Jakarta, 23 Nopember 2006 – PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) berhasil meraih penghargaan tertinggi untuk kategori “The Best of Performance Excellence Achievement” 2006 dari Indonesian Quality Award (IQA) Foundation. Anugerah tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Negara BUMN kepada Direktur Utama Telkom Arwin Rasyid di Jakarta (22/11).
Keputusan untuk menunjuk Telkom sebagai penerima award dicapai setelah pihak IQA Foundation melakukan assessment berdasarkan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE). Skor yang diraih Telkom mencapai 562, tertinggi di antara BUMN-BUMN yang dinilai. Dalam tahun 2006 ini, BUMN yang dinilai dalam kegiatan IQA for BUMN 2006 ini adalah : PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, PT. Pertamina, PT. Bank Negara Indonesia 46, Tbk, PT. Perusahaan Listrik Negara, PT. Wijaya Karya, PT. Perkebunan Nusantara III, PT. Adhi Karya, PT. TASPEN, PT. Waskita Karya, PT. Petrokimia Gresik, BTDC, PT. Hutama Karya dan PT. PERUMNAS.
Vice President Public and Marketing Communication Telkom Muhammad Awaluddin memandang prestasi ini sebagai cermin penilaian obyektif pihak luar terhadap kinerja Telkom yang merujuk pada kriteria komprehensif yang biasa digunakan perusahaan-perusahaan besar di dunia. “Tentu kami sangat bangga dengan penghargaan ini, sekaligus juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh stakeholders, termasuk pelanggan, yang memungkinkan Telkom meraih prestasi yang tinggi,” ujar Awaluddin.
IQA Foundation menggunakan tujuh kriteria Malcolm Baldridge untuk menilai performansi sebuah BUMN, yang meliputi: (1) Leadership; (2) Strategic Planning; (3) Customer & Market Focus; (4) Measurement, Analysis and Knowledge Management; (5) Human Resource Focus; (6) Process Management; dan (7) Results.
Skor 562 yang diraih Telkom merupakan kumulasi skor dari kriteria Leadership (point score 72), Strategic Planning (55), Customer & Market Focus (49), Measurement, Analysis and Knowledge Management (52), Human Resources Focus (52), Process Management (49), dan Results (233). Untuk diketahui, Telkom sejak tahun 2000 telah menggunakan 7 kriteria Baldrige sebagai frame untuk Telkom Quality Management System yang menjadi basis untuk membangun sistem manajemen mutu Telkom.
Dalam pandangan Awaluddin, diraihnya predikat the Best of Performance Excellence Achievement 2006 akan semakin memotivasi seluruh jajaran Telkom untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang. “Setidaknya kami menjadi tahu posisi Telkom saat ini menurut perspektif pihak luar dalam hal kualitas dan pengelolaan kinerja perusahaan,” ujarnya. Pengetahuan mengenai posisi ini, menurutnya, penting sebagai dasar bagi Telkom untuk melakukan peningkatan mutu demi mewujudkan visinya menjadi operator terdepan di tingkat regional.
“Prestasi yang berhasil diraih Telkom ini menunjukkan bahwa dengan pengelolaan manajemen kinerja Telkom yang excellent, Telkom diharapkan mampu untuk menjadi role model bagi seluruh BUMN Indonesia pada khususnya dan seluruh korporasi di Indonesia dan regional pada umumnya” ujar Awaluddin. Seperti halnya juga harapan yang disampaikan oleh Meneg BUMN Sugiharto, bagaimana Telkom bisa menerjemahkan visi khususnya menjadi champion di sektornya, terutama terkait dengan target market capitalization 30 Milyard dollar US yang diterjemahkan dalam Visi 3010, dimana pada tahun 2010 Telkom diharapkan dapat mencapai kapitalisasi pasar senilai 30 milyard dollar, dan ini sudah menjadi tekad Telkom untuk bisa mewujudkan target tersebut.