Menkominfo Tinjau Pusat Pengendalian Dan Operasi Infrastruktur ICT Telkom Group Untuk APEC 2013

Nusa Dua, 4 Oktober 2013 – PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) memastikan segala persiapan infrastruktur dan layanan telekomunikasi ICT berkelas dunia untuk penyelenggaraan APEC sudah siap beroperasi. Demikian ditegaskan Direktur Network IT & Solutions Telkom, Rizkan Chandra, ketika menerima kunjungan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring di Pusat Pengendalian dan Operasi Infrastruktur dan Layanan ICT (Information & Communication Technology) Telkom Group di Kantor Sentral Telkom di BTDC, Nusa Dua, Bali (4/10). Kedatangan Menkominfo ini disambut oleh jajaran direksi Telkom dan Telkomsel.

Dikatakan Rizkan, Telkom menyediakan War Room sebagai pusat pengendalian dan operasi seluruh infrastruktur dan layanan ICT yang disediakan. “Kami telah menyediakan tim operasi yang yang akan selalu standby 24 jam untuk memantau dan melayani keluhan terkait layanan telekomunikasi. Telkom berharap semua layanan dapat berjalan sebagaimana mestinya dan mampu meminimalisir kendala teknis yang muncul,” jelas Rizkan.

War Room Telkom terdiri dari berbagai fasilitas antara lain dashboard mobile, contact center, ruang kontrol serta ruang meeting & video conference. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan konten-konten seperti network monitoring dan event management.

Rizkan menambahkan, melalui War Room tersebut apabila terjadi gangguan bahkan baru sebatas potensi gangguan akan segera diketahui sehingga langsung dilakukan tindakan pencegahan ataupun perbaikan.

Selain Sentral Telkom, pengendalian dan monitoring infrastruktur ICT APEC juga dilakukan di Menara Multimedia Telkom, Jakarta dan Command Center kantor Telkomsel, Renon, Denpasar.

War Room ini disiapkan untuk mampu mengendalikan dan memonitor seluruh infrastruktur ICT Telkom Group untuk APEC 2013, mencakup meliputi S–T–A, yakni Switching (perangkat penghubung jalur komunikasi), Transmission (Satellite, Fiber Optic darat dan laut serta Radio) dan Access (sekitar 1500 Access Point, 1.344 Base Tranceiver Stations, 10 unit Mobile BTS dan 6 unit Mobile Wifi).

Selain itu, posko pengendalian ini juga digunakan untuk memantau layanan Telkom yang dikelompokkan dalam V–I–P (View – Internet – Phone).  Posko tersebut dapat melihat kualitas Wifi, layanan 3G maupun 4G yang ada di lapangan. Posko dapat melihat performansi maupun gangguan yang berpotensi muncul dari operasional BTS yang ada di sekitar lokasi APEC.

Telkom sendiri dipercaya oleh panitia APEC menyediakan layanan dan fasilitas telekomunikasi dengan jangkauan yang cukup luas yang mampu mencakup lima lokasi utama yaitu Media  center, Akomodasi hotel, Security, International airport dan Venue (M-A-S-I-V).

Selain itu, pada KTT APEC 2013 ini, anak perusahaan Telkom, Telkomsel, siap menyediakan  akses telekomunikasi berkecepatan tinggi bagi para delegasi dan peserta yang berasal dari berbagai belahan dunia lewat jaringan 4G LTE (Long Term Evolution). Telkomsel menggelar sebanyak 39 BTS 4G LTE dengan cakupan seluruh lokasi strategis terkait KTT APEC yang meliputi antara lain Bandara Ngurah Rai, BNDCC (Bali Nusa Dua Convention Center), BICC (Bali International Convention Center), Hotel Sofitel, sepanjang jalan utama menuju Nusa Dua, dan sekitarnya. Telkomsel juga menyiapkan 5.000 kartu perdana khusus simPATI APEC 4G Trial untuk melayani kebutuhan komunikasi delegasi negara, tamu, dan peserta KTT APEC 2013 yang ingin menikmati layanan telekomunikasi berkecepatan tinggi.