharap MPLIK bisa hadir di lingkungan sekolahnya 3 kali dalam seminggu. “Terus terang, MPLIK memudahkan kami mencari materi-materi pembelajaran bagi siswa. Sebab di sekolah kami belum ada jaringan internet,” ujar Arwin Djaini.

Gorontalo merupakan bagian dari penyelenggaraan MPLIK Paket 12, yang terdiri dari 11 unit MPLIK untuk provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Secara keseluruhan dalam penyelenggaraan MPLIK, Telkom mengggelar 588 unit yang terbagi dalam 6 paket pekerjaan, antara lain: Paket 4 (Jambi, Riau, Kepulauan Riau) sebanyak 114 unit, Paket 12 (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo) ssebanyak 111 unit, Paket 13 (Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara) sebanyak 84 unit, Paket 14 (Sulawesi Selatan) sebanyak 105 unit, Paket 17 (Kalimantan Tengah) sebanyak 98 unit dan Paket 20 (Papua dan Irian Jaya Barat) sebanyak 76 unit.
Dalam pengadaan unit MPLIK Telkom menggunakan mekanisme outbond logistic, bukan pengadaan barang investasi. Selain itu, penyedian jasa layanan dilakukan di tingkat unit operasional dan dikerjakan sesuai dengan ISO-9000, dimana direksi sama sekali tidak terlibat.