Seperti tahun-tahun sebelumnya, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, kembali berkurban pada tahun ini. Pada momen Hari Raya Idul Adha 1430 H. ini, Telkom Kantor Perusahaan berkurban sekitar 24 ekor Sapi.
Keseluruhan hewan kurban tersebut berasal dari Direksi dan karyawan Telkom. Prosesi penyembelihan dan pembagian dilakukan pada Sabtu (28/11/09) di Gedung Kantor Pusat (GKP) PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, di Jl. Japati 1 Bandung. Hewan-hewan kurban tersebut dibagikan kepada masyarakat di sekitar GKP Telkom yang dibagi menjadi 9000 paket.
Dalam sambutannya, Direktur IT & Supply, Indra Utoyo mengatakan, sejatinya bukan daging dan darah yang dinilai, melainkan tingkat ketakwaan dan keimanan seorang Mudohi (pengkurban). “Berkurban tidak dinilai dari darah dan daging hewan yang dikurbankan, tapi keimanan dan ketakwaan orang yang berkurban,” ujarnya.
Ia melihat terdapat 2 dimensi berkurban, yaitu vertikal dan horizontal. “Sejatinya dalam berkurban ada 2 dimensi, yaitu dimensi vertikal yang mana berkaitan dengan keimanan seseorang kepada Allah SWT. atau hablumminallah., dan dimensi horizontal dimana berkaitan dengan hubungan seseorang dengan sesama manusia, hablumminannas” paparnya.
Berkaitan dengan tema Telkom dalam ibadah berkurban tahun ini, “Kembali Berbagi Setelah Fitri”, Indra Utoyo mengatakan, kefitrian seseorang harus selalu dijaga. “Kita harus menjaga kefitrian, bukan hanya secara ritual tapi spiritual. Dengan menjaga kefitrian, diharapkan mampu meningkatkan nilai-nilai ketakwaan kita. Tidak hanya itu, perbaikan sikap mental dan moral juga bisa ditandai dengan sikap berbagi,” tegasnya.
Ibadah berkurban merupakan perwujudan dari nilai-nilai berbagi, apalagi di saat kondisi beberapa wilayah di Indonesia saat ini yang dilanda bencana, berbagi adalah hal yang harus kita lakukan. Berbagi dengan saudara-saudara yang terkena musibah dapat memberikan suatu kebahagiaan tersendiri, baik bagi si pemberi maupun si penerima. Momen berkurban sangat tepat untuk mewujudkan hal ini.
Pada kesempatan itu, Indra Utoyo juga mengatakan terimakasih kepada para Mudohi, baik perorangan maupun kelompok, yang turut memberikan hewan kurban untuk dibagi-bagikan. Ucapan terimakasih juga ia sampaikan untuk panitia penyembelihan dan pembagian kurban PT. Telkom yang bertugas. “Insya Allah ibadah kurban kita diridhoi oleh Allah SWT.,” harapnya yang diamini seluruh hadirin.
Sementara itu Ketua Panitia Kurban PT. Telkom, H. Chomsun mengatakan, ibadah berkurban dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS. yang kala itu menerima perintah Allah SWT. untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS. Sebagai manusia, terdapat perang batin dalam diri Ibrahim AS. Namun karena keteguhan hati dan keimanannya yang tinggi kepada Allah SWT. ia menjalankan perintah-Nya. “Melihat keimanan Nabi Ibrahim AS. kemudian Allah SWT mengganti Ismail AS. dengan seekor Domba untuk disembelih,” jelasnya.
Kisah ini menginspirasi kita untuk berkurban. Tidak hanya Domba atau hewan halal lainnya, namun lebih dari itu. Sejatinya berkurban adalah berbagi sesuatu yang menurut kita berharga kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Seperti yang dikatakan Indra Utoyo, berkurban tidak hanya memiliki nilai-nilai ibadah kepada Allah SWT, namun juga nilai-nilai sosial. Berkurban juga bermakna berbagi kebahagiaan kepada sesama manusia