Surabaya, 7 Desember 2015 - Topografi wilayah Indonesia yang 3/4 diantaranya terdiri dari lautan memunculkan kebutuhan yang tinggi terhadap sistem komunikasi handal. Hal ini juga ditunjang dengan upaya mendukung kebijakan pemerintah tentang Poros Maritim bidang pertahanan, maka TNI AL tahun 2015 ini sudah harus mulai menggunakan komunikasi satelit untuk menghubungkan seluruh Kapal KRI, kesatuan Marinir, pembinaan pangkalan dan lain-lain. "Kami tidak bisa memenuhi hanya dengan komunikasi radio mengingat kebutuhan bandwidth yang relatif besar" ungkap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi setelah selesai memimpin upacara Hari Armada 2015 di Koarmatim Surabaya. Kepada Telkom Indonesia yang telah mensolusikan hub station dan beberapa solusi lainnya ke TNI AL ini, Laksamana TNI Ade Supandi mengucapkan terima kasih.

Dikatakannya, "Sistem yang disiapkan oleh Telkom ini sangat memenuhi kebutuhan komando Angkatan Laut. Karena pada dasarnya teknologi yang sekarang dipakai di Indonesia itu merupakan peninggalan zaman perang dunia kedua. Telkom datang kepada saya dengan penawaran sistem yang bagus dan lengkap". Dengan adanya kolaborasi ini, tambahnya, akan ada sinergitas dan kemandirian dalam memenuhi teknologi terkini.

Sementara itu, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Muhammad Awaluddin kepada media seusai acara mengatakan, "Pengembangan Sistem komunikasi satelit TNI AL ini kami tujukan bagi kapal-kapal KRI, pulau-pulau terluar dan pasukan yang melaksanakan operasi dan latihan".

Beberapa solusi yang diberikan oleh Telkom adalah dengan menggunakan jaringan backbone Ku Band dan C Band. "Untuk unsur-unsur KRI kami gunakan Sistem komunikasi satelit dengan jaringan backbone Ku Band, sedang untuk yang backbone C band dengan fasilitas komunikasi data dan audio PSTN (Public Switch Telephone Network) kami gunakan untuk pulau-pulau terluar" tambahnya.

Dengan pengembangan sistem tersebut, tambahnya, diharapkan pimpinan dapat melaksanakan Kodal (Komando dan Pengendalian) secara langsung baik dengan fasilitas data, audio/telepon /PSTN, video maupun video conference yang sudah di instalasi di KRI Usman Harun dan KRI Sultan Iskandar Muda.

Siskomsat juga digunakan untuk mengirim Data Surveillance Sistem (data RadR, AIS, CAM, PSTN) secara langsung ke Puskodal-Puskodal (Pusat Komando dan Pengendalian) Kotamaops & Puskodal Mabesal secara langsung sehingga Kodal dapat dilaksanakan secara cepat.

Untuk Pasukan Marinir yang melaksanakan operasi latihan dilengkapi dengan mobile komunikasi satelit, radio trunking dan backpack dengan backbone Ku Band.

Pada kesempatan launching Sistem Komunikasi satelit tersebut KSAL juga mendemokan video conference dari 2 (dua) KRI yg sedang berlayar di selat Malaka dan Laut Jawa termasuk pengambilan data radar, AIS dan tv camera surveillance KRI tersebut. Termasuk diantaranya coastal surveillance yang digelar di Selat Sunda lokasi Pulau Sangiang dan dari mobile VSAT Pusat Latihan Marinir di Purboyo, serta koneksi telpon langsung ke prajurit TNI AL yang menjaga pulau terluar di Pulau Bras, Pulau Sebatik, dan Pulau Dana.

Dengan berbagai solusi yang diberikan oleh Telkom untuk TNI AL, makin mengokohkan komitmen Telkom untuk menjadi The King of Digital, menjadi raja di darat (melalui fiber to the home) di laut (dengan submarine broadband highway), dan di udara (melalui celluler).

 

 Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi (kanan) menunjukkan peta lokasi kapal-kapal KRI yang sudah dilengkapi dengan Sistem Komunikasi Satelit dari Telkom kepada Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Muhammad Awaluddin (kiri) di di Koarmatim Surabaya, Senin (7/12/15).