FLEXICOMBO Telah Dinyatakan Sesuai Dengan Kebijakan Regulator

Jakarta, 02 Maret 2007 – Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan lapangan pada bulan Nopember sampai dengan Desember 2006 di Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Batam, Padang, Palembang, Medan, Makassar, Kendari, Manado, Banjarmasin, Pontianak, dan Balikpapan, pihak regulator akhirnya menyimpulkan bahwa layanan FlexiCOMBO Telkom sudah sesuai (comply) dengan kebijakan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Pernyataan tentang comply-nya layanan FlexiCOMBO dengan kebijakan regulator ini tertuang dalam laporan evaluasi yang disampaikan Dirjen Postel kepada Menkominfo melalui surat Nomor 329/DJPT.3/Kominfo/2/2007 tentang Evaluasi Layanan FlexiCOMBO tanggal 12 Februari 2007 yang tembusannya juga dikirimkan kepada Dirut Telkom. Menurut BRTI, Telkom telah beritikad baik untuk mematuhi semua kebijakan BRTI menyangkut layanan FlexiCOMBO.

BRTI melalui suratnya bernomor 218/BRTI/X/2006 tentang Layanan FlexiCOMBO tanggal 4 Oktober 2006, mengharuskan nomor combo tidak dapat difungsikan di kota asal dan harus otomatis mati ketika pelanggan meninggalkan kota yang bersangkutan (tidak perlu dibatasi durasi tertentu), serta fitur Call Forwarding (pengalihan panggilan) pada saat yang sama hanya dapat diberlakukan dari nomor induk ke satu nomor combo.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Muhammad Awaluddin menyatakan lega atas hasil evaluasi yang dilakukan regulator/BRTI terhadap layanan FlexiCOMBO, sekaligus juga memberikan apresiasi yang mendalam atas upaya BRTI untuk bersikap cermat dan obyektif dalam menilai suatu layanan operator. ”Tentu kami lega, karena dengan finalnya evaluasi BRTI melalui pemeriksaan langsung di lapangan, maka Telkom tidak ragu lagi untuk melakukan berbagai upaya mempromosikan FlexiCOMBO serta mengembangkan inovasi-inovasi lain yang akan memperkuat posisi FlexiCOMBO di pasar,” ujar Awaluddin.

Layanan FlexiCOMBO sendiri merupakan inovasi yang telah berhasil menjadikan Flexi sebagai telepon bergerak bertarif murah seolah terlahir kembali. Animo masyarakat untuk menggunakan Flexi cenderung terus meningkat pasca peluncuran FlexiCOMBO yang menawarkan tarif lokal di ratusan kota di seluruh Indonesia.

Sampai dengan bulan Januari 2007, FlexiCOMBO telah membuahkan sebanyak 2.813.147 transaksi dari sekitar 932.420 pelanggan dengan jumlah user tertinggi pada bulan Oktober 2006 dan transaksi tertinggi pada bulan Desember 2006. Rata-rata jumlah transaksi per user (pengguna flexi) sampai dengan Januari 2007 tercatat sekitar 3 transaksi per user.

Awaluddin mengatakan pernyataan regulator bahwa FlexiCOMBO sudah sesuai (comply) dengan kebijakan regulator/BRTI akan semakin memacu Telkom untuk tidak ragu lagi memasyarakatkan seluas mungkin penggunaan FlexiCOMBO di mana-mana.

Bagaimanapun, demikian Awaluddin, kami ingin di satu sisi bisnis Telkom terus berkembang dan menguntungkan, namun di sisi lain Telkom juga menghendaki masyarakat mendapatkan layanan berkualitas dengan harga yang terjangkau. FlexiCOMBO merupakan jawaban yang pas untuk memenuhi keinginan tersebut.

Sebelumnya disampaikan, upaya gencar Telkom untuk meningkatkan pemasaran di setiap portofolio layanannya membuahkan hasil yang menggembirakan. Program tarif On-net Flexi yang diberi nama promo “SurePrice!” misalnya, mampu mendorong peningkatan jumlah penjualan Flexi dari bulan ke bulan selama 2006 yang lalu. Dibandingkan dengan penjualan April 2006 (sebelum promo SurePrice!), pencapaian sales pada Desember 2006 telah meningkat secara signifikan sebesar 117%.

Secara keseluruhan, demikian dinyatakan Vice President Public and Marketing Communication Telkom Muhammad Awaluddin, total penjualan Flexi selama program “SurePrice!” mencapai 2,62 juta atau 76% dari total penjualan Flexi selama tahun 2006 sebesar 3,44 juta. “Data ini membuat kami semakin yakin promo tarif murah Flexi berdampak bagus, dan karenanya perlu diteruskan,” lanjutnya.

Bukan hanya penjualan yang meningkat, program SurePrice! yang menawarkan tarif percakapan lokal sesama Flexi Rp 49 per menit, tampaknya juga berpengaruh signifikan terhadap terjadinya penurunan jumlah cabutan (churn). Angka total cabutan pada Desember 2006 telah menurun sebesar 9% dibandingkan dengan churn pada April 2006 (sebelum implementasi SurePrice!).

Akibatnya, demikian Awaluddin, selama Program SurePrice! telah terjadi peningkatan jumlah penjualan bersih (net additional subscriber = net adds) yang signifikan. Net adds Flexi mulai terlihat positif sejak diimplementasikan program SurePrice! pada bulan Mei 2006 dan realisasi net adds pada bulan Desember 2006 mencapai 209,448 satuan sambungan flexi (SSF) atau tumbuh sebesar 710%.

Pada tahun ini, Telkom berharap dapat meningkatkan basis pelanggan flexi sejumlah 2 juta SSF, dari sebelumnya jumlah pelanggan flexi 4.2 juta SSF pada akhir 2006 yang lalu, diharapkan dapat meningkat menjadi 6.2 juta SSF pada akhir Desember 2007 ini. Saat ini layanan Telkom Flexi beroperasi dengan dukungan 1.548 BTS (base transceiver station) yang tersebar diseluruh Indonesia.

Untuk Keterangan Lebih Lanjut, Hubungi :

Muhammad Awaluddin
Vice President Public and Marketing Communication
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Tel. 62-21-5213288
Fax. 62-21-5203322
Email : awaluddin@telkom.co.id
Website : www.telkom-indonesia.com