Metro Ethernet vs MPLS untuk Kebutuhan Konektivitas Bisnis
![]()
Ketika perusahaan memiliki kantor pusat, cabang, pabrik, gudang, atau data center di beberapa lokasi, kebutuhan jaringan tidak lagi sekadar menyediakan akses internet. Sistem ERP, database, aplikasi internal, komunikasi antarkantor, hingga pertukaran data berkapasitas besar membutuhkan konektivitas yang stabil dan dapat dikelola.
Dua istilah yang sering muncul dalam pembahasan jaringan perusahaan adalah Metro Ethernet dan MPLS (Multiprotocol Label Switching). Keduanya memang berkaitan dengan konektivitas antarlokasi, tetapi sebenarnya berada pada konteks yang berbeda.
Metro Ethernet merujuk pada layanan konektivitas berbasis Ethernet yang dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai lokasi perusahaan. Sementara itu, MPLS merupakan teknologi forwarding jaringan yang menggunakan label untuk menentukan bagaimana trafik diteruskan di dalam jaringan provider. Arsitektur MPLS sendiri didefinisikan dalam RFC 3031 oleh Internet Engineering Task Force (IETF).
Menariknya, keduanya tidak selalu harus diposisikan sebagai pilihan yang saling menggantikan. Layanan Metro Ethernet Telkom, misalnya, menggunakan backbone jaringan MPLS. Artinya, istilah Metro Ethernet dan MPLS dapat merujuk pada lapisan atau karakteristik layanan yang berbeda dalam suatu infrastruktur jaringan.
Baca Juga: Apa Itu Metro Ethernet Telkom? Jaringan Andal untuk Kantor Cabang
Beda Metro Ethernet vs MPLS
Untuk memahami Metro Ethernet vs MPLS, perusahaan perlu melihat bagaimana masing-masing digunakan dalam rancangan jaringan, bukan sekadar membandingkan nama teknologinya.
Metro Ethernet Berbasis Koneksi Ethernet
Metro Ethernet merupakan layanan konektivitas yang menggunakan Ethernet untuk menghubungkan titik-titik jaringan. Standar MEF mendefinisikan layanan Carrier Ethernet antara lain dalam model point-to-point, multipoint-to-multipoint, dan rooted-multipoint.
Karakteristik tersebut membuat Metro Ethernet dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan konektivitas, seperti menghubungkan kantor dengan data center, kantor pusat dengan cabang, atau beberapa lokasi bisnis dalam satu jaringan.
Pada layanan Metro Ethernet Telkom, pilihan bandwidth tersedia mulai dari 1 Mbps hingga 10 Gbps dalam satu sirkuit. Layanan ini juga mendukung beberapa model konektivitas, termasuk Ethernet Private Line (EPL) untuk koneksi single point dan Ethernet Virtual Private Line (EVPL) untuk kebutuhan multipoint tertentu.
MPLS Mengatur Penerusan Trafik Berdasarkan Label
MPLS bekerja dengan memberikan label pada trafik sehingga perangkat jaringan dapat menentukan jalur penerusan berdasarkan label tersebut. IETF menjelaskan bahwa label switching memungkinkan paket dikelompokkan dalam Forwarding Equivalence Class (FEC) dan diteruskan melalui Label Switched Path (LSP).
Dalam implementasi jaringan perusahaan, MPLS juga dapat digunakan sebagai bagian dari layanan VPN. Telkom menjelaskan bahwa VPN IP berbasis MPLS digunakan untuk menghubungkan berbagai lokasi perusahaan melalui jaringan privat, termasuk konektivitas antarlokasi dengan cakupan nasional.
Telkom juga menjelaskan dalam artikel yang diterbitkan September 2026 bahwa MPLS VPN dapat menghubungkan kantor pusat, cabang, gudang, dan data center melalui jaringan provider, dengan pemisahan trafik menggunakan mekanisme seperti Provider Edge (PE) dan Virtual Routing and Forwarding (VRF).
Baca Juga: Metro Ethernet Telkom: Solusi Jaringan Kapasitas Besar untuk Multi Lokasi
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Metro Ethernet atau MPLS
Karena Metro Ethernet dan MPLS dapat berada dalam satu arsitektur jaringan, pertanyaan yang lebih tepat bukan sekadar “mana yang lebih baik”, melainkan layanan seperti apa yang dibutuhkan perusahaan.
Sebaran Lokasi
Mulailah dari lokasi yang harus saling terhubung. Perusahaan dengan kantor pusat, beberapa cabang, pabrik, dan data center di berbagai kota memiliki kebutuhan berbeda dengan perusahaan yang hanya menghubungkan dua fasilitas dalam satu kawasan.
Metro Ethernet dapat digunakan untuk konektivitas antarlokasi dengan kebutuhan kapasitas tinggi, sementara MPLS VPN dapat menjadi pilihan untuk membangun konektivitas privat antarsite melalui jaringan provider. Ketersediaan jaringan di masing-masing lokasi tetap perlu dikonfirmasi sebelum menentukan layanan.
Kebutuhan Bandwidth
Bandwidth perlu dihitung berdasarkan aktivitas yang berjalan melalui jaringan. Transfer database berukuran besar, pencadangan data, akses aplikasi perusahaan, video conference, dan komunikasi real-time dapat menghasilkan kebutuhan kapasitas yang berbeda.
