
Melalui Innovillage, Telkom bersama Telkom University terus membangun ekosistem talenta digital. Tahun ini, Innovillage telah melibatkan lebih dari 10.664 talenta digital muda, menghasilkan 878 inovasi, dan menjangkau 39.084 penerima manfaat di 22 provinsi.

Lebih dari 10.664 talenta digital muda berpartisipasi ciptakan inovasi sosial dan teknologi berkelanjutan.
Bandung, 30 Juni 2026 – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut hadirnya talenta muda yang adaptif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan sosial. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkomitmen membangun ekosistem talenta digital melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Innovillage, yang memasuki penyelenggaraan tahun keenam bekerja sama dengan Telkom University. Mengusung semangat "Bersama Jadi Bisa" melalui pilar program TJSL BISA PandAI, Innovillage tidak hanya menjadi ajang kompetisi inovasi sosial, tetapi juga wadah pengembangan kapasitas talenta digital muda untuk merancang serta mengimplementasikan solusi berbasis teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan tahun ini, Innovillage turut menghadirkan Industrial & Social Innovation Ecosystem Forum beberapa waktu yang lalu. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan akademisi, pelaku industri, pemerintah, komunitas, serta talenta digital muda guna memperkuat sinergi dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.
Tahun ini, Innovillage melibatkan lebih dari 10.664 talenta digital muda dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program ini berhasil menghasilkan 878 inovasi yang telah diimplementasikan di tengah masyarakat, memfasilitasi 1.281 sertifikasi pengembangan kompetensi mahasiswa, serta memberikan manfaat kepada 39.084 penerima manfaat yang tersebar di 22 provinsi. Beragam inovasi yang dikembangkan mencakup isu strategis seperti pendidikan inklusif, ketahanan pangan, kesehatan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan UMKM dan perempuan, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk menjawab tantangan pembangunan di berbagai daerah.
Vice President IT Digital Governance & Quality Telkom, Riza A.N. Rukmana, mewakili Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menyampaikan bahwa pengembangan talenta digital merupakan salah satu fondasi penting dalam memperkuat daya saing bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
"Melalui Innovillage, TelkomGroup ingin terus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi sosial berbasis teknologi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan masa depan digital Indonesia yang lebih berkelanjutan," ujar Riza.
Selain mendorong lahirnya berbagai inovasi, Innovillage juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi lintas disiplin, serta mengembangkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, Telkom berharap semakin banyak talenta digital muda yang tidak hanya memiliki kompetensi teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi nasional.
Ke depan, TelkomGroup akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas dampak program Innovillage sekaligus memperkokoh ekosistem inovasi digital nasional. Sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mengakselerasi transformasi digital Indonesia, Telkom optimistis pengembangan talenta digital yang berkelanjutan akan melahirkan inovator-inovator masa depan yang mampu meningkatkan daya saing bangsa serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, industri, dan negara.
#ElevatingYourFuture