Telkom Bangun Kabel Bawah Laut NCC untuk Perkuat Konektivitas Indonesia-Singapura

Diposting pada : 2026-08-06 | Tags :

 Pembangunan kabel bawah laut Nongsa-Changi Cable System (NCC) oleh Telkom dan BW Digital

Transformasi digital tidak hanya bergantung pada pusat data (data center), komputasi awan (cloud computing), atau kecerdasan buatan (AI). Di balik berbagai layanan digital yang digunakan setiap hari, terdapat infrastruktur telekomunikasi yang berperan sebagai tulang punggung pertukaran data global, yakni kabel serat optik bawah laut (submarine cable system).

Menurut International Cable Protection Committee (ICPC), lebih dari 95 persen lalu lintas komunikasi internasional, termasuk akses internet, layanan cloud, transaksi keuangan, hingga komunikasi bisnis, dikirim melalui jaringan kabel bawah laut. Infrastruktur ini menjadi komponen penting karena mampu mentransmisikan data berkapasitas sangat besar dengan latensi yang lebih rendah dibandingkan alternatif lain seperti satelit.

Di Indonesia, pembangunan infrastruktur digital internasional terus menjadi prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Salah satu langkah terbaru dilakukan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui kolaborasi dengan BW Digital dalam pembangunan Nongsa-Changi Cable System (NCC), sistem kabel bawah laut yang menghubungkan Nongsa Digital Park, Batam, dengan Changi, Singapura.

Menurut Telkom, proyek tersebut bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai gerbang digital regional sekaligus meningkatkan konektivitas internasional yang mendukung pertumbuhan pusat data, layanan cloud, AI, dan berbagai layanan digital lainnya.

Baca Juga: Infrastruktur Digital yang Menjadi Fondasi Transformasi AI

Apa Itu Nongsa-Changi Cable System (NCC)?

Nongsa-Changi Cable System (NCC) merupakan sistem kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Batam dengan Singapura melalui jalur berkapasitas tinggi.

Berbeda dengan kabel komunikasi konvensional, sistem ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pertukaran data yang terus meningkat seiring berkembangnya transformasi digital di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Telkom, pembangunan NCC menjadi bagian dari strategi memperkuat infrastruktur digital nasional sekaligus meningkatkan konektivitas Indonesia dengan salah satu hub digital terbesar di Asia, yaitu Singapura.

Keberadaan jalur baru ini tidak hanya menambah kapasitas jaringan internasional, tetapi juga menghadirkan alternatif rute komunikasi yang dapat meningkatkan keandalan (network resilience) apabila terjadi gangguan pada jalur kabel bawah laut lainnya.

Kolaborasi Telkom dan BW Digital Perkuat Gerbang Digital Indonesia

Pembangunan NCC merupakan hasil kolaborasi antara TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital, perusahaan penyedia infrastruktur digital yang berfokus pada pusat data dan konektivitas internasional.

Kolaborasi ini tidak hanya membangun sebuah jalur kabel bawah laut baru, tetapi juga memperkuat ekosistem digital di Batam yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu lokasi strategis untuk investasi pusat data.

Menurut Telkom, lokasi Batam memiliki sejumlah keunggulan karena berada sangat dekat dengan Singapura, memiliki akses jaringan internasional yang baik, serta didukung kawasan ekonomi digital seperti Nongsa Digital Park. Kombinasi tersebut menjadikan Batam semakin menarik bagi perusahaan teknologi global yang membutuhkan infrastruktur digital dengan konektivitas internasional berkualitas tinggi.

Selain meningkatkan kapasitas jaringan, NCC juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari rantai infrastruktur digital Asia Tenggara yang terus berkembang.

Mengapa Kabel Bawah Laut Semakin Penting?

Seiring meningkatnya aktivitas digital, kebutuhan terhadap konektivitas internasional yang cepat, stabil, dan berkapasitas besar juga terus bertambah. Kabel bawah laut menjadi infrastruktur yang memungkinkan pertukaran data lintas negara berlangsung dengan latensi rendah sekaligus mendukung berbagai layanan digital, mulai dari komputasi awan hingga kecerdasan buatan. Pembangunan Nongsa-Changi Cable System (NCC) menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Pertumbuhan Lalu Lintas Data Mendorong Kebutuhan Infrastruktur Baru

Pertumbuhan penggunaan layanan digital menyebabkan kebutuhan terhadap jaringan internasional meningkat secara signifikan. Aktivitas seperti streaming video, video conference, cloud computing, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), hingga transaksi keuangan digital menghasilkan lalu lintas data yang terus bertambah setiap tahun.

