GoZero% Bukti Komitmen Telkom Indonesia dalam Implementasi ESG Berkelanjutan

Diposting pada : 2026-02-19 | Tags :

Aksi GoZero% Telkom Indonesia dalam beach clean up dan river clean up sebagai wujud komitmen ESG berkelanjutan.

Sebagai perusahaan telekomunikasi nasional, Telkom Indonesia tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan digital, tetapi juga memperkuat tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui berbagai program keberlanjutan.

Sejak tahun 2025, Telkom telah menjalankan gerakan GoZero% sebagai upaya terstruktur untuk mengurangi dampak lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah dan pelestarian ekosistem di sejumlah wilayah Indonesia.

Inisiatif ini menjadi bagian dari penerapan pilar Environmental, Social, and Governance (ESG)  “Save Our Planet” yang diintegrasikan dalam strategi perusahaan.

Melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan karyawan TelkomGroup, komunitas lokal, pelajar, hingga relawan, GoZero% dirancang untuk menghadirkan dampak nyata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Apa Itu Cloud Computing Telkom? Solusi Cloud untuk Bisnis Modern

Aksi Nyata Pengelolaan Sampah di Berbagai Wilayah

  1. Beach Clean Up di Pesisir Makassar

Salah satu implementasi GoZero% dilakukan melalui kegiatan Beach Clean Up di Pantai Barombong dan Pantai Galesong, Makassar. Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari TelkomGroup, pelajar, komunitas lingkungan, serta relawan.

Dari kegiatan tersebut, sekitar 1,4 ton sampah berhasil diangkat dari kawasan pesisir. Sampah yang tidak tertangani berpotensi merusak ekosistem laut dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Aksi ini menjadi bentuk kontribusi langsung dalam menjaga kebersihan wilayah pantai sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan lingkungan laut.

  1. River Clean Up di Sungai Cioray Bandung

Komitmen pengelolaan sampah juga diwujudkan melalui River Clean Up di Sungai Cioray, Bandung. Kegiatan ini melibatkan karyawan TelkomGroup, mahasiswa Telkom University, serta berkolaborasi dengan Pandawara Group yang dikenal aktif dalam aksi bersih lingkungan.

Sungai Cioray dipilih karena menjadi salah satu aliran yang berkontribusi terhadap pencemaran Sungai Citarum. Dari aksi kolaboratif tersebut, sebanyak 1.481 kilogram sampah berhasil diangkat dari aliran sungai.

Upaya ini sejalan dengan target nasional pengelolaan sampah yang menekankan pengurangan timbulan sampah dan peningkatan penanganan sampah secara terpadu (Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan).

Pendekatan Inovatif: Reverse Vending Machine (RVM)

Mendorong Praktik Reduce, Reuse, Recycle (3R)

Selain aksi bersih lingkungan, Telkom Indonesia memperkuat strategi pengelolaan limbah melalui penyediaan Reverse Vending Machine (RVM). Mesin ini memungkinkan masyarakat menukar botol plastik dengan poin bernilai ekonomi.

Inisiatif ini mendorong penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) dalam pengelolaan sampah. Menurut United Nations Environment Programme, pendekatan 3R merupakan strategi yang umum digunakan dalam sistem pengelolaan limbah berkelanjutan untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir serta meningkatkan tingkat daur ulang.

Kehadiran RVM tidak hanya memberikan insentif ekonomi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi karyawan TelkomGroup dan masyarakat untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Dampak Kolaborasi dan Keterlibatan Masyarakat

Program GoZero% menempatkan kolaborasi sebagai kunci keberhasilan. Keterlibatan karyawan, komunitas lokal, mahasiswa, serta relawan memperkuat pendekatan partisipatif dalam menjaga lingkungan.

Model kolaboratif ini memungkinkan aksi keberlanjutan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mendukung peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat terhadap isu sampah dan pelestarian ekosistem.

ESG sebagai Komitmen Nyata dan Terintegrasi

Melalui GoZero%, Telkom Indonesia menegaskan implementasi ESG bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan diterjemahkan dalam tindakan konkret di lapangan. Perusahaan tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan digital, tetapi juga sebagai entitas yang berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Pendekatan ini menunjukkan integrasi antara strategi bisnis dan tanggung jawab lingkungan, di mana keberlanjutan menjadi bagian dari operasional perusahaan.

Dukungan Solusi Digital untuk Program ESG Berkelanjutan

Dalam mendukung implementasi ESG yang terukur dan terdokumentasi dengan baik, digitalisasi memainkan peran penting. Pengelolaan data kegiatan lingkungan, pelaporan dampak sosial, hingga koordinasi lintas wilayah membutuhkan infrastruktur digital yang stabil dan aman.

Melalui unit bisnisnya, Telkom Enterprise menyediakan solusi konektivitas dedicated dan layanan cloud computing yang dapat dimanfaatkan perusahaan atau institusi untuk mengelola pelaporan ESG secara lebih terstruktur, transparan, dan efisien.

Bagi organisasi yang ingin memperkuat program ESG melalui sistem digital yang terintegrasi, pemanfaatan konektivitas dan cloud enterprise dapat menjadi fondasi teknologi yang mendukung kolaborasi, akurasi data, serta keberlanjutan program jangka panjang.

Dengan kombinasi aksi lapangan dan dukungan teknologi, Telkom Indonesia menunjukkan bahwa penerapan ESG dapat dijalankan secara konkret, terukur, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kenapa Cloud Computing Penting untuk Perusahaan Besar?