Syarat Kolokasi Server di Data Center dan Prosedurnya
![]()
Kolokasi server memungkinkan perusahaan menempatkan server milik sendiri di fasilitas data center pihak ketiga yang menyediakan infrastruktur pendukung, seperti rack, pasokan listrik, pendinginan, keamanan fisik, dan konektivitas jaringan.
Model ini membantu perusahaan mengelola infrastruktur IT tanpa harus membangun dan memelihara fasilitas data center sendiri. Sebelum mengajukan layanan, perusahaan perlu memahami syarat kolokasi server di data center, mulai dari spesifikasi perangkat, kebutuhan daya, konektivitas, dokumen administrasi, hingga pengaturan akses teknisi.
Persiapan tersebut membantu memastikan server kompatibel dengan fasilitas yang dipilih dan siap digunakan sesuai kebutuhan bisnis. Di Indonesia, neuCentrIX dari Telkom menyediakan layanan kolokasi untuk kebutuhan penempatan perangkat di IT Hall maupun Network Entrance Room.
Baca Juga: neuCentrIX Telkom Penyedia Data Center Indonesia untuk Bisnis
Apa Saja Syarat Kolokasi Server di Data Center?
Persyaratan kolokasi server bergantung pada spesifikasi perangkat, kebutuhan operasional, kapasitas fasilitas, dan paket layanan yang dipilih. Berikut sejumlah aspek yang perlu dipersiapkan sebelum mengajukan permohonan.
1. Spesifikasi dan Dimensi Server
Perusahaan perlu menyiapkan informasi mengenai jumlah server, merek dan model perangkat, dimensi, berat, serta kebutuhan rack unit (U). Informasi tersebut digunakan untuk menentukan apakah perangkat dapat dipasang dengan aman pada rack yang tersedia.
Pastikan pula server memiliki sistem pemasangan yang sesuai, kebutuhan ventilasi yang memadai, dan konfigurasi perangkat yang mendukung operasional bisnis. Jika perusahaan menggunakan perangkat tambahan seperti storage, firewall, atau switch, masukkan perangkat tersebut ke dalam perencanaan kapasitas.
2. Kebutuhan Daya dan Redundansi Listrik
Server membutuhkan pasokan listrik yang stabil agar dapat beroperasi secara konsisten. Karena itu, perusahaan perlu menghitung kebutuhan daya setiap perangkat dan total konsumsi daya dalam satu rack.
Sampaikan pula kebutuhan redundansi daya, misalnya penggunaan dua power supply yang terhubung ke jalur listrik berbeda. Konfirmasikan apakah konfigurasi tersebut didukung oleh fasilitas dan paket layanan yang dipilih.
Fasilitas kolokasi neuCentrIX mencakup dukungan infrastruktur seperti UPS dan generator cadangan. Namun, kapasitas daya yang dialokasikan serta skema redundansi yang tersedia perlu dipastikan langsung kepada penyedia sesuai lokasi dan kebutuhan pelanggan.
3. Kebutuhan Konektivitas Jaringan
Sebelum server dikirim, perusahaan perlu menentukan kebutuhan bandwidth, alamat IP, jenis koneksi, serta hubungan jaringan dengan kantor pusat, kantor cabang, mitra, atau pengguna aplikasi.
Jika aplikasi membutuhkan koneksi internet berkapasitas besar atau interkoneksi dengan jaringan tertentu, diskusikan opsi konektivitas yang tersedia. Pertimbangkan pula kebutuhan alamat IPv4 atau IPv6, konfigurasi routing, firewall, dan pengaturan akses jarak jauh.
Kebutuhan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan pola lalu lintas data dan tingkat ketersediaan layanan yang diharapkan agar konfigurasi jaringan tidak menjadi hambatan setelah pemasangan.
4. Dokumen Administrasi dan Informasi Teknis
Penyedia layanan umumnya membutuhkan identitas perusahaan, informasi penanggung jawab, serta data teknis perangkat yang akan ditempatkan. Dokumen lain dapat mencakup formulir permohonan, daftar personel yang berwenang, dan dokumen pendukung sesuai kebijakan penyedia.
Perusahaan juga perlu memastikan pihak yang mengajukan layanan memiliki kewenangan untuk mewakili organisasi. Daftar dokumen final sebaiknya diminta langsung dari penyedia karena persyaratan administrasi dapat berbeda menurut fasilitas dan jenis layanan.
5. Persyaratan Keamanan dan Akses Teknisi
Penempatan server di fasilitas pihak ketiga memerlukan pengaturan akses fisik yang jelas. Perusahaan perlu mengetahui prosedur pendaftaran pengunjung, verifikasi identitas, persetujuan kunjungan, dan ketentuan pekerjaan teknis di area server.
Tentukan pula siapa yang berhak melakukan instalasi, pemeliharaan, atau penggantian perangkat. Jika perusahaan membutuhkan bantuan teknisi dari penyedia, pastikan cakupan layanan remote hands atau dukungan teknis lainnya tersedia dan pahami biaya tambahannya.
