Cara Mengenali Deepfake Scam yang Semakin Sulit Dibedakan dari Aslinya

Diposting pada : 2026-07-11 | Tags :

Ancaman deepfake scam terhadap keamanan digital

Kemajuan teknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan membawa banyak manfaat dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga layanan digital. Namun, teknologi yang sama juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk membuat deepfake scam, yaitu penipuan yang menggunakan video, suara, atau gambar palsu yang tampak sangat meyakinkan.

Menurut World Economic Forum (WEF), perkembangan AI generatif meningkatkan risiko penyebaran konten manipulatif yang dapat digunakan untuk penipuan, disinformasi, maupun pencurian identitas.

Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap konten digital yang dimanipulasi dengan teknologi AI.

Deepfake scam menjadi ancaman yang semakin sulit dikenali karena pelaku dapat meniru wajah, ekspresi, hingga suara seseorang dengan tingkat kemiripan yang tinggi.

Oleh karena itu, memahami cara mengenali tanda-tandanya menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari kerugian finansial maupun penyalahgunaan data pribadi.

Baca Juga: Apa Itu Cyber Security Telkom? Sistem Keamanan Digital Terintegrasi

Mengenal Deepfake Scam

Deepfake scam adalah bentuk penipuan digital yang memanfaatkan teknologi deep learning untuk membuat atau memodifikasi konten audiovisual sehingga tampak seperti rekaman asli.

Teknologi ini dapat digunakan untuk meniru wajah seseorang dalam video, menghasilkan suara yang menyerupai orang tertentu, atau menggabungkan keduanya agar terlihat meyakinkan.

Menurut National Institute of Standards and Technology (NIST), deepfake merupakan media sintetis yang dibuat atau dimanipulasi menggunakan AI sehingga dapat menyerupai orang asli.

Dalam konteks penipuan, pelaku memanfaatkan teknologi ini untuk membangun kepercayaan korban sebelum meminta uang, data pribadi, atau akses ke akun penting.

Contoh kasus yang sering terjadi antara lain pelaku yang berpura-pura menjadi anggota keluarga dan meminta bantuan dana, menyamar sebagai atasan perusahaan untuk memerintahkan transfer uang, atau mengaku sebagai pejabat tertentu yang membutuhkan informasi rahasia.

Mengapa Deepfake Scam Semakin Sulit Dikenali?

Perkembangan AI generatif membuat pembuatan konten palsu menjadi lebih mudah dan murah. Dengan menggunakan beberapa rekaman suara atau video yang tersedia di internet, pelaku dapat melatih model AI untuk meniru karakteristik wajah dan suara target tertentu.

Selain itu, kualitas hasil deepfake terus meningkat. Jika sebelumnya video palsu sering terlihat kasar atau mudah dikenali, kini banyak konten deepfake yang mampu menampilkan gerakan wajah, ekspresi, dan intonasi suara dengan tingkat kemiripan yang tinggi. Kondisi ini membuat korban lebih sulit membedakan mana rekaman asli dan mana hasil manipulasi AI.

Pelaku juga biasanya memanfaatkan situasi emosional atau mendesak agar korban tidak sempat melakukan verifikasi. Teknik ini membuat deepfake scam tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga memanfaatkan kelemahan psikologis manusia.

Ciri-ciri Deepfake Scam yang Perlu Diwaspadai

Gerakan Wajah dan Ekspresi Tidak Sepenuhnya Alami

Meskipun kualitas deepfake semakin baik, masih terdapat beberapa tanda yang dapat diperhatikan. Salah satunya adalah gerakan wajah yang tampak tidak sepenuhnya alami, seperti kedipan mata yang terlalu jarang, gerakan bibir yang tidak sinkron dengan suara, atau ekspresi yang berubah secara tidak wajar.

Pada beberapa video, bagian wajah tertentu juga dapat terlihat kabur ketika kepala bergerak. Perbedaan kecil pada pencahayaan, bayangan, atau tekstur kulit dapat menjadi petunjuk bahwa video telah dimanipulasi.

Suara Terdengar Janggal atau Terlalu Sempurna

Deepfake scam berbasis suara sering kali terdengar sangat mirip dengan suara asli seseorang. Namun, dalam beberapa kasus, suara hasil AI masih memiliki intonasi yang datar, jeda bicara yang tidak wajar, atau pengucapan kata tertentu yang terasa janggal.

Jika menerima panggilan dari seseorang yang dikenal tetapi cara bicaranya terasa berbeda dari biasanya, sebaiknya jangan langsung percaya. Lakukan konfirmasi melalui saluran lain sebelum menanggapi permintaan apa pun.

Permintaan Bersifat Mendesak

Ciri lain yang umum ditemukan dalam deepfake scam adalah adanya permintaan yang bersifat mendesak. Pelaku biasanya menciptakan situasi darurat agar korban merasa panik dan segera mengambil tindakan tanpa berpikir panjang.

Permintaan yang perlu diwaspadai antara lain transfer uang segera, pemberian kode OTP, pengiriman data pribadi, atau akses ke akun tertentu. Semakin mendesak permintaan tersebut, semakin penting bagi korban untuk berhenti sejenak dan melakukan verifikasi.

