Cara Kerja ASTINet Telkom untuk Dukung Koneksi Internet Dedicated Perusahaan
![]()
Ketika karyawan membuka aplikasi cloud, mengikuti video conference, mengirim data ke kantor cabang, atau mengakses server perusahaan dari luar kantor, ada proses pertukaran data yang berlangsung dalam hitungan detik. Data tidak sekadar “dikirim ke internet”, tetapi melewati sejumlah perangkat dan jaringan sebelum mencapai tujuan.
Di sinilah koneksi internet menjadi bagian penting dari infrastruktur bisnis. Perusahaan membutuhkan koneksi yang tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki kapasitas yang terukur dan dapat diandalkan untuk berbagai aktivitas digital.
Salah satu layanan yang dirancang untuk kebutuhan tersebut adalah ASTINet Telkom, layanan internet dedicated dengan rasio bandwidth 1:1, IP Public, serta akses internet yang dipantau selama 24 jam. Telkom juga menyediakan sejumlah varian ASTINet untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan bisnis.
Apa Itu ASTINet Telkom dan Mengapa Disebut Internet Dedicated?
ASTINet atau Access Service to Internet merupakan layanan internet dedicated Telkom yang ditujukan untuk kebutuhan bisnis dan organisasi. Berbeda dari koneksi broadband yang kapasitasnya digunakan bersama dalam infrastruktur akses tertentu, ASTINet menyediakan kapasitas dedicated sesuai layanan yang dipilih pelanggan.
Sebagai layanan dedicated internet 24/7 dengan rasio bandwidth 1:1, ASTINet menggunakan default internet gateway dan IP Address Public Telkom. Layanan ini juga memiliki kemampuan pemantauan trafik secara real time melalui MRTG (Multi Router Traffic Grapher).
Karakteristik tersebut membuat ASTINet lebih relevan untuk perusahaan yang menjadikan internet sebagai bagian penting dari operasional, misalnya untuk aplikasi cloud, komunikasi data, VPN, server, maupun aktivitas digital lainnya.
Salah satu istilah yang penting ketika memahami ASTINet adalah rasio bandwidth 1:1. Secara sederhana, rasio ini menunjukkan karakteristik koneksi dedicated dengan kapasitas bandwidth yang dialokasikan untuk pelanggan, bukan berarti setiap perangkat di kantor otomatis mendapatkan kapasitas penuh tersebut.
Misalnya perusahaan berlangganan koneksi dengan kapasitas 100 Mbps. Angka tersebut merupakan kapasitas koneksi perusahaan ke internet. Jika puluhan komputer menggunakan koneksi secara bersamaan, seluruh trafik tetap berbagi kapasitas 100 Mbps tersebut di sisi jaringan internal. Karena itu, kapasitas internet perlu disesuaikan dengan jumlah pengguna, jenis aplikasi, pola trafik, dan kebutuhan bisnis.
ASTINet juga mendukung kebutuhan IP Public. Pada halaman layanan resminya, Telkom mencantumkan pilihan alokasi IP statik /31 dan /29. IP public yang bersifat statik dapat dibutuhkan ketika perusahaan menjalankan layanan yang harus dapat diakses melalui alamat IP tertentu, misalnya server, VPN, atau sistem jaringan lainnya. Konfigurasinya tetap perlu disesuaikan dengan desain dan kebijakan keamanan jaringan perusahaan.
Baca Juga: Apa Itu Astinet Telkom? Internet Dedicated Premium untuk Bisnis
Cara Kerja ASTINet Telkom
Untuk memahami cara kerja ASTINet Telkom, bayangkan sebuah perusahaan memiliki jaringan lokal yang terdiri dari komputer, server, access point, switch, router, dan firewall.
Ketika seorang karyawan mengakses website atau aplikasi cloud, perangkatnya terlebih dahulu berkomunikasi melalui jaringan lokal. Trafik kemudian diarahkan menuju perangkat gateway perusahaan, seperti router atau firewall, sebelum diteruskan ke koneksi ASTINet. Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Perangkat pengguna → LAN perusahaan → Switch → Router/Firewall → ASTINet → Gateway Telkom → Internet → Server tujuan
ASTINet berperan sebagai koneksi dedicated yang membawa trafik dari jaringan pelanggan menuju internet melalui infrastruktur Telkom. Telkom menyebut ASTINet memiliki akses ke jaringan internet domestik dan global serta didukung ekosistem jaringan dan upstream provider.
1. Perangkat Mengirim Permintaan Data
Proses dimulai ketika pengguna melakukan aktivitas tertentu, misalnya membuka website. Komputer atau perangkat pengguna mengirimkan permintaan melalui jaringan lokal perusahaan.
Jika jaringan menggunakan switch, data diteruskan ke perangkat tujuan dalam jaringan sesuai kebutuhan. Selanjutnya, trafik yang ditujukan ke luar jaringan lokal diarahkan ke default gateway.
2. Router dan Firewall Mengatur Trafik
Router bertugas menentukan ke mana trafik harus diteruskan. Sementara itu, firewall dapat menerapkan kebijakan keamanan terhadap trafik yang keluar maupun masuk.
