
Tangerang - Undang-Undang (UU) No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas merupakan turunan dari amanat UUD 1945 yang menjamin hak asasi, kesetaraan, serta aksesibilitas bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Regulasi ini menegaskan pentingnya penyediaan akomodasi yang layak agar penyandang disabilitas dapat berpartisipasi penuh dalam kehidupan bermasyarakat tanpa diskriminasi. Prinsip tersebut menjadi landasan penting bagi berbagai pihak, termasuk sektor usaha, untuk berkontribusi dalam menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif dan berkeadilan.
Perusahaan digital terdepan, Telkom Indonesia, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupaya mewujudkan akses pendidikan yang setara, salah satunya melalui penyelenggaraan pelatihan berbasis Virtual Reality (VR) pada 1–3 Desember 2025 di SKH YKDW 01, 02, dan 03 Tangerang. Program ini diikuti oleh 200 siswa disabilitas dan dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, inklusif, dan mudah dipahami.

Melalui teknologi VR, peserta diajak menjelajahi tata surya secara visual dan imersif. Pendekatan digital ini memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan memungkinkan siswa memahami konsep ruang angkasa secara konkret. Setelah mengikuti simulasi VR, peserta membuat proyek kreatif berupa gambar tata surya berdasarkan apa yang mereka pelajari, sebelum mempresentasikannya di depan teman-temannya. Tahapan ini membantu melatih kreativitas, pemahaman konsep, dan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