. 08 Februari 2012   | Home | Contact |       
 
.
.
  • Info Perusahaan
    • Telkom
    • Telkom International
    • Mitratel
    • Pramindo
    • Telkomsel
    • Metra
    • Infomedia
    • Telkom Vision
    • Graha Sarana Duta
    • SIGMA
    • Finnet
    • Laporan Keberlanjutan
    • e-Rekrutmen
    • Mitra Bisnis
    • IFRS
    • Kinerja Layanan Jaringan Telepon Tetap
  • Produk & Layanan
  • Hubungan Investor
    • Profil Perusahaan
    • Informasi Saham
    • Tata Kelola Perusahaan
    • Laporan-Laporan
    • Siaran Pers
    • Informasi RUPS
    • Email Alert
    • Presentasi & Conference Call
    • Kontak Hubungan Investor & Alamat Kustodian
    • Daftar Istilah & FAQ
  • Pojok Media
    • Siaran Pers
    • Berita TELKOM
    • Media Kit
    • Pustaka Multimedia
    • Kontak
    • Artikel Infokom
  • Telkom Peduli
    • Pembinaan Usaha Kecil
    • Kegiatan Sosial
    • Kegiatan Keagamaan
    • Kegiatan Pendidikan Budaya Olahraga
    • CO-OP
  • Layanan Pelanggan
    • Kantor Pelayanan
    • Keluhan Pelanggan
    • Pertanyaan & Saran Pelanggan
    • Permohonan
    • Informasi Tagihan
    • Telkom e-Service
    • Informasi Kode Area dan Negara
    • Cara Pembayaran Tagihan
.
.
.
.
  • Pojok Media
  • Siaran Pers
  • .
  • Berita TELKOM
  • .
  • Media Kit
  • .
  • Pustaka Multimedia
  • .
  • Kontak
  • .
  • Artikel Infokom
 
Flexi, Bukan Telepon Biasa

Speedy - Akses Internet
.
.
Pojok Media

TELKOM Konsisten Menggarap TIME

Share |
  
Bandung 26 Agustus 2010- Memasuki kuartal ketiga 2010, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM), semakin mengukuhkan dirinya sebagai penyelenggaraan bisnis TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment) yang handal. Kinerja yang tetap terpelihara baik ditandai antara lain dengan semakin membaiknya kinerja new wave bisnis serta meningkatknya kontribusi TELKOM terhadap negara baik dalam bentuk dividen maupun pajak-pajak.

Seperti dijelaskan Vice President Public and Marketing Communication TELKOM, Eddy Kurnia, kontribusi TELKOM kepada negara sebagai pembayar pajak dan dividen cukup berarti. ”Selain itu TELKOM telah berhasil meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas telekomunikasi, informasi, media dan edutainment,” ujarnya.

Secara finansial TELKOM mampu mencapai peringkat ke-11 secara net income dan peringkat ke-15 secara revenue, antara perusahaan di Asia yang bergerak pada portofolio TIME, serta peringkat ke-2 dalam semua portofolio bisnis secara nasional.

Saat ini TELKOM melayani total pelanggan telepon sebanyak 111 juta, yang meliputi 88 juta pelanggan seluler, 15 juta pelanggan telepon nirkabel dan 8,3 juta pelanggan telepon kabel. Pencapaian TELKOM hingga semester pertama 2010 antara lain ditandai dengan:
• Jumlah pelanggan baru selular meningkat 6,7 juta pelanggan atau tumbuh sebesar 16,2% menjadi 88,3 juta pelanggan.
• Jumlah pelanggan fixed broadband (Speedy) mencapai 1,4 juta pelanggan atau tumbuh 73,6% dibandingkan periode sama tahun lalu. • Hingga 30 Juni 2010, pendapatan usaha naik sebesar Rp 1.631 miliar atau 5% di mana sebagian besar disumbangkan oleh kenaikan pendapatan data, internet dan jasa teknologi informasi.
• Kenaikan EBITDA sebesar Rp 529 miliar atau 2,9% dari Rp 18.253 miliar menjadi Rp 18.782 miliar.

