. 09 Februari 2012   | Home | Contact |       
 
.
.
  • Info Perusahaan
    • Telkom
    • Telkom International
    • Mitratel
    • Pramindo
    • Telkomsel
    • Metra
    • Infomedia
    • Telkom Vision
    • Graha Sarana Duta
    • SIGMA
    • Finnet
    • Laporan Keberlanjutan
    • e-Rekrutmen
    • Mitra Bisnis
    • IFRS
    • Kinerja Layanan Jaringan Telepon Tetap
  • Produk & Layanan
  • Hubungan Investor
    • Profil Perusahaan
    • Informasi Saham
    • Tata Kelola Perusahaan
    • Laporan-Laporan
    • Siaran Pers
    • Informasi RUPS
    • Email Alert
    • Presentasi & Conference Call
    • Kontak Hubungan Investor & Alamat Kustodian
    • Daftar Istilah & FAQ
  • Pojok Media
    • Siaran Pers
    • Berita TELKOM
    • Media Kit
    • Pustaka Multimedia
    • Kontak
    • Artikel Infokom
  • Telkom Peduli
    • Pembinaan Usaha Kecil
    • Kegiatan Sosial
    • Kegiatan Keagamaan
    • Kegiatan Pendidikan Budaya Olahraga
    • CO-OP
  • Layanan Pelanggan
    • Kantor Pelayanan
    • Keluhan Pelanggan
    • Pertanyaan & Saran Pelanggan
    • Permohonan
    • Informasi Tagihan
    • Telkom e-Service
    • Informasi Kode Area dan Negara
    • Cara Pembayaran Tagihan
.
.
.
.
  • Telkom Peduli
  • Pembinaan Usaha Kecil
  • .
  • Kegiatan Sosial
  • .
  • Kegiatan Keagamaan
  • .
  • Kegiatan Pendidikan Budaya Olahraga
  • .
  • CO-OP
 
Speedy - Akses Internet

Flexi, Bukan Telepon Biasa
.
.
Telkom Peduli

Telkom Jatim Perusahaan Terbaik Pembina UKM Nasional

Share |
  

Telkom Jatim menerima piagam penghargaan sebagai Perusahaan Terbaik Pemberdaya Koperasi, Usaha Mikro dan Usaha Kecil tahun 2009 dari Menteri Koperasi, DR Sjarifuddin Hasan, MM MBA, atas peran aktifnya melakukan pemberdayaan Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) melalui program Corporate Social Responsibility dan Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL). Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh EGM Divre V, M Warif Maulidy, di Hotel Sahid, Jakarta, kemarin (8/12/2009). Selain Telkom, perusahaan lain yang menerima penghargaan tingkat Nasional adalah PT. BerauCoal, PT. Arutmin, PT. Pamapersada, dan PT. BSP.

Telah banyak program dan kegiatan yang dilakukan pemerintah untuk memberdayakan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM), seperti penciptaan iklim usaha yang kondusif, peningkatan kemampuan mengelola usaha, mempermudah akses kesumber-sumber permodalan dan peningkatan pemasaran. Namun disadari kemampuan sumber daya yang terbatas yang dimiliki pemerintah belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan KUMKM.

”Oleh karenanya sumber daya yang ada di masyarakat terutama dunia usaha perlu dioptimalkan.” tukas Sjarifuddin dalam mengawali sambutannya. ”Program Corporate Social Responsibility (CSR) dan program Kemitraan dan Bina Lingkungan selama ini berjalan cukup baik, walaupun masih perlu ditingkatkan efisiensi dan effektivitasnya, agar lebih sesuai dengan kebutuhan riil KUMKM dan terjaga kesinambungannya.” tambahnya.

Sjarifuddin melanjutkan, CSR adalah alat yang ampuh untuk meningkatkan taraf hidup rakyat. “Untuk itu perlu melakukan sinergi antar perusahaan yang menerima penghargaan dengan stimulasi ekonomi bagi strata rendah, akan meningkat dengan dukungan modal berbunga rendah dari CSR yang dikelola perusahaan tersebut.” tegasnya.

Jumlah koperasi di Indonesia, kata Sjarifuddin, sebesar 51 juta dan jumlah UKM ada 165 ribu. “Wah ini Jawa Timur selalu di depan.” komentar Sjarifuddin saat menyerahkan penghargaan kepada Warif. ”Dan ini terbukti jumlah kemiskinan di Jawa Timur dari 14 persen bisa diturunkan menjadi 8 persen dan angka pengangguran dari 8,5 persen menjadi 5 persen,” lanjut Sjarifuddin kembali di depan pengelola UKM dan Pembina Koperasi se Indonesia.

Masih kata Sjarifuddin, di Indonesia ini perlunya penciptaan lapangan pekerjaan untuk menyesuaikan antara supply dan demand. “Di Amerika Serikat jumlahnya ada 10 persen angka pengangguran. Namun tingkat pertumbuhan Indonesia saat ini termasuk dalam 1 dari 3 negara yang masih positif. Insya Allah 5 tahun ke depan negara kita akan semakin bagus dan sejajar dengan negara-negara maju seperti China, India dan negara-negara maju lainnya.” papar Sjarifuddin.

Menurut Sjarifuddin, bahwa pengusaha kaum perempuan di Indonesia ternyata jauh lebih disiplin dengan Non Performing Loan (NPL) yang 0 persen meski omzetnya hanya 1 milyar per 1 hari. “Kenyataannya, 76 ribu sarjana di Jakarta yang nganggur perlu brain wash occasional training. Kalau 20 ribu saja yang berhasil dan 20 ribu tersebut bisa menggaet 1 orang temannya, maka dalam 3 bulan persoalan ini akan selesai. Ini sudah diapreciate oleh gubernur DKI Jakarta.” urainya. “Kita akan selalu create job baik secara individu, kelompok maupun via koperasi. Dan untuk angkatan 1 tanggal 10 akan dilakukan vocational training untuk para sarjana.” tegasnya ulang.

“Kita menginginkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan bergeraknya seluruh sektor secara bersama, terutama dari sektor swasta. Sehingga kesejahteraan dapat merata ke seluruh pelosok Nusantara.” tandas laki-laki yang baru bergabung di Kabinet Indonesia Bersatu SBY pada periode tahun ini hingga 2012 mendatang.***(Okin)

.
 
 
.
.
Hakcipta © 2010 PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk
T1:0.18115Seconds

.