Perbedaan IP Transit dan Astinet untuk Kebutuhan Bisnis

Diposting pada : 2026-10-28

Perbedaan layanan IP Transit dan Astinet Telkom

Bedanya IP Transit dan Astinet terletak pada fungsi konektivitas, pengelolaan routing, dan kebutuhan infrastruktur jaringan perusahaan. Keduanya merupakan layanan Telkom yang mendukung konektivitas internet, tetapi dirancang untuk kebutuhan teknis yang berbeda.

IP Transit Telkom ditujukan bagi jaringan yang membutuhkan konektivitas internet global dengan routing Border Gateway Protocol (BGP) serta penggunaan sumber daya IP dan Autonomous System (AS) milik pelanggan.

Sementara itu, Astinet merupakan layanan internet dedicated dengan gateway internet default dan alamat IP publik Telkom. Perbedaan ini penting dipahami sebelum perusahaan menentukan layanan yang sesuai dengan arsitektur jaringannya.

Baca Juga: Apa Itu IP Transit Telkom? Solusi Akses Internet Global Premium

Apa Itu IP Transit?

IP Transit adalah layanan interkoneksi yang menghubungkan jaringan pelanggan ke internet global melalui jaringan penyedia layanan. Layanan ini umumnya digunakan oleh Internet Service Provider (ISP), operator jaringan, penyedia hosting, dan organisasi yang mengelola infrastruktur internet secara mandiri.

MyCarrier Telkom menjelaskan bahwa IP Transit menyediakan konektivitas internet global dengan routing BGP, menggunakan blok alamat IP dan AS milik pelanggan, serta bandwidth dengan rasio 1:1 hingga ke upstream provider. Karakteristik ini mendukung pengelolaan routing dan identitas jaringan sesuai kebutuhan teknis pelanggan.

IP Transit menggunakan BGP untuk bertukar informasi rute antarjaringan. Melalui konfigurasi ini, jaringan pelanggan dapat mengumumkan prefix IP yang dimiliki dan menerima informasi rute dari jaringan lain sesuai kebijakan routing yang berlaku.

Kemampuan tersebut relevan bagi ISP atau perusahaan yang memiliki sumber daya internet sendiri dan membutuhkan kendali lebih besar atas konektivitas global. Pengoperasiannya memerlukan perangkat jaringan, konfigurasi routing, serta kompetensi teknis yang sesuai.

IP Transit Telkom juga menyediakan opsi layanan seperti IP Transit Beda Bandwidth dan IP Transit Burstable untuk kebutuhan kapasitas yang berbeda. Ketersediaan fitur dan ketentuannya perlu disesuaikan dengan layanan yang dipilih.

Apa Itu Astinet?

Astinet atau Access Service to Internet merupakan layanan internet dedicated Telkom untuk perusahaan dan organisasi yang membutuhkan koneksi internet untuk mendukung aktivitas operasional. Layanan ini menggunakan gateway internet default dan alamat IP publik Telkom, sehingga pelanggan tidak perlu membangun skema interkoneksi internet global berbasis AS milik sendiri seperti pada kebutuhan IP Transit.

MyCarrier Telkom mencantumkan Astinet sebagai layanan dedicated internet 24 jam dengan rasio bandwidth 1:1, pemantauan jaringan melalui Multi Router Traffic Grapher (MRTG), serta dukungan alamat IP statis. Informasi produk juga menyebutkan pemantauan jaringan selama 7 x 24 jam dan SLA network hingga 99%. Detail yang berlaku tetap perlu dikonfirmasi berdasarkan paket dan kontrak layanan.

Astinet relevan bagi perusahaan yang membutuhkan koneksi internet dedicated untuk menjalankan aplikasi cloud, komunikasi daring, sistem informasi, transaksi digital, dan pertukaran data. Layanan ini juga dapat mendukung kebutuhan jaringan yang menggunakan IP publik statis, sesuai konfigurasi dan kebijakan keamanan perusahaan.

Dengan karakteristik tersebut, Astinet cocok bagi organisasi yang memprioritaskan akses internet dengan kapasitas terukur dan dukungan layanan tanpa harus mengelola routing internet global menggunakan sumber daya AS sendiri.

Apa Bedanya IP Transit dan Astinet?

Perbedaan IP Transit dan Astinet terlihat dari fungsi layanan, pengelolaan routing, sumber daya jaringan, dan kebutuhan penggunanya. IP Transit ditujukan untuk jaringan yang membutuhkan konektivitas internet global dengan pengelolaan routing BGP, sedangkan Astinet menyediakan akses internet dedicated untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan.

1. Fungsi dan Tujuan Penggunaan

IP Transit menghubungkan jaringan pelanggan ke internet global. Layanan ini relevan bagi Internet Service Provider (ISP), operator jaringan, penyedia hosting, dan organisasi yang mengelola infrastruktur internet sendiri.