Dijelaskan Eddy Kurnia, kontribusi TELKOM khususnya dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas telekomunikasi akan terus ditingkatkan di masa-masa mendatang, mengingat peninkatan 1% aksesisibilitas masyarakat terhadap fasilitas telekomunikasi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi antara 3-5% pertumbuhan ekonomi nasional.

Peningkatan aksesibilitas tersebut semakin berarti apabila dikaitkan dengan usaha-usaha meningkatkan ketahanan nasional, keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ”TELKOM terus meningkatkan cakupan layanan bahkan ke pulau-pulau terluar,” kata Eddy Kurnia. Pada awal Agustus lalu misalnya, TELKOM telah meresmikan Sebatik Broadband Village di Pulau Sebatik, Kalimantan Timur yang berbatasa langsung dengan Tawau, Malaysia. Kepedulian terhadap masyarakat di perbatasan ini belum pernah dilakukan oleh operator lain selain TELKOM.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat, tarif layanan yang semakin murah, dan penurunan pendapatan dari layanan telepon kabel, TELKOM terus tumbuh. ”Dari sisi operasional fundamental TELKOM cukup kuat, dengan terus digelarnya infrastruktur baru. Selain itu jumlah pelanggan dan juga trafik baik data maupun suara menunjukan peningkatan,” jelas Eddy Kurnia.

TELKOM saat ini mengalami pertumbuhan tinggi pada bisnis “new wave” terutama pada layanan pita lebar, sehingga kontribusinya terhadap total pendapatan konsolidasian mencapai lebih dari 15%, sedangkan secara un-consolidated kontribusi pendapatan un-consolidated di atas 23%. Kondisi tersebut diyakini menjadi landasan yang kokoh untuk pertumbuhan di masa depan.

Sejalan dengan komodifikasi layanan konektivitas, trend pertumbuhan industri telekomunikasi saat ini lebih didorong oleh content dan content based devices seperti Google, Facebook, BlackBerry dan iPhone, dimana inovasi terjadi lebih cepat dan pelanggan memiliki pilihan beragam.

Menyadari kecenderungan tersebut TELKOM, untuk mempertahankan competitive sustainable growth, TELKOM akan semakin fokus menggarap content dan mengarah menjadi content based operator, sehingga TELKOM akan selalu menjadi relevan di mata pelangan-pelangganya. Itulah sebabnya sejak tahun 2009 lalu, TELKOM memutuskan untuk masuk ke dalam portofolio bisnis masa depan yakni TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment). Di bidang konten dan layanan on line TELKOM mengembangkan plasa.com dan IPTV (Internet Protocol Television) yang diluncurkan pada semester 2 tahun 2010.

Namun demikian, untuk mempertahankan pertumbuhan yang kompetitif dan berkelanjutan, TELKOM melakukan strategi mempertahankan bisnis legacy serta membangun portofolio bisnis new wave. TELKOM juga berhasil mempercepat pelaksanaan pengembangan NGN (Next Generation Network) berbasi Internet Protocol dan diharapkan infrastruktur untuk layanan triple play ini dapat diluncurkan pada tahun ini juga.

Bisnis New Wave serta bisnis layanan korporasi, teknologi informasi, UKM (Usaha Kecil dan Menengah), Edutainment dan Media diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan di masa depan. Pada 2009 lalu, pendapatan TELKOM yang berasal dari bisnis New Wave tumbuh 82,8% dan diharapkan akan terus meningkat pada 2010. Fokus pada bisnis New Wave merupakan landasan bagi transformasi TELKOM yang merupakan perubahan mendasar dalam pengelolaan infrastruktur jaringan, organisasi dan budaya perushaan.


Untuk Keterangan Lebih Lanjut, Hubungi :

Eddy Kurnia
Vice President Public and Marketing Communication
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Tel. 62-22-4527455
Fax. 62-22-4521411
Email : eddy_k@telkom.co.id
Website : www.telkom.co.id





.
 
  • Currently 3.57/10
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10

2457 Rating: 3.6/10 (7 votes cast)

 
.
.
Hakcipta © 2010 PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk
T1:0.11576Seconds

.