Keamanan fisik fasilitas perlu dilengkapi dengan pengamanan pada sisi pelanggan, seperti pembatasan hak akses sistem, autentikasi yang kuat, pengelolaan kredensial, dan pencadangan data.
6. Kebutuhan Pendinginan dan Kapasitas Ekspansi
Server menghasilkan panas selama beroperasi sehingga membutuhkan sistem pendinginan yang sesuai. Perusahaan perlu menyampaikan perkiraan beban panas perangkat, terutama jika menggunakan server berperforma tinggi atau perangkat dengan konsumsi daya besar.
Selain kebutuhan saat ini, rencanakan kemungkinan penambahan server, storage, dan perangkat jaringan. Perencanaan kapasitas sejak awal membantu perusahaan mengantisipasi kebutuhan rack, daya, dan konektivitas ketika infrastruktur berkembang.
Baca Juga: Apa Itu Internet Exchange? Layanan dari neuCentrIX
Bagaimana Prosedur Kolokasi Server di Data Center?
Setelah persyaratan teknis disiapkan, perusahaan dapat melanjutkan proses pengajuan kolokasi. Tahapan berikut merupakan gambaran umum; urutan dan prosedur pastinya mengikuti kebijakan penyedia layanan.
1. Mengidentifikasi Kebutuhan Infrastruktur
Tentukan tujuan penempatan server, jumlah perangkat, kebutuhan daya, bandwidth, dan kapasitas rack. Identifikasi juga aplikasi yang akan dijalankan, kebutuhan redundansi, serta rencana ekspansi.
Hasil identifikasi ini menjadi dasar untuk memilih lokasi dan layanan kolokasi yang sesuai.
2. Menghubungi Penyedia Layanan
Sampaikan kebutuhan teknis kepada penyedia data center untuk memperoleh informasi mengenai kapasitas yang tersedia, pilihan layanan, konektivitas, dukungan teknis, dan estimasi biaya.
Perusahaan dapat mempelajari layanan kolokasi neuCentrIX sebagai salah satu opsi untuk menempatkan infrastruktur server di Indonesia. Pada tahap konsultasi, pastikan kebutuhan perangkat sesuai dengan fasilitas yang tersedia.
3. Melakukan Evaluasi Teknis dan Biaya
Sebelum menyetujui layanan, pastikan spesifikasi server telah sesuai dengan kebutuhan rack, daya, pendinginan, dan konektivitas.
Periksa pula rincian biaya, termasuk biaya instalasi, penggunaan daya, koneksi tambahan, alamat IP, serta layanan teknis jika diperlukan. Evaluasi Service Level Agreement (SLA) untuk memahami target ketersediaan layanan, cakupan tanggung jawab penyedia, dan prosedur penanganan gangguan.
4. Menyelesaikan Kontrak dan Administrasi
Setelah kebutuhan dan biaya disepakati, lengkapi dokumen yang diminta dan periksa ketentuan kontrak. Pastikan ruang lingkup layanan, hak akses, tanggung jawab pemeliharaan, prosedur eskalasi, serta ketentuan penghentian layanan dijelaskan dengan baik.
5. Mengirim dan Memasang Server
Koordinasikan jadwal pengiriman, daftar perangkat, personel yang bertugas, dan kebutuhan instalasi dengan penyedia. Pastikan perangkat dikemas dan dikirim sesuai prosedur yang berlaku.
Setelah server tiba, teknisi melakukan pemasangan rack, menghubungkan sumber daya listrik, serta menyiapkan konektivitas jaringan sesuai desain yang telah disepakati.
6. Menguji dan Memvalidasi Operasional
Sebelum digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis, lakukan pengujian terhadap daya, konektivitas, konfigurasi IP, akses administrasi, dan fungsi aplikasi.
Pastikan mekanisme monitoring, pencadangan, serta prosedur pemulihan berjalan sesuai kebutuhan. Dokumentasikan hasil pengujian dan selesaikan kendala yang ditemukan sebelum server digunakan dalam operasional produksi.
Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Layanan Kolokasi?
Selain persyaratan teknis, perusahaan perlu mengevaluasi lokasi fasilitas, konektivitas, keamanan, redundansi, dan kemampuan ekspansi. Sertifikasi juga dapat menjadi bahan pertimbangan ketika menilai tata kelola dan standar fasilitas data center.
Sebagai contoh, neuCentrIX mengumumkan bahwa fasilitas Jakarta Meruya memperoleh sertifikasi desain ANSI/TIA-942 Tier 3 pada September 2025. Informasi ini dapat menjadi referensi awal, tetapi perusahaan tetap perlu memeriksa sertifikasi dan cakupan yang relevan untuk fasilitas yang akan digunakan.
Perusahaan juga sebaiknya memahami batas tanggung jawab penyedia dan pelanggan. Penyedia mengelola fasilitas sesuai ruang lingkup kontrak, sedangkan pelanggan umumnya tetap bertanggung jawab atas sistem operasi, aplikasi, konfigurasi keamanan, dan data pada server miliknya, kecuali terdapat layanan tambahan yang mengatur tanggung jawab tersebut.
Baca Juga: Lokasi Data Center neuCentrIX di Berbagai Kota Indonesia