Bangun Ekosistem Digital Inklusif, Tahun 2025 Telkom Indonesia Jangkau 682 Penyandang Disabilitas
Diposting pada : 2025-12-24 | Tags :

Jakarta - Di Indonesia, sekitar 8,5 persen penduduk atau lebih dari 22 juta jiwa merupakan penyandang disabilitas. Namun, di tengah percepatan transformasi digital, masih banyak dari mereka yang menghadapi keterbatasan akses terhadap teknologi, pelatihan, dan pengembangan keterampilan digital. Kesenjangan ini membuat penyandang disabilitas berisiko tertinggal dari peluang ekonomi dan sosial yang semakin bertumpu pada kemampuan digital.

Disisi lain, kemampuan digital kini menjadi kunci penting untuk membuka akses kerja, pendidikan, dan kemandirian ekonomi. Tanpa dukungan yang inklusif, transformasi digital berpotensi memperlebar ketimpangan, alih-alih menjadi alat pemberdayaan. Kondisi ini menegaskan perlunya peran aktif berbagai pihak untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi dapat dirasakan secara setara oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung inklusivitas digital, Telkom Indonesia sepanjang tahun 2025 telah menyelenggarakan berbagai program pelatihan bagi penyandang disabilitas. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Telkom Indonesia menjangkau 682 peserta penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan penguatan kapasitas digital. Program ini menjadi bagian dari upaya Telkom untuk memastikan transformasi digital dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Pelatihan diselenggarakan secara offline di berbagai wilayah, meliputi Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Tarakan, serta melalui platform online untuk menjangkau peserta yang lebih luas. Materi pelatihan difokuskan pada digitalisasi dan penguatan keterampilan digital guna membekali peserta agar lebih siap menghadapi tantangan serta peluang di era digital. Pendekatan ini dilakukan agar pelatihan dapat menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing peserta.

Melalui program ini, Telkom Indonesia tidak hanya menghadirkan akses pembelajaran, tetapi juga mendorong kepercayaan diri penyandang disabilitas untuk berpartisipasi aktif dalam ekosistem digital. Sebagai perusahaan digital, Telkom meyakini bahwa teknologi memiliki peran strategis dalam membuka peluang baru, meningkatkan kemandirian, serta memperluas akses ekonomi bagi kelompok rentan. Dengan demikian, transformasi digital dapat menjadi sarana pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Bulan Penyandang Disabilitas menjadi momentum bagi Telkom Indonesia untuk menegaskan komitmen dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkeadilan. Melalui pelatihan digital bagi penyandang disabilitas, kami ingin memastikan bahwa kemajuan teknologi dapat diakses secara setara serta memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian peserta. Inisiatif ini sejalan dengan peran Telkom Indonesia sebagai perusahaan digital yang mendorong pemanfaatan teknologi untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan,” ujar Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia.

Program pelatihan bagi penyandang disabilitas ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Inisiatif ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Melalui upaya berkelanjutan ini, Telkom Indonesia berharap dapat terus menciptakan dampak positif yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.