Laporan e-Conomy SEA 2024 yang diterbitkan oleh Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan bahwa ekonomi digital Asia Tenggara terus bertumbuh, dengan Indonesia tetap menjadi pasar digital terbesar di kawasan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap infrastruktur konektivitas internasional semakin tinggi.

Karena itu, pembangunan sistem kabel bawah laut baru seperti Nongsa-Changi Cable System (NCC) menjadi langkah strategis untuk memastikan pertumbuhan lalu lintas data dapat diimbangi dengan kapasitas jaringan yang memadai.

Memperkuat Batam sebagai Hub Data Center Regional

Salah satu manfaat strategis dari pembangunan NCC adalah memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat infrastruktur digital di Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir, Batam semakin menarik perhatian pelaku industri teknologi karena lokasinya yang berdekatan dengan Singapura, memiliki kawasan ekonomi digital seperti Nongsa Digital Park, serta didukung konektivitas internasional yang terus berkembang.

Menurut Telkom, keberadaan NCC akan melengkapi ekosistem tersebut dengan menyediakan jalur komunikasi berkapasitas tinggi yang mampu mendukung kebutuhan pusat data (data center) dan layanan digital berskala global.

Konektivitas internasional menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan pusat data. Semakin cepat dan andal pertukaran data dengan berbagai negara, semakin baik pula kualitas layanan yang dapat diberikan kepada pelanggan, baik perusahaan lokal maupun global.

Infrastruktur seperti NCC juga mendukung perkembangan teknologi yang membutuhkan konektivitas berkapasitas tinggi, seperti cloud computing, Artificial Intelligence (AI), analitik data, hingga layanan digital dengan kebutuhan latensi rendah.

Baca Juga: Mega Proyek Kabel Laut SEA ME WE 5 telah Mendarat di Dumai

Mendukung Ekonomi Digital Indonesia dan Asia Tenggara

Pembangunan kabel bawah laut tidak hanya berdampak pada sektor telekomunikasi, tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), pembangunan infrastruktur digital merupakan salah satu langkah penting untuk mempercepat transformasi digital nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Infrastruktur tersebut mencakup jaringan serat optik, pusat data, konektivitas internasional, hingga layanan cloud yang saling terintegrasi.

Dalam konteks tersebut, NCC berperan sebagai penghubung antara Indonesia dan Singapura, dua negara yang memiliki hubungan erat dalam ekosistem digital kawasan. Jalur ini diharapkan mampu memperlancar pertukaran data lintas negara sekaligus menyediakan kapasitas tambahan bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan cloud, hyperscaler, hingga perusahaan teknologi yang melayani pelanggan di berbagai negara.

Selain meningkatkan kapasitas konektivitas, keberadaan jalur baru ini juga memperkuat ketahanan jaringan (network resilience) dengan menyediakan alternatif rute apabila terjadi gangguan pada sistem kabel bawah laut lainnya. Hal ini penting untuk menjaga kontinuitas layanan digital yang semakin menjadi bagian dari aktivitas masyarakat maupun operasional bisnis.

Manfaat NCC bagi Dunia Usaha

Keberadaan sistem kabel bawah laut seperti NCC memberikan manfaat yang luas bagi berbagai sektor industri. Bagi penyedia layanan cloud dan pusat data, kapasitas jaringan yang lebih besar memungkinkan pengelolaan lalu lintas data dalam volume tinggi dengan performa yang lebih baik. Hal ini menjadi penting karena semakin banyak perusahaan mengadopsi aplikasi berbasis cloud untuk mendukung operasional bisnis sehari-hari.

Di sisi lain, operator telekomunikasi memperoleh tambahan kapasitas konektivitas internasional yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Perusahaan teknologi, platform digital, hingga penyedia layanan keuangan juga memperoleh keuntungan dari jaringan yang lebih andal untuk mendukung transaksi digital, komunikasi data, maupun layanan berbasis AI.

Dalam jangka panjang, penguatan infrastruktur digital seperti NCC juga berpotensi meningkatkan daya tarik investasi di sektor teknologi. Dengan tersedianya konektivitas internasional yang semakin baik, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menjadi lokasi pengembangan pusat data, layanan digital, dan berbagai investasi teknologi di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: TelkomGroup Siap Gelar Kabel Laut Internasional Asia Tenggara-Eropa