Cara Mengurangi Biaya Jaringan Perusahaan dengan SD-WAN
![]()
Biaya jaringan perusahaan tidak hanya berasal dari tagihan internet setiap bulan. Di dalamnya terdapat biaya koneksi antarlokasi, perangkat jaringan, lisensi, pemeliharaan, keamanan, monitoring, hingga tenaga IT yang diperlukan untuk mengelola seluruh infrastruktur.
Persoalannya menjadi lebih kompleks ketika perusahaan memiliki banyak kantor cabang dan mulai mengandalkan layanan cloud. Setiap lokasi membutuhkan koneksi yang andal, sementara aplikasi bisnis seperti SaaS, video conference, sistem ERP, dan layanan berbasis cloud terus meningkatkan kebutuhan bandwidth.
Karena itu, mengurangi biaya jaringan perusahaan tidak selalu berarti memilih koneksi internet yang paling murah. Perusahaan perlu melihat bagaimana seluruh koneksi dan infrastruktur digunakan, kemudian mencari cara agar kapasitas yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.
Salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah Software-Defined Wide Area Network (SD-WAN). Teknologi ini memungkinkan pengelolaan jaringan WAN secara terpusat sekaligus mengatur trafik berdasarkan kebijakan bisnis dan kondisi koneksi.
Baca Juga: SD-WAN: Cara Percepat Konektivitas Bisnis dan Hemat Biaya
Biaya Jaringan Perusahaan Bisa Terus Meningkat
Pertumbuhan biaya jaringan biasanya mengikuti pertumbuhan bisnis. Ketika kantor, pengguna, aplikasi, dan perangkat bertambah, kebutuhan konektivitas ikut berkembang.
Koneksi Tidak Selalu Digunakan Secara Optimal
Perusahaan dengan banyak cabang bisa memiliki beberapa jenis koneksi sekaligus. Sebagian lokasi mungkin membutuhkan bandwidth besar, sementara lokasi lain hanya menggunakan sebagian kecil kapasitas yang tersedia.
Masalahnya, kebutuhan tersebut tidak selalu berubah secara seragam. Ada lokasi dengan trafik tinggi pada jam kerja dan ada pula yang relatif rendah. Jika kapasitas koneksi ditetapkan tanpa mempertimbangkan pola penggunaan, perusahaan berpotensi membayar sumber daya yang tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Infrastruktur yang Terlalu Kompleks Menambah Beban Operasional
Selain koneksi, perusahaan perlu mengelola router, firewall, perangkat jaringan, konfigurasi, pembaruan, dan troubleshooting di berbagai lokasi. Semakin banyak perangkat dan cabang, semakin besar pula pekerjaan administratif dan teknis yang harus dilakukan tim IT.
Telkom dalam pembahasan mengenai layanan manajemen dan monitoring jaringan enterprise menekankan bahwa perluasan jaringan ke banyak cabang, data center, dan layanan cloud dapat meningkatkan kompleksitas operasional sehingga monitoring dan managed service menjadi semakin relevan.
Pertumbuhan Penggunaan Cloud Mengubah Kebutuhan WAN
Aplikasi perusahaan kini tidak selalu berada di data center internal. Banyak aplikasi diakses melalui internet dan cloud sehingga pola trafik jaringan berubah.
Dalam kondisi tersebut, perusahaan perlu memperhatikan bukan hanya kapasitas koneksi, tetapi juga jalur yang digunakan aplikasi untuk mencapai tujuan. Koneksi yang besar belum tentu menghasilkan pengalaman pengguna yang optimal jika jalurnya tidak sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
Bagaimana SD-WAN Membantu Mengurangi Biaya Jaringan Perusahaan?
SD-WAN bekerja dengan menambahkan lapisan pengelolaan berbasis software pada jaringan WAN. Trafik dapat diarahkan berdasarkan kebijakan tertentu dengan memanfaatkan beberapa koneksi yang tersedia.
SD-WAN dapat mendistribusikan trafik secara dinamis ke berbagai koneksi WAN berdasarkan kebijakan bisnis atau aplikasi. Teknologi ini juga mendukung beberapa jenis koneksi, termasuk MPLS dan 4G/LTE.
Artinya, perusahaan tidak harus melihat setiap koneksi sebagai jaringan yang berdiri sendiri. Berbagai link dapat dikelola dalam satu arsitektur sehingga pemanfaatannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Memanfaatkan Multiple Link
Salah satu kemampuan SD-WAN adalah mengelola beberapa koneksi sekaligus. Telkom mencantumkan kemampuan automatic load balancing dan auto failover pada layanan SD-WAN-nya.
Dalam praktiknya, perusahaan dapat memanfaatkan kombinasi koneksi yang tersedia sesuai karakteristik masing-masing lokasi. Ketika salah satu jalur mengalami gangguan, trafik dapat dialihkan ke jalur lain sesuai kebijakan yang telah ditentukan.
Pendekatan ini dapat membantu perusahaan mengoptimalkan infrastruktur yang sudah tersedia, bukan sekadar menambah kapasitas setiap kali kebutuhan jaringan meningkat.
Mengatur Trafik Berdasarkan Prioritas Aplikasi
Tidak semua trafik memiliki tingkat kepentingan yang sama. Sistem ERP, aplikasi operasional, video conference, dan aplikasi bisnis tertentu mungkin membutuhkan kualitas koneksi yang lebih terjaga dibandingkan aktivitas internet non-kritis.