Metro Ethernet Telkom menyediakan pilihan bandwidth hingga 10 Gbps dalam satu sirkuit. Karena itu, kebutuhan transfer data berkapasitas tinggi menjadi salah satu skenario yang dapat dipertimbangkan ketika mengevaluasi layanan ini.
Jenis Aplikasi dan Pola Trafik
ERP, aplikasi internal, sistem transaksi, database, cloud application, dan layanan komunikasi dapat memiliki kebutuhan jaringan yang berbeda. Jika perusahaan memiliki banyak jenis trafik, pengelolaan Quality of Service (QoS) menjadi bagian penting dari desain jaringan.
Pada layanan Metro Ethernet Telkom, QoS dapat digunakan untuk kebutuhan trafik critical maupun best effort dengan beberapa model topologi.
Cakupan dan Arsitektur Jaringan
Jangan menggunakan istilah “Metro” sebagai satu-satunya indikator bahwa layanan hanya dapat digunakan dalam wilayah metropolitan. Cakupan aktual bergantung pada infrastruktur dan layanan provider.
Pada Metro Ethernet Telkom, misalnya, halaman layanan menyebutkan cakupan layanan domestik dan internasional. Karena itu, perusahaan tetap perlu melihat titik layanan yang tersedia untuk setiap lokasi yang hendak dihubungkan.
SLA dan Ketersediaan Layanan
Untuk bisnis yang bergantung pada jaringan setiap saat, SLA menjadi bagian penting dalam evaluasi. Parameter seperti availability, waktu respons, waktu pemulihan, dan karakteristik performa perlu diperiksa dalam dokumen layanan yang ditawarkan provider.
Pada layanan Metro Ethernet Telkom, Service Level Guarantee (SLG) mencantumkan availability 99%, Mean Time to Response (MTT Response) 30 menit, dan Mean Time to Recovery (MTT Recovery) 5 jam. Detail tersebut tetap perlu dibaca bersama ketentuan layanan yang berlaku untuk kebutuhan perusahaan.
Keamanan Jaringan
Baik Metro Ethernet maupun MPLS tidak boleh diperlakukan sebagai satu-satunya lapisan keamanan. Perlindungan jaringan tetap membutuhkan rancangan keamanan yang sesuai, seperti firewall, segmentasi jaringan, kontrol akses, dan enkripsi bila diperlukan.
Untuk konektivitas privat berbasis MPLS VPN, aspek pemisahan trafik dan desain routing menjadi bagian dari arsitektur layanan. Telkom menjelaskan bahwa MPLS VPN menggunakan PE dan VRF untuk memisahkan trafik pelanggan sebelum diteruskan melalui jaringan MPLS.
Metro Ethernet vs MPLS untuk Kebutuhan Konektivitas Bisnis
MPLS relevan ketika perusahaan membutuhkan jaringan privat yang menghubungkan banyak lokasi melalui jaringan provider, sekaligus membutuhkan pengelolaan trafik dan routing antarsite. Contohnya perusahaan dengan kantor pusat, cabang, gudang, dan fasilitas operasional yang tersebar di sejumlah kota.
Dalam skenario tersebut, MPLS VPN dapat digunakan untuk membangun konektivitas antarlokasi sehingga aplikasi dan sistem perusahaan dapat berkomunikasi melalui jaringan yang dikelola provider. Telkom juga menyediakan VPN IP berbasis MPLS sebagai layanan private IP dengan koneksi any-to-any untuk kebutuhan jaringan perusahaan.
Namun, pemilihan konektivitas sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan nama teknologi. Perusahaan perlu memulai dari arsitektur jaringan yang ingin dibangun dengan memetakan lokasi, aplikasi, kebutuhan bandwidth, pola trafik, target availability, serta kebutuhan pengelolaan jaringan.
Jika kebutuhan utamanya adalah konektivitas Ethernet berkapasitas tinggi antara lokasi tertentu, Metro Ethernet dapat menjadi salah satu opsi. Sementara itu, jika perusahaan membutuhkan jaringan privat yang menghubungkan banyak site dengan pengelolaan routing dan trafik melalui jaringan provider, MPLS VPN dapat dipertimbangkan.
Dalam implementasinya, Metro Ethernet dan MPLS juga tidak selalu berdiri sebagai dua pilihan yang terpisah. Layanan Metro Ethernet Telkom menggunakan backbone MPLS, sehingga keduanya dapat menjadi bagian dari arsitektur jaringan yang sama.
Karena itu, pembahasan Metro Ethernet vs MPLS perlu dikembalikan pada kebutuhan konektivitas perusahaan. Jumlah site, lokasi geografis, bandwidth, aplikasi, pola trafik, SLA, keamanan, dan kebutuhan pengelolaan jaringan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan layanan.
Metro Ethernet Telkom menyediakan konektivitas berbasis Ethernet dengan pilihan bandwidth hingga 10 Gbps, dukungan berbagai topologi, QoS, serta Service Level Guarantee untuk kebutuhan bisnis. Bagi perusahaan yang sedang merancang atau mengembangkan jaringan antarlokasi, pemetaan kebutuhan tersebut dapat membantu menentukan arsitektur konektivitas yang sesuai dengan kapasitas dan karakteristik operasional.
Baca Juga: Keunggulan Metro Ethernet Telkom yang Perlu Diketahui