Cara Migrasi dari MPLS ke SD-WAN untuk Bisnis
![]()
Perusahaan yang mengandalkan konektivitas antarkantor perlu memastikan jaringan tetap stabil ketika kebutuhan bisnis berkembang. Penggunaan aplikasi berbasis cloud, sistem ERP, konferensi video, dan layanan digital lainnya membuat pengelolaan trafik jaringan semakin kompleks.
Karena itu, memahami cara migrasi dari MPLS ke SD-WAN menjadi langkah penting bagi perusahaan yang ingin meningkatkan fleksibilitas jaringan tanpa mengabaikan keamanan dan kontinuitas operasional.
Migrasi ini tidak harus dilakukan sekaligus. Dengan audit infrastruktur, pengujian terencana, dan perpindahan trafik secara bertahap, perusahaan dapat mengurangi risiko gangguan sekaligus mengevaluasi apakah arsitektur baru telah memenuhi kebutuhan bisnis.
Baca Juga: SD-WAN: Cara Percepat Konektivitas Bisnis dan Hemat Biaya
Mengapa Perusahaan Beralih dari MPLS ke SD-WAN?
Peralihan dari MPLS ke SD-WAN umumnya didorong oleh perubahan kebutuhan konektivitas. Multiprotocol Label Switching (MPLS) menyediakan mekanisme pengiriman trafik melalui jaringan operator, sedangkan SD-WAN (Software-Defined Wide Area Network) memungkinkan pengelolaan koneksi WAN melalui kebijakan perangkat lunak.
Dalam implementasinya, SD-WAN dapat mengelola beberapa jalur koneksi dan menentukan jalur yang sesuai berdasarkan kebijakan serta kondisi jaringan. Kapabilitas yang ditawarkan mencakup pemilihan jalur fleksibel, pengaturan Quality of Service (QoS) hingga tingkat aplikasi, optimalisasi bandwidth, dan pemantauan performa layanan.
Namun, migrasi tidak otomatis membuat seluruh koneksi lebih cepat atau lebih murah. Hasilnya bergantung pada kualitas koneksi yang tersedia, desain jaringan, kebutuhan aplikasi, dan pengelolaan keamanan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menetapkan tujuan migrasi sebelum menentukan strategi implementasi.
Cara Migrasi dari MPLS ke SD-WAN secara Bertahap
Migrasi yang terencana membantu perusahaan menjaga layanan penting tetap berjalan selama perubahan infrastruktur. Berikut tahapan yang dapat dijadikan acuan untuk perusahaan dengan satu maupun banyak lokasi operasional.
1. Audit Infrastruktur dan Kebutuhan Jaringan
Langkah pertama adalah memetakan kondisi jaringan yang sedang digunakan. Identifikasi seluruh kantor cabang, pusat data, koneksi MPLS, perangkat router, konfigurasi routing, serta hubungan antarsistem.
Selanjutnya, kelompokkan aplikasi berdasarkan tingkat kepentingannya. Sistem transaksi, ERP, komunikasi suara, dan aplikasi bisnis yang sensitif terhadap keterlambatan membutuhkan perhatian berbeda dibandingkan akses internet biasa.
Kumpulkan pula data penggunaan bandwidth, latensi, jitter, packet loss, dan ketersediaan jaringan. Data awal ini menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi hasil migrasi.
2. Tentukan Arsitektur dan Strategi Migrasi SD-WAN
Setelah audit selesai, tentukan desain SD-WAN yang sesuai dengan kebutuhan operasional. Perusahaan perlu memilih kombinasi koneksi WAN, menentukan prioritas aplikasi, menyusun kebijakan routing, serta menetapkan kebutuhan redundansi.
Koneksi internet broadband dapat dipertimbangkan untuk trafik tertentu, sementara koneksi khusus atau MPLS masih dapat dipertahankan untuk aplikasi yang membutuhkan karakteristik layanan tertentu. Pilihannya bergantung pada hasil pengujian dan kebutuhan bisnis, bukan sekadar mengejar pengurangan biaya.
Pada tahap ini, tetapkan pula target performa, kebutuhan segmentasi jaringan, kontrol akses, dan mekanisme failover. Dokumentasikan persyaratan tersebut agar tim IT dan penyedia layanan memiliki acuan yang sama saat implementasi.
Baca Juga: SD-WAN Telkom: Solusi Jaringan Cerdas untuk Transformasi Digital Bisnis
3. Siapkan Keamanan dan Kompatibilitas Aplikasi
Perubahan arsitektur WAN juga perlu diikuti pemeriksaan keamanan. Pastikan kebijakan firewall, segmentasi jaringan, autentikasi, enkripsi, dan hak akses tetap sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Prinsip keamanan tidak boleh bergantung semata-mata pada lokasi pengguna di dalam atau di luar jaringan. Dalam penjelasan mengenai penguatan keamanan siber, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menekankan pentingnya verifikasi akses dan penerapan prinsip Zero Trust untuk melindungi sistem serta data organisasi.