SD-WAN memungkinkan pengaturan Quality of Service (QoS) hingga tingkat aplikasi. Telkom menyebut kemampuan ini sebagai salah satu fitur layanan SD-WAN untuk membantu perusahaan menentukan kebijakan terhadap trafik berdasarkan kebutuhan bisnis.
Dengan pengaturan tersebut, kapasitas jaringan dapat diprioritaskan untuk aplikasi yang benar-benar penting bagi operasional.
Mengurangi Beban Pengelolaan Jaringan
Penghematan biaya juga dapat berasal dari sisi operasional. Infrastruktur yang dikelola secara terpusat dapat mengurangi kebutuhan melakukan konfigurasi secara manual di setiap lokasi.
Telkom menjelaskan bahwa SD-WAN mendukung orchestration, automation, dan centralized management, termasuk pengelolaan perangkat melalui controller berbasis cloud. Layanan tersebut juga memiliki fitur zero-touch provisioning untuk menyederhanakan proses penyediaan perangkat di lokasi pelanggan.
Bagi perusahaan dengan banyak cabang, pendekatan terpusat dapat membantu tim IT mengelola jaringan dengan lebih konsisten.
Baca Juga: SD-WAN Telkom: Solusi Jaringan Cerdas untuk Transformasi Digital Bisnis
Apakah SD-WAN Selalu Lebih Murah?
Tidak selalu. SD-WAN merupakan teknologi dan pendekatan arsitektur jaringan, bukan jaminan bahwa tagihan jaringan perusahaan otomatis turun. Perusahaan tetap perlu memperhitungkan biaya perangkat, lisensi, koneksi, implementasi, pengelolaan, keamanan, dan layanan pendukung. Penghematan baru dapat terlihat apabila implementasinya sesuai dengan kebutuhan dan mampu meningkatkan pemanfaatan infrastruktur yang sudah dimiliki.
Karena itu, evaluasi sebaiknya menggunakan total cost of ownership (TCO), bukan hanya membandingkan harga satu koneksi dengan koneksi lainnya. Perusahaan dapat membandingkan kondisi sebelum dan sesudah implementasi berdasarkan beberapa indikator, seperti:
- Biaya konektivitas per lokasi;
- Jumlah dan jenis koneksi yang digunakan;
- Utilisasi bandwidth;
- Biaya perangkat dan pemeliharaan;
- Waktu yang dibutuhkan untuk konfigurasi dan troubleshooting;
- Jumlah gangguan jaringan;
- Kebutuhan tenaga IT untuk pengelolaan WAN.
Pendekatan tersebut memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai apakah investasi SD-WAN menghasilkan efisiensi.
SD-WAN terutama relevan untuk perusahaan yang memiliki jaringan WAN dengan beberapa lokasi dan kebutuhan konektivitas yang semakin kompleks. Contohnya adalah perusahaan yang memiliki kantor pusat dan banyak cabang, menggunakan aplikasi cloud secara intensif, membutuhkan koneksi cadangan, atau ingin mengelola trafik aplikasi dengan kebijakan yang lebih terukur.
Telkom pada Januari 2026 juga menempatkan SD-WAN sebagai solusi untuk mengoptimalkan koneksi antarcabang secara terpusat, sejalan dengan meningkatnya penggunaan cloud, aplikasi digital, dan pola kerja yang membutuhkan konektivitas lintas lokasi.
Namun, perusahaan dengan satu lokasi dan kebutuhan jaringan sederhana belum tentu memperoleh manfaat yang sama. Karena itu, keputusan sebaiknya dimulai dari pemetaan kebutuhan, bukan dari teknologi yang ingin digunakan.
Mengurangi Biaya Jaringan Perusahaan dengan Pendekatan yang Lebih Terukur
Upaya mengurangi biaya jaringan perusahaan sebaiknya tidak berhenti pada mencari paket internet yang lebih murah. Perusahaan perlu melihat keseluruhan biaya jaringan, mulai dari konektivitas dan perangkat hingga pemeliharaan, monitoring, keamanan, dan sumber daya IT.
SD-WAN dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan biaya tersebut melalui pengelolaan multiple link, pemilihan jalur berdasarkan kebijakan, QoS tingkat aplikasi, auto failover, serta manajemen jaringan secara terpusat. Telkom juga mencantumkan optimalisasi akses cloud dan monitoring performa melalui dashboard sebagai bagian dari kemampuan layanan SD-WAN.
Bagi perusahaan yang tidak ingin menanggung seluruh kompleksitas pengelolaan WAN secara internal, pendekatan managed service dapat menjadi alternatif. MyTEnS dari Telkom menyediakan Managed SD-WAN Services sebagai bagian dari layanan Managed Network & Security Services untuk membantu pengelolaan jaringan perusahaan secara end-to-end.
Jika perusahaan Anda sedang mengevaluasi cara mengoptimalkan konektivitas sekaligus mengendalikan biaya operasional jaringan, pelajari lebih lanjut Managed SD-WAN Services dari MyTEnS untuk melihat fitur dan pendekatan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan jaringan perusahaan.
Baca Juga: Apa Itu SD-WAN Telkom? Teknologi Jaringan Generasi Baru untuk Enterprise