Sementara itu, Astinet menyediakan koneksi internet dedicated untuk kebutuhan perusahaan, seperti mengakses aplikasi cloud, menjalankan sistem informasi, melakukan transaksi digital, dan mendukung komunikasi daring.

2. Pengelolaan Routing dan Sumber Daya Jaringan

IP Transit mendukung Border Gateway Protocol (BGP) untuk pertukaran informasi rute antarjaringan. Layanan ini menggunakan blok alamat IP dan Autonomous System (AS) milik pelanggan sesuai konfigurasi layanan, sehingga membutuhkan kemampuan teknis untuk mengelola routing dan sumber daya jaringan.

Astinet menggunakan gateway internet default Telkom dan menyediakan alamat IP publik sesuai ketentuan layanan. Perusahaan dapat menggunakan koneksi internet dedicated tanpa harus mengelola interkoneksi internet global berbasis AS sendiri.

3. Kebutuhan Teknis

Implementasi IP Transit membutuhkan perangkat jaringan dan konfigurasi routing yang sesuai dengan arsitektur jaringan pelanggan. Pengelolaan BGP, prefix IP, serta kebijakan routing menjadi bagian penting dalam pengoperasiannya.

Pada Astinet, perusahaan lebih berfokus pada penentuan kapasitas bandwidth, kesiapan perangkat jaringan, keamanan akses, dan kebutuhan konektivitas pengguna. Layanan ini sesuai bagi organisasi yang membutuhkan akses internet dedicated untuk operasional sehari-hari.

4. Kapasitas dan Pengelolaan Trafik

Kedua layanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan trafik, tetapi pertimbangan teknisnya tidak sepenuhnya sama. Pada IP Transit, perusahaan juga perlu memperhatikan kebutuhan routing dan interkoneksi jaringan global. Pada Astinet, kapasitas bandwidth dan pola penggunaan internet menjadi pertimbangan utama dalam menentukan layanan.

Informasi produk MyCarrier Telkom mencantumkan pilihan layanan IP Transit, termasuk opsi IP Transit Burstable, serta Astinet dengan koneksi dedicated dan pemantauan jaringan. Spesifikasi, ketersediaan fitur, dan ketentuan layanan perlu dikonfirmasi sesuai kebutuhan pelanggan.

Dengan demikian, IP Transit bukan sekadar Astinet dengan bandwidth lebih besar. Perbedaan utamanya terletak pada fungsi interkoneksi internet global dan pengelolaan routing pada IP Transit, dibandingkan akses internet dedicated melalui gateway Telkom pada Astinet.

Baca Juga: Keunggulan IP Transit Telkom untuk Bisnis Skala Besar

Bagaimana Memilih IP Transit atau Astinet?

Pemilihan layanan perlu dimulai dengan mengevaluasi arsitektur jaringan, tujuan penggunaan, dan kemampuan tim TI. Bandwidth memang penting, tetapi tidak cukup menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan.

Pilih IP Transit untuk Jaringan yang Membutuhkan Kendali Routing

IP Transit layak dipertimbangkan jika perusahaan beroperasi sebagai ISP, mengelola jaringan sendiri, memiliki sumber daya IP dan AS, serta membutuhkan routing BGP untuk konektivitas internet global. Kebutuhan kapasitas besar, pengelolaan rute, dan strategi interkoneksi jaringan juga dapat menjadi pertimbangan.

Pilih Astinet untuk Kebutuhan Internet Dedicated

Astinet dapat dipertimbangkan jika kebutuhan utama perusahaan adalah menyediakan koneksi internet dedicated bagi karyawan, aplikasi bisnis, sistem cloud, atau infrastruktur kantor. Perusahaan perlu menyesuaikan bandwidth dengan jumlah pengguna dan pola trafik, sekaligus mengevaluasi ketersediaan layanan, IP publik, pemantauan jaringan, serta ketentuan SLA.

Sebelum menentukan pilihan, identifikasi kebutuhan teknis dan operasional terlebih dahulu. Jika perusahaan membutuhkan pengelolaan routing internet global, pelajari layanan IP Transit Telkom melalui MyCarrier. Konsultasikan kebutuhan bandwidth, sumber daya IP, dan konfigurasi jaringan untuk mendapatkan informasi spesifikasi serta penawaran yang sesuai.

Dengan memahami perbedaan IP Transit dan Astinet akan membantu perusahaan memilih layanan berdasarkan fungsi jaringan yang dibutuhkan, bukan hanya angka bandwidth. Dengan mempertimbangkan arsitektur jaringan dan kemampuan pengelolaan infrastruktur, perusahaan dapat menentukan solusi konektivitas yang lebih tepat untuk mendukung operasional dan pertumbuhan bisnis.

Baca Juga: IP Transit Telkom: Koneksi Internet Global dengan Bandwidth Besar