Selain itu, periksa ketergantungan aplikasi terhadap alamat IP, aturan routing, DNS, dan konfigurasi jaringan lama. Pemeriksaan ini membantu mencegah aplikasi gagal terhubung setelah trafik dialihkan ke SD-WAN.
4. Implementasikan SD-WAN di Lokasi Percontohan
Hindari langsung menerapkan konfigurasi baru ke seluruh cabang. Pilih satu atau beberapa lokasi percontohan yang cukup representatif, tetapi memiliki risiko operasional yang dapat dikendalikan.
Pasang dan konfigurasi perangkat SD-WAN, lalu uji konektivitas ke pusat data, aplikasi internal, layanan cloud, dan lokasi lainnya. Periksa apakah kebijakan pemilihan jalur bekerja sesuai rancangan serta apakah aplikasi penting memenuhi target performa.
Uji juga failover dengan menyimulasikan gangguan pada salah satu koneksi. Pastikan trafik dapat berpindah ke jalur alternatif sesuai kebijakan dan aplikasi pulih dalam batas waktu yang telah disepakati.
Catat hasil pengujian, kendala, serta perubahan konfigurasi yang diperlukan. Perluasan implementasi baru dilakukan setelah hasil pilot memenuhi kriteria penerimaan.
5. Alihkan Trafik secara Bertahap
Setelah lokasi percontohan dinyatakan siap, migrasikan lokasi lain berdasarkan prioritas bisnis dan tingkat kompleksitas jaringan. Perpindahan dapat dilakukan per cabang, kelompok aplikasi, atau segmen trafik sesuai desain teknis.
Selama masa transisi, MPLS dapat dipertahankan sebagai jalur alternatif jika arsitektur, kontrak layanan, dan konfigurasi memungkinkan. Pendekatan ini memberi tim IT kesempatan untuk membandingkan performa sekaligus memulihkan layanan lebih cepat jika terjadi masalah.
Setiap perpindahan perlu disertai pemeriksaan routing, akses aplikasi, kebijakan keamanan, serta komunikasi dengan pengguna yang terdampak. Hindari menghentikan koneksi MPLS sebelum seluruh ketergantungan jaringan lama berhasil diidentifikasi dan ditangani.
6. Evaluasi Hasil dan Hentikan MPLS pada Waktu yang Tepat
Tahap terakhir adalah membandingkan performa SD-WAN dengan data awal dan target yang telah ditetapkan. Evaluasi latensi, jitter, packet loss, ketersediaan koneksi, penggunaan bandwidth, respons aplikasi, dan keberhasilan failover.
Periksa pula apakah sistem pemantauan mampu memberikan visibilitas yang memadai terhadap kondisi jaringan. Dokumentasikan konfigurasi akhir, prosedur pemulihan, serta tanggung jawab pengelolaan jaringan.
Koneksi MPLS dapat dihentikan setelah seluruh aplikasi dan lokasi memenuhi kriteria penerimaan, kebutuhan redundansi tetap terpenuhi, dan prosedur pemulihan telah diuji. Perhatikan juga masa kontrak serta potensi biaya penghentian layanan agar keputusan tidak menimbulkan pengeluaran yang tidak direncanakan.
Cara Meminimalkan Risiko Migrasi MPLS ke SD-WAN
Keberhasilan migrasi dari MPLS ke SD-WAN tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan tim dan prosedur operasional. Untuk meminimalkan gangguan, jadwalkan perubahan di luar jam operasional kritis, koordinasikan tim jaringan, keamanan, aplikasi, dan penyedia layanan, serta siapkan prosedur rollback yang telah diuji untuk mengembalikan konfigurasi jika terjadi masalah.
Selama transisi, pantau performa jaringan berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Dokumentasikan konfigurasi, hasil pengujian, dan kendala di setiap lokasi sebagai bahan evaluasi sebelum melanjutkan migrasi. Koneksi MPLS sebaiknya baru dihentikan setelah seluruh aplikasi memenuhi kriteria penerimaan dan kebutuhan redundansi tetap terpenuhi.
Untuk membantu perusahaan merencanakan dan mengelola transisi tersebut, pertimbangkan Managed SD-WAN Services dari MyTEnS. Layanan ini mendukung pengelolaan jaringan melalui pemilihan jalur koneksi yang fleksibel, pengaturan QoS berbasis aplikasi, optimalisasi bandwidth, dan pemantauan performa jaringan. Dengan dukungan yang sesuai, perusahaan dapat menentukan strategi migrasi berdasarkan kondisi infrastruktur dan kebutuhan operasional bisnis.
Baca Juga: Apa Itu SD-WAN Telkom? Teknologi Jaringan Generasi Baru untuk Enterprise