TELKOM Menambah Lagi Fasilitas Telepon Umum

Jakarta, 22 Januari 2008 – Hingga akhir tahun 2007, TELKOM telah mengoperasikan lebih dari 41.000 TUC (satuan sambungan telepon umum coin). Dalam waktu dekat jumlah keseluruhan Telepon Umum akan bertambah dengan dipasangnya lebih dari 2.800 SST Telepon Umum Kartu (TUK) Wireless serta realisasi pengadaan TUC dan TUK tahun 2007 sejumlah lebih dari 1.800 SST TUC dan TUK. Menurut Vice Presiden Public & Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, telepon umum diposisikan sebagai layanan publik yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat berkomunikasi melalui telepon.

Eddy Kurnia mengatakan saat ini di seluruh Indonesia Telkom telah menggelar sekitar 46.000 Telepon Umum. ”Jumlah tersebut sama dengan sekitar 0,53% dari LIS telepon kabel yang saat ini jumlahnya mencapai 8,7 juta SST,” jelasnya. Diakuinya rasio tersebut masih di bawah dari yang disyaratkan pemerintah tentang kewajiban penyelanggara jasa telepon tetap untuk menyediakan fasilitas telepon umum.

Namun demikian seperti yang ditegaskan Eddy Kurnia, TELKOM akan berusaha memenuhi ketentuan pemerintah tersebut. Di samping itu, TELKOM sendiri memandang keberadaan telepon umum masih dibutuhkan oleh masyarakat. ”Walaupun saat ini masyarakat telah memiliki banyak pilihan komunikasi, antara lain dengan semakin murah dan terjangkaunya telepon selular dan tersebarnya warung telekomunikasi (wartel) tetapi Telkom mengganggap telepon umum masih dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Eddy Kurnia.

Untuk itu, dalam waktu dekat TELKOM akan mengoperasikan Telepon Umum Kartu (TUK) Wireless. Menurut Eddy Kurnia, pemasangan TUK Wireless saat ini sedang dikerjakan. ”Ditargetkan pada akhir Pebruari 2008 TUK Wireless sudah bisa digunakan oleh masyarakat,” jelasnya.

TUK Wireless dapat digunakan untuk melakukan panggilan lokal maupun interlokal (SLJJ), baik telepon tetap maupun selular (GSM dan CDMA). “Telepon Umum Wireless akan melengkapi layanan telepon umum koin yang selama ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Eddy Kurnia.

Tarif Telum Wireless menurutnya dirancang secara sederhana dan mudah diingat. ”Tarif dibedakan untuk panggilan lokal dan panggilan SLJJ dengan tujuan Flexi, PSTN (telepon rumah) dan sistem telepon bergerak atau selular. ”Tarif tidak akan dibedakan atas zoning dan time band, sehingga sederhana dan mudah diingat,” kata Eddy Kurnia. Sedangkan untuk menggunakan TUK Wireless, masyarakat dapat membeli kartu telepon umum dengan brand ”Kartu Sobat”, untuk mengisi ulangnya cukup membeli voucher isi ulang Flexi Trendy.

Penambahan telepon umum tersebut menurut Eddy Kurnia merupakan bukti nyata kepedulian Telkom terhadap kebutuhan bertelekomunikasi masyarakat.

Untuk Keterangan Lebih Lanjut, Hubungi :
Eddy Kurnia
Vice President Public and Marketing Communication
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Tel. 62-22-4527455
Fax. 62-22-4521411
Email : eddy_k@telkom.co.id
Website : www.telkom.co.id