Peran Strategis Telkom Indonesia dalam Memutus Rantai Stunting
![]()
Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia, terutama bagi balita yang berada dalam masa emas pertumbuhan.
Kekurangan gizi kronis tersebut tidak hanya berdampak pada tinggi badan fisik, tetapi juga terhadap perkembangan kognitif, produktivitas masa depan, serta kualitas sumber daya manusia secara nasional.
Untuk mempercepat penurunan angka stunting, pendekatan teknologi digital perlu dikombinasikan dengan intervensi kesehatan dan pemberdayaan komunitas.
Salah satu contoh inovatif yang menjawab tantangan itu adalah Stunting Action Hub yang digagas Telkom Indonesia, sebuah program teknologi yang telah diakui secara nasional dan internasional berkat dampaknya yang signifikan terhadap penanganan stunting.
Baca Juga: Stunting Action Hub Antarkan Telkom Raih Penghargaan di ICCS Summit 2025
Tantangan Stunting di Indonesia dan Kebutuhan Intervensi Digital
Meskipun Indonesia mencatat penurunan prevalensi stunting dalam beberapa tahun terakhir, angka nasional masih berada di atas target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting tercatat sebesar 21,5 persen, turun dari 24,4 persen pada tahun sebelumnya namun masih jauh di atas target ideal.
Penanganan stunting memerlukan sinergi lintas sektor yang mencakup pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas lokal, dan pelaku usaha. Dalam konteks ini, peran teknologi digital menjadi penting untuk mempercepat pemantauan, intervensi, dan pemutusan rantai stunting secara efektif dan tepat sasaran.
Inovasi Digital Telkom: Stunting Action Hub
Apa Itu Stunting Action Hub?
Stunting Action Hub adalah inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Telkom Indonesia untuk mendukung percepatan penanganan stunting berbasis digital.
Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah pencatatan data kesehatan balita, analisis tumbuh kembang, serta koordinasi antar unit pelayanan kesehatan seperti posyandu dan puskesmas.
Aplikasi ini memungkinkan tenaga kesehatan dan kader posyandu melakukan pencatatan tumbuh kembang balita secara digital, menghindari kesalahan data manual, serta mempercepat identifikasi anak yang berisiko tinggi mengalami stunting.
Implementasi di Lapangan
Penggunaan Stunting Action Hub telah diimplementasikan di berbagai desa, termasuk Desa Domiyang, Pekalongan, tempat aplikasi tersebut melibatkan ratusan balita dan kader posyandu dalam proses pencatatan tinggi serta berat badan, imunisasi, dan edukasi kesehatan.
Implementasi teknologi ini tidak hanya membuat proses pemantauan lebih efisien, tetapi juga memberdayakan kader posyandu sebagai agen perubahan di komunitas mereka.
Dampak Nyata Stunting Action Hub di Masyarakat
Inisiatif Stunting Action Hub telah menunjukkan dampak sosial yang signifikan:
- Menjangkau 591 anak dan orang tua yang menjadi penerima manfaat utama program.
- Mendukung 975 pengukuran antropometri untuk pemantauan tumbuh kembang balita.
- Menyalurkan lebih dari 7.586 paket makanan bergizi sebagai bagian dari intervensi nutrisi.
- Melibatkan 53 tenaga kesehatan dan 42 posyandu yang menggunakan aplikasi ini di lapangan.
Angka ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak hanya memperkuat pemantauan stunting, tetapi juga mempercepat koordinasi lintas aktor pelayanan kesehatan dan komunitas lokal.
Pengakuan dan Penghargaan untuk Kontribusi Sosial Telkom
Komitmen Telkom Indonesia lewat Stunting Action Hub mendapatkan pengakuan resmi dengan meraih dua penghargaan pada ajang Indonesia Corporate Sustainability Championship (ICCS) 2025.
Telkom memenangkan penghargaan Community Involvement Development kategori Kesehatan atas kontribusinya dalam memutus rantai stunting, serta penghargaan Agent TJSL of the Year yang diberikan kepada Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, atas perannya dalam mentransformasi pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa penggunaan teknologi digital di sektor kesehatan dapat menghasilkan dampak sosial yang terukur, berkelanjutan, dan sejalan dengan tujuan pembangunan masyarakat.
Pendekatan Telkom dalam Menangani Stunting secara Strategis
-
Kolaborasi Multi Pihak
Puluhan program Telkom Indonesia seperti Stunting Action Hub menonjolkan pentingnya kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan, termasuk tenaga kesehatan, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan sektor usaha. Pendekatan ini tidak hanya memaksimalkan efektivitas intervensi, tetapi juga membangun sistem yang lebih inklusif dan adaptif di setiap tingkatan pelayanan kesehatan.
-
Penguatan Kapasitas Kader Posyandu
Telkom tidak hanya menghadirkan aplikasi digital, tetapi juga memberikan pelatihan intensif bagi kader posyandu, sehingga mereka memiliki keterampilan digital dan pemahaman yang cukup dalam mengoperasikan sistem baru ini.
Hal ini memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pemantauan kesehatan balita di desa dan mempermudah pengambilan keputusan berdasarkan data.
Komitmen Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Program Stunting Action Hub menunjukkan bahwa Telkom Indonesia tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi digital semata, tetapi juga pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Inisiatif ini relevan dengan beberapa poin SDGs, termasuk SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui intervensi gizi yang lebih tepat dan terkoordinasi dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) hingga membantu menurunkan angka stunting secara sistematis.
Termasuk juga SDG 9 (Infrastruktur, Industri, dan Inovasi) melalui penerapan solusi teknologi yang mendukung layanan kesehatan masyarakat secara digital.
Melalui semangat creating shared value, Telkom Indonesia terus mendorong inisiatif yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam kontribusi sosial yang berkelanjutan.
Baca Juga: Desa Domiyang Pekalongan Cegah Stunting 300 Balita Lewat Aplikasi “Stunting Action Hub”