Telkom Miliki Data Center Terbesar

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) melalui anak usahanya, Telkomsigma, bekerjasama dengan IBM Indonesia dalam membangun data center terbesar di Indonesia. Data center yang dinamakan “Smarter Data Center” ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pusat data para pelaku bisnis korporasi di Indonesia dan regional, dimulai dari lokasi Data Center Telkom yang ada di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Telkom memilih IBM sebagai mitra strategis karena worldwide brand yang dimiliki dan reputasinya dalam membangun, mendesain serta pengoperasian data center. “Alasan Telkomsigma menggandeng IBM, selain karena IBM sudah memiliki branding yang kuat, juga karena Telkom memiliki rencana untuk go international,” ucap Direktur Utama Telkom, Arief Yahya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat ini,Telkom sudah memiliki rencana akan ekspansi ke 10 negara. Negara pertama dari aksi ekspansi ‘Smarter Data Center’ ini adalah Singapura, yang kemudian akan menyusul negara lainnya.

Potensi Bisnis Data Center Besar

“Potensi bisnis data center masih sangat besar. Ini tentunya menjadi peluang bisnis bagi para penyelenggara jasa dan layanan data center, tidak terkecuali Telkomsigma dan IBM,” demikian Arief Yahya.

Dengan didukung oleh kompetensi masing-masing, data center yang akan dibangun bersama tersebut diharapkan dapat menjadi data center pilihan bagi seluruh mitra dengan mengusung prinsip hi-secure, hi-end technology and hi-capacity data center sebagai manfaat utama Information Technology (IT) yang ditawarkan.

Seiring dengan berjalannya waktu, transfer knowledge akan semakin memperkaya pengetahuan dan mendukung kami untuk terus berkembang dalam menguasai pangsa pasar lokal dan dunia.”

Sebagai leader di industri telekomunikasi di Indonesia, Telkom tengah menuntaskan pembangunan jaringan broadband di seluruh Indonesia yang akan memberikan nilai tambah dan menjadi sarana utama dalam penyelenggaraan layanan data center. Sinergi kedua kekuatan ini akan memperkuat data center sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan korporasi.

Pengalaman Telkomsigma mengelola struktur dan infrastruktur data center yang multi lokasi dan didukung oleh jaringan multi backbone yang dimiliki Telkom, merupakan alasan IBM untuk menjadikan Telkom sebagai partner penyedia layanan data center di Indonesia.

IndiCloud

“Indonesia dengan pengguna internet lebih dari 50 juta orang, baru memiliki data center seluas 20-30 ribu meter persegi. Padahal data merupakan aset penting perusahaan dan negara yang harus dihindarkan dari risiko kehilangan atau kerusakan,” ujar Arief Yahya.

Menurut Arief, saat ini, setengah dari data center yang di Indonesia, atau lebih dari 60% berada di Jakarta. Sedangkan urutan kedua di Jawa Barat, dengan kualitas infratstruktur yang belum memadai. Akibatnya, seringkali pelayanan bisnis harus terhenti akibat gangguan pada data center sehingga menggangu produktivitas perusahaan.

“Melalui program Indonesia Digital Cloud, Telkom memberikan solusi total untuk kebutuhan layanan data center dan cloud computing terintegrasi, dengan kapasitas dan fasilitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Arief.

Dibangun dengan tingkat sekuritas tinggi dan end-to-end coverage handal, Indonesia Digital Cloud atau IndiCloud diharapkan mampu melindungi dan mengurangi risiko yang terjadi terhadap aset data penting perusahaan. Melalui IndiCloud, pelaku bisnis dapat memanfaatkan layanan Infrastructur as a Service (iaaS) dan Software as a Service (SaaS).

Program IndiCloud merupakan bagian dari program Indonesia Digital Ecosystem, bagian dari mega proyek Indonesia Digital Network (IDN) untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional sesuai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI).