Telkom Umumkan Seratus Perguruan Tinggi Terbaik Implementasikan TIK

Jakarta, 14 Maret 2012 – PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) hari ini (14/3) mengumumkan “TeSCA 100 Smartest Campus” atau seratus perguruan tinggi Indonesia yang berhasil mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses belajar-mengajar.


”TeSCA merupakan program pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia yang mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TeSCA merupakan rangkaian dari INDIGO Award untuk lingkungan perguruan tinggi dan merupakan bagian dari program corporate social responsibility Telkom,” ujar Direktur Enterprise & Wholesale Telkom Arief Yahya, Rabu (14/3) di Jakarta.
Proses assessment TeSCA dilaksanakan mulai Oktober 2011 hingga Januari 2012, sedangkan pengumuman TeSCA 100 dan penganugerahan penghargaan dilaksanakan pada 14 Maret 2012. TeSCA 2011 diikuti oleh 355 universitas di seluruh Indonesia. Total jumlah perguruan tinggi di Indonesia adalah 3.011 sementara yang sudah mendapatkan layanan TIK dari Telkom sebanyak 500 kampus (17 %).
Arief Yahya men

gatakan, TeSCA menjadi ajang benchmarking TIK perguruan tinggi di Indonesia sehingga menunjang perguruan tinggi sebagai center of excellence. TeSCA juga merupakan wujud kepedulian Telkom kepada dunia pendidikan serta upaya untuk menjalin hubungan baik dengan komunitas kampus sekaligus menciptakan standar TIK yang tepat di lingkungan perguruan tinggi.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2008, peserta TeSCA menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Pada 2008, tercatat hanya ada 75 kampus menjadi peserta TeSCA, pada 2009 meningkat menjadi 230 kampus, pada 2010 terjadi penurunan menjadi 85 kampus. Seiring meningkatnya kesadaran perguruan tinggi di Indonesia untuk memanfaatkan TIK, pada 2011 tercatat kenaikan peserta TeSCA yang signifikan yakni menjadi 355 kampus.


Pelaksanaan TeSCA didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD), Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DETIKNAS), serta Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM).


Penilaian implementasi TIK dilakukan oleh Komite Juri dan Tim Juri yang kredibel dan independen yang berasal dari para praktisi bisnis, pakar TIK, akademisi, dan pemerintahan. Terdapat lima kriteria penilaian yang dinilai yaitu tata kelola, infrastruktur dan fasilitas, sistem dan aplikasi, informasi dan konten, serta pemangku kepentingan (stakeholders) TIK Perguruan Tinggi.


Proses penilaian dimulai dari pengiriman kuesioner sebagai bentuk self assessment, desk evaluation, lalu site visit, penilaian akhir dan pemberian penghargaan. Penghargaan diberikan kepada tiga universitas terbaik yang mendapat scoring tertinggi dari lima kriteria tersebut. Informasi hasil penilaian dapat diakses melalui www.tescaindonesia.org.


TeSCA telah dilaksanakan sejak 2008. Konsep TeSCA dari tahun 2008 hingga 2010 adalah berupa pemberian penghargaan (awarding) bagi kampus atau perguruan tinggi yang telah menerapkan TIK, sedangkan TeSCA 2011 diarahkan pada pemberian ranking TIK kampus di Indonesia.


Melalui TeSCA, kampus dapat mengetahui posisi sekaligus dapat mengetahui cara untuk meningkatkan implementasi ICT yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kampus dan juga masyarakat luas. Selain itu, TeSCA diharapkan mampu menjadi pendorong kreativitas dan inovasi TIK untuk memajukan proses pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi sehingga tercipta visi masyarakat informasi Indonesia.

Untuk Keterangan Lebih Lanjut, hubungi :

Agina Siti Fatimah

Operation Vice President Public Relations
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Phone : 62-22-4527455
Fax : 62-22-4521411
e-mail : corporate_comm[at]telkom.co.id
website: www.telkom.co.id