Baca Juga: Tips Memilih Layanan Cyber Security yang Tepat untuk Korporasi

 

Cara Melindungi Diri dari Deepfake Scam

Lakukan Verifikasi Melalui Saluran Lain

Langkah paling efektif untuk menghindari deepfake scam adalah melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi lain. Jika menerima video, pesan suara, atau panggilan yang meminta sesuatu yang penting, hubungi langsung orang tersebut melalui nomor resmi atau aplikasi lain yang biasa digunakan.

Verifikasi sederhana ini dapat membantu memastikan apakah permintaan tersebut benar-benar berasal dari orang yang bersangkutan atau merupakan upaya penipuan.

Jangan Menganggap Video dan Suara Selalu Asli

Di era AI generatif, video dan rekaman suara tidak lagi dapat dianggap sebagai bukti yang selalu menunjukkan keaslian. Sebelum mengambil keputusan, cari informasi pendukung dari sumber lain dan periksa apakah terdapat kejanggalan pada konten yang diterima.

Jika permintaan berkaitan dengan transaksi keuangan atau data sensitif, lakukan pemeriksaan tambahan sebelum memberikan respons.

Jaga Privasi Data Pribadi

Pelaku deepfake scam sering memanfaatkan foto, video, dan rekaman suara yang tersedia di internet untuk membuat konten palsu. Oleh karena itu, penting untuk membatasi penyebaran informasi pribadi di media sosial dan mengatur pengaturan privasi akun dengan baik.

Hindari mengunggah rekaman suara atau video pribadi secara berlebihan, terutama jika tidak memiliki tujuan yang jelas. Langkah ini dapat mengurangi risiko data pribadi digunakan untuk melatih model AI penipuan.

Perkuat Keamanan Akun Digital

Selain menjaga privasi, keamanan akun digital juga perlu diperkuat. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun penting, serta aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) agar akses ke akun lebih terlindungi.

Menurut Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), penerapan autentikasi berlapis dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan akun akibat pencurian kredensial.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Target?

Segera Hentikan Interaksi dan Simpan Bukti

Jika menerima konten yang dicurigai sebagai deepfake scam, jangan langsung memenuhi permintaan apa pun. Hentikan komunikasi sementara dan simpan bukti berupa pesan, rekaman, tangkapan layar, atau detail transaksi yang terkait dengan penipuan tersebut.

Bukti tersebut akan berguna jika perlu melaporkan kejadian kepada pihak berwenang, penyedia layanan digital, atau institusi keuangan.

Lakukan Verifikasi dan Pengamanan Akun

Setelah menghentikan interaksi, lakukan verifikasi kepada pihak yang disebut dalam konten tersebut. Jika pelaku mengaku sebagai anggota keluarga, atasan, atau pihak resmi, hubungi mereka melalui saluran komunikasi yang terpercaya.

Apabila sudah terlanjur memberikan data pribadi atau mengirim uang, segera ubah kata sandi akun yang terdampak, hubungi bank atau penyedia layanan keuangan, dan aktifkan langkah keamanan tambahan untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.

Laporkan kepada Pihak Berwenang

Pelaporan merupakan langkah penting agar penipuan serupa dapat ditindaklanjuti dan dicegah penyebarannya. Korban dapat melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian, BSSN, Komdigi, atau platform digital yang digunakan pelaku untuk melakukan penipuan.

Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang untuk meminimalkan kerugian dan membantu pihak terkait mengidentifikasi pola penipuan yang sedang berkembang.

Tetap Waspada terhadap Deepfake Scam

Deepfake scam merupakan ancaman digital yang semakin kompleks karena memanfaatkan AI untuk menghasilkan video, suara, dan gambar yang tampak asli. Meskipun teknologinya terus berkembang, masyarakat tetap dapat mengurangi risiko menjadi korban dengan mengenali tanda-tanda kejanggalan, melakukan verifikasi melalui saluran lain, menjaga privasi data pribadi, serta memperkuat keamanan akun digital.

Kewaspadaan dan literasi digital menjadi kunci utama dalam menghadapi penipuan berbasis AI. Dengan memahami cara kerja deepfake scam dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, individu maupun organisasi dapat melindungi identitas digital, data pribadi, dan aset yang dimiliki dari ancaman siber yang terus berkembang.

Bagi organisasi, perlindungan terhadap ancaman berbasis AI tidak cukup hanya mengandalkan kesadaran pengguna, tetapi juga membutuhkan sistem keamanan yang mampu mendeteksi, mencegah, dan merespons serangan secara proaktif.

Enterprise Solutions Telkom menghadirkan berbagai solusi Cybersecurity, mulai dari Security Operations Center (SOC), Managed Security Services, hingga perlindungan infrastruktur digital yang membantu perusahaan memperkuat ketahanan siber, menjaga keamanan data, serta membangun kepercayaan pelanggan di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.

Baca Juga: Keunggulan Cyber Security Telkom bagi Bisnis