Ribuan Telepon di Aceh dan Sumut Mati Karena Banjir: Telkom Berusaha Mengambil Tindakan Cepat

Jakarta, 26 Desember 2006 – Musibah banjir besar yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera Utara selain telah memakan korban jiwa, juga telah mengakibatkan tidak beroperasinya infrastruktur pelayanan publik, termasuk jaringan telekomunikasi yang tersebar di Pangkalan Brandan, Kuala Simpang, Lhoksukon, Geudong, dan Matangkuli. Pihak PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) sejak 22 Desember 2006 terus melakukan koordinasi untuk menanggulangi kerusakan jaringan agar bisa beroperasi kembali secepatnya.
 
Vice President Public and Marketing Communication Telkom Muhammad Awaluddin mengatakan, berdasarkan laporan Telkom Divisi Regional I Sumatera, status telepon pelanggan yang mati (off) akibat banjir di Aceh dan Sumut mencapai sekitar 5.800 SST. Dikatakannya, pelayanan sengaja di-off-kan setelah karena catu daya dan RK (Rumah Kabel) terendam air. “Kami sudah meminta rekan-rekan lapangan agar di daerah-daerah pengungsian, disediakan pelayanan telepon umum yang bebas pulsa baik untuk lokal maupun SLJJ,” lanjutnya.
 
Kendati di beberapa wilayah Telkom sempat meng-off-kan untuk sementara STO (Sentral Telepon Otomat) setempat, namun menurut Awaluddin hubungan transmisi Medan-Banda Aceh masih beroperasi. Dari laporan yang masuk, beberapa STO yang terkena musibah banjir meliputi:
 
    STO Pangkalan Brandan.Memiliki kapasitas 3.600 SST dengan jumlah pelanggan sekitar 3.200. Di-off-kansejak Sabtu 23 Desember 2006 sekitar pukul 10.00 WIB.
 
    STO Kuala Simpang. Memiliki kapasitas 2.782 SST. Status sudah di-on-kan kembali Minggu pukul 11.00 WIB. Sekitar 1.100 SSF telepon Flexi sempat di-off-kan akibat jaringannya terkena gangguan multiplexer. Unit Network Regional setempat sudah melakukan perbaikan.
    STO Lhoksukon.Memiliki kapasitas 1.037 SST. Status off karena catu daya dan Rumah Kabel masih terendam air. Untuk mengakses kantor Lhoksukon, para petugas harus menggunakan rakit.
 
    STO Matangkuli. Memiliki 458 SST. Status normal.
 
Sementara itu, laporan terakhir dari Deputy Executive General Manager Divisi Regional I Sumatera Syamsul Bahri menyebutkan bahwa sampai dengan 25 Desember pukul 20.00 WIB STO Kuala Simpang, STO Langsa, dan STO Lhok-sukon, dinyatakan sudah normal kembali. Demikian pula jaringan CDMA Flexi di lokasi-lokasi tersebut sudah bisa beroperasi. Untuk STO Matangkuli, kondisi catu daya, transmisi, PLN sudah berfungsi, dan para petugas sedang melakukan konfigurasi.
 
Di Matangkuli air mulai bergerak meninggi sejak Kamis (21/12) pukul 10.00 WIB dan pada Jumat dini hari (22/12) air sudah merendam perangkat telekomunikasi di kota kecil di Aceh Utara itu. Karena air di dalam ruangan sudah mencapai 1,4 meter, maka sesuai prosedur seluruh perangkat, seperti catu daya, transmisi dan sentral harus dimatikan. 
 
Hal yang sama terjadi di STO Lhoksukon (Aceh Utara). Jumat malam (22/12) pukul 19.00 WIB air dengan cepat naik dan mulai merendam perangkat telekomunikasi di dalam STO. Usaha untuk menahan air dengan membuat karung berisi pasir sia-sia. Akhirnya seluruh perangkat yang ada dimatikan sesuai prosedur.
 
Di Kuala Simpang (Aceh Tamiang), air yang tinggi mengakibatkan kantor STO Telkom dan Plasa Telkom Kuala Simpang direndam air. STO Kuala Simpang yang berkapasitas 2.782 SST terpaksa diputus Sabtu (23/12) agar kerusakan sentral tidak semakin parah.  Namun, hubungan dari dan ke STO Kuala Simpang kembali normal pada hari Minggu.
 
Di Pangkalan Berandan, satu-satunya STO yang menginduk ke Area Pelayanan Medan ikut terendam akibat banjir kiriman. Untuk mencegah semakin parahnya kerusakan sentral, maka hubungan dari dan ke Pangkalan Brandan pun diputus sementara sejak Sabtu dan kembali normal pada hari Minggu. 
 
Sementara itu layanan Telkom Flexi yang menjangkau beberapa kota di Nanggroe Aceh Darussalam hanya terganggu pada lokasi Kuala Simpang – Langsa untuk 1.100 SSF. Layanan Flexi di kota-kota lainnya di NAD tetap normal. 
 
Awaluddin mengatakan, untuk menjaga keamanan alat produksi, kantor-kantor Pangkalan Brandan, Lhoksukon, Kuala Simpang, Geudong, Matangkuli saat ini dijaga oleh karyawan dan Satpam. Untuk meringankan beban, Tim Telkom Medan hari Minggu berangkat ke Pangkalan Brandan guna memberikan bantuan makanan, obat-obatan, serta berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk memperbaiki sarana telekomunikasi.
 
Banjir yang melanda Aceh dan Sumut, menurut Awaluddin, termasuk bencana yang besar. Sehubungan dengan musibah ini, seluruh direksi dan komisaris Telkom menyampaikan belasungkawa yang mendalam. “Kami terus memantau keadaan dan kondisi jaringan Telkom di sana, serta berusaha mengambil tindakan pemulihan segera bila terjadi gangguan,” ujarnya.
 
 
 
Untuk Keterangan Lebih Lanjut, Hubungi :
 
Muhammad Awaluddin
Vice President Public and Marketing Communication
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Tel.      62-21-5213288
Fax.     62-21-5203322
Email : awaluddin@telkom.co.id
Website : www.telkom-indonesia.com