Dekarbonisasi Telkom Indonesia: Strategi, Roadmap, dan Target Net Zero Emissions 2060

Diposting pada : 2026-04-14 | Tags :

 Strategi dekarbonisasi Telkom Indonesia melalui roadmap dan enam pilar menuju Net Zero Emissions 2060

Di tengah meningkatnya tekanan global terhadap isu perubahan iklim, Telkom Indonesia mempertegas komitmennya dalam menjalankan strategi dekarbonisasi yang terarah dan terukur.

Melalui inisiatif GoZero%, perusahaan menyusun roadmap yang dilengkapi dengan transition pathway dan emission pathway sebagai panduan menuju target Net Zero Emissions pada tahun 2060.

Sebagai langkah konkret, Telkom menargetkan penurunan emisi Scope 1 dan Scope 2 sebesar 20% pada tahun 2030. Fokus pada kedua kategori ini dipilih karena merupakan area yang paling dapat dikendalikan secara langsung.

"Fokus ini merupakan area yang paling dapat dikendalikan melalui efisiensi energi dan perubahan sumber listrik," ungkap pihak Telkom dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (8/4/2026).

Strategi Terarah melalui Transition Pathway dan Emission Pathway

pathway decarbonisasi Telkom

Strategi dekarbonisasi Telkom tidak hanya bersifat deklaratif, tetapi juga berbasis data dan pengukuran yang jelas. Transition pathway dan emission pathway menjadi kerangka kerja utama untuk memastikan setiap langkah pengurangan emisi berjalan sesuai target.

Pendekatan ini memungkinkan Telkom untuk memantau emisi secara berkala, menjaga transparansi, serta memastikan konsistensi implementasi dalam jangka panjang.

Baca Juga: Luncurkan GoZero - Sustainability Action by Telkom Indonesia, Aksi Nyata ESG Telkom Demi Masa Depan Berkelanjutan

Enam Pilar Strategi Dekarbonisasi Telkom

Dalam upaya mencapai target Net Zero Emissions, Telkom Indonesia tidak hanya mengandalkan satu pendekatan, tetapi menerapkan strategi yang terintegrasi melalui beberapa pilar utama.

Pendekatan ini dirancang untuk menjangkau berbagai aspek operasional, mulai dari efisiensi energi hingga pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Menurut data yang disampaikan Telkom, terdapat enam pilar utama yang menjadi fondasi dalam menjalankan strategi dekarbonisasi secara menyeluruh.

Setiap pilar memiliki peran yang saling melengkapi, sehingga mampu menciptakan dampak yang lebih signifikan dalam menekan emisi sekaligus menjaga efisiensi operasional perusahaan.

Dengan pendekatan yang terstruktur ini, dekarbonisasi tidak hanya menjadi inisiatif lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi bisnis yang mendorong keberlanjutan jangka panjang.

Efisiensi Energi dan Modernisasi Teknologi

Telkom memulai langkah dekarbonisasi dari sisi efisiensi energi dan modernisasi teknologi. Optimalisasi perangkat, peningkatan sistem pendinginan, serta pemanfaatan teknologi seperti AI dan IoT dilakukan untuk mengontrol konsumsi energi secara real-time.

Pendekatan ini tidak hanya akan menurunkan emisi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Elektrifikasi Operasional

Upaya lain yang dilakukan adalah elektrifikasi operasional, termasuk pengurangan penggunaan genset berbahan bakar diesel dan transisi menuju kendaraan listrik.

Telkom menargetkan elektrifikasi penuh armada operasional pada tahun 2040. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menekan emisi langsung dari aktivitas operasional.

Pemanfaatan Energi Terbarukan

Dalam mendukung transisi energi, Telkom memperluas pemanfaatan energi terbarukan dengan target pembangunan lebih dari 14 MWp solar PV hingga tahun 2030. Implementasi awal mencakup ratusan BTS berbasis energi surya dan mikrohidro.

Selain itu, penggunaan Renewable Energy Certificate (REC) dan Power Purchase Agreement (PPA) dilakukan untuk memastikan penggunaan energi bersih yang terverifikasi.

Penggunaan Carbon Offset secara Selektif

Sebagai pelengkap, Telkom juga memanfaatkan carbon offset secara selektif untuk menyeimbangkan emisi yang tidak dapat dieliminasi sepenuhnya. Strategi ini menjadi bagian dari pendekatan komprehensif menuju Net Zero Emissions.

Penerapan Ekonomi Sirkular

Pendekatan ekonomi sirkular juga diterapkan dalam operasional perusahaan. Telkom mencatat pengelolaan sekitar 80% limbah kabel fiber optik atau setara 176 ribu kilogram.

Selain itu, Telkom juga menjalankan program reuse perangkat untuk memperpanjang siklus hidup aset. Selain mengurangi emisi, langkah ini juga memberikan efisiensi biaya.

Dukungan Ekosistem dan Kebijakan

Strategi dekarbonisasi Telkom juga didukung oleh faktor eksternal, termasuk kebijakan pemerintah dalam transisi energi nasional. Dukungan ini mendorong penggunaan energi dengan emisi lebih rendah, terutama dalam sistem kelistrikan.

Peran Teknologi Digital dalam Mendukung Dekarbonisasi

Efisiensi Operasional Berbasis Teknologi

Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan efisiensi operasional berjalan lebih konsisten. Sistem berbasis data membantu perusahaan dalam mengontrol konsumsi energi secara lebih presisi.

Integrasi dengan Strategi Bisnis

Dekarbonisasi kini tidak lagi menjadi inisiatif terpisah, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis Telkom. Hal ini memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan tetap selaras dengan upaya pengurangan emisi.

Dampak Strategi Dekarbonisasi bagi Masa Depan Bisnis

Menuju Operasional Rendah Karbon

Dengan roadmap yang semakin terstruktur, Telkom menunjukkan bahwa operasional rendah karbon dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis. Pendekatan ini menjadi contoh bagaimana perusahaan dapat tetap kompetitif tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.

Menjaga Keseimbangan antara Pertumbuhan dan Keberlanjutan

Dekarbonisasi menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi ekonomi digital dan tanggung jawab lingkungan. Strategi ini memastikan pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan dalam jangka panjang.

Melalui pendekatan yang terstruktur, berbasis data, dan didukung teknologi, Telkom Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan strategi dekarbonisasi.

Transition pathway dan emission pathway menjadi bukti bahwa upaya ini dilakukan secara terukur dan transparan, sebagaimana ditegaskan dalam berbagai publikasi resmi perusahaan.

Dengan integrasi antara efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, serta penerapan ekonomi sirkular, dekarbonisasi kini menjadi bagian inti dari strategi bisnis Telkom dalam mencapai Net Zero Emissions 2060.

Baca Juga: Program GoZero Telkom Raih Penghargaan ESG Sustainability Ratings 2025