Pada tahap ini, perusahaan dapat menerapkan berbagai aturan jaringan, misalnya membatasi akses tertentu, mengatur segmentasi jaringan, atau menerapkan kebijakan keamanan sebelum trafik diteruskan ke internet.
Dengan demikian, ASTINet tidak menggantikan router atau firewall perusahaan. Layanan tersebut menjadi bagian dari jalur koneksi internet yang terhubung dengan infrastruktur jaringan pelanggan.
3. Trafik Diteruskan Melalui Jaringan ASTINet
Setelah melewati gateway perusahaan, trafik masuk ke koneksi ASTINet. Dari sini, data diteruskan melalui jaringan Telkom menuju jaringan internet dan server tujuan.
Telkom menyebut ASTINet memiliki internet gateway serta jaringan yang mendukung konektivitas domestik dan global. Dalam informasi layanan resminya, Telkom juga mencantumkan pemantauan jaringan 24 jam dan MRTG untuk melihat trafik bandwidth secara real time.
4. Server Tujuan Mengirimkan Respons
Komunikasi internet berlangsung dua arah. Setelah server tujuan menerima permintaan, server mengirimkan data kembali menuju perangkat pengguna. Alurnya secara sederhana menjadi:
Server tujuan → Internet → Jaringan Telkom/ASTINet → Router/Firewall perusahaan → LAN → Perangkat pengguna
Seluruh proses tersebut berlangsung sangat cepat sehingga pengguna biasanya hanya melihat hasil akhirnya, seperti halaman website yang terbuka, video conference yang tersambung, atau file yang berhasil diakses.
Baca Juga: Keunggulan Astinet Telkom yang Perlu Diketahui Perusahaan
Apa yang Terjadi Ketika Banyak Karyawan Menggunakan ASTINet Bersamaan?
Di lingkungan perusahaan, koneksi internet hampir tidak pernah digunakan oleh satu perangkat saja. Pada jam kerja, karyawan mungkin mengakses aplikasi cloud, melakukan video conference, mengunggah dokumen, mengakses sistem ERP, atau melakukan sinkronisasi data secara bersamaan.
Di sinilah perencanaan kapasitas menjadi penting. Bandwidth dedicated bukan berarti setiap perangkat memperoleh bandwidth tersendiri, melainkan kapasitas koneksi internet perusahaan tersedia sesuai paket yang berlangganan.
Karena itu, perusahaan tetap perlu mengelola jaringan internal dengan baik. Penggunaan bandwidth dapat dipantau untuk mengetahui pola trafik dan menentukan apakah kapasitas yang tersedia masih sesuai kebutuhan.
ASTINet menyediakan pemantauan trafik melalui MRTG dan menawarkan fleksibilitas peningkatan kapasitas. Untuk kebutuhan trafik yang dapat meningkat pada periode tertentu, tersedia pula varian ASTINet Burstable yang menurut informasi resmi dapat memberikan kapasitas hingga dua kali committed bandwidth.
ASTINet untuk Dukung Kebutuhan Konektivitas Bisnis
Bagi perusahaan, internet bukan lagi sekadar sarana untuk mengakses website. Koneksi internet menjadi bagian dari operasional ketika karyawan menggunakan aplikasi cloud, menjalankan sistem bisnis, mengakses server, melakukan video conference, hingga bertukar data antarkantor.
Karena itu, kebutuhan konektivitas perlu dipertimbangkan berdasarkan kapasitas, pola penggunaan, serta tingkat ketergantungannya terhadap operasional bisnis.
ASTINet dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan tersebut, termasuk konektivitas internet, layanan cloud, VPN, server, dan komunikasi data antarlokasi. Perusahaan dengan kebutuhan yang berbeda juga dapat memilih varian layanan sesuai karakteristik infrastrukturnya.
Misalnya, ASTINet Premium dilengkapi managed CPE untuk mendukung monitoring dan reporting secara end-to-end, sementara ASTINet Burstable memberikan fleksibilitas kapasitas bagi organisasi dengan kebutuhan trafik yang dapat meningkat pada periode tertentu.
Memahami cara kerja ASTINet juga membantu perusahaan melihat kebutuhan konektivitas secara lebih menyeluruh. Kapasitas bandwidth bukan satu-satunya aspek yang perlu diperhatikan.
Infrastruktur jaringan pelanggan, perangkat seperti router dan firewall, jalur koneksi, IP Public, hingga kemampuan monitoring turut menentukan bagaimana koneksi internet digunakan dalam lingkungan perusahaan.
Dengan pendekatan tersebut, pemilihan layanan internet dedicated sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan berapa Mbps yang dibutuhkan. Perusahaan perlu mempertimbangkan bagaimana koneksi akan digunakan, aplikasi apa saja yang bergantung padanya, dan berapa banyak pengguna yang akan mengakses jaringan.
Baca Juga: Astinet Telkom: Layanan Internet Dedicated 1:1 Terbaik untuk Perusahaan