
Jakarta - Ekosistem terumbu karang Indonesia yang dikenal sebagai salah satu yang terkaya di dunia saat ini menghadapi tekanan yang semakin serius. Berdasarkan laporan NOAA dan ICRI (2025), mencatat 84% terumbu karang dunia terdampak pemutihan massal akibat lonjakan suhu laut. Sementara, data KKP dan BRIN tahun 2025, menyoroti kerusakan fisik akibat pariwisata serta polusi yang masif. Penurunan kualitas terumbu karang tersebut tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati laut, tetapi juga berdampak langsung pada hilangnya perlindungan garis pantai, melemahnya ketahanan ekosistem, dan hancurnya keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir, Telkom Indonesia mengambil langkah konkret melalui inisiasi rehabilitasi dan penanaman kembali 17.855 bibit terumbu karang di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Program ini difokuskan pada restorasi area perairan yang difokuskan pada pemulihan area perairan guna memperbaiki kualitas ekosistem yang menurun akibat tekanan lingkungan. Melalui implementasi tersebut, Telkom berupaya mengembalikan fungsi vital terumbu karang sebagai langkah restorasi melalui aksi penanaman bibit secara tersebar yang guna menciptakan benteng alami yang menjaga stabilitas ekosistem pesisir Indonesia.

Sebaran penanaman bibit terumbu karang ini dilaksanakan di 9 lokasi yang mencakup berbagai wilayah perairan Indonesia. Lokasi tersebut meliputi Kawasan Konservasi Bangsring Underwater di Banyuwangi, Pulau Badul di Pandeglang, Desa Tanjung Tiram di Konawe Selatan, Pantai Waecicu di Labuan Bajo, dan Pulau Tikus di Bengkulu. Selain itu, program ini juga menjangkau Pulau Tunda di Banten, Taman Nasional Karimunjawa di Jepara, Pulau Bone Tambu di Makassar, serta Perairan Pantai Halasi di Maluku Tengah. Penentuan seluruh lokasi ini disesuaikan dengan kebutuhan pemulihan ekosistem di masing-masing titik perairan tersebut.
“Sebagai perusahaan komitmen pada transformasi digital, kami percaya bahwa masa depan berkelanjutan hanya dapat dicapai jika pondasi ekosistem alami kita tetap terjaga. Melalui aksi penanaman 17.855 bibit terumbu karang ini, Telkom tidak hanya fokus pada pembangunan konektivitas digital di daratan, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga konektivitas ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Indonesia,” Ujar Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto.

Inisiatif program pemulihan ekosistem laut ini menjadi bukti nyata dari komitmen berkelanjutan Telkom Indonesia dalam mengimplementasikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Langkah strategis ini selaras dengan poin Sustainable Development Goal (SDG) ke-14, yaitu Ekosistem Lautan. Melalui konsistensi ini, Telkom Indonesia membuktikan bahwa inovasi digital dan keberlanjutan alam dapat berjalan beriringan guna menciptakan masa depan yang lebih biru, sehat, dan tangguh bagi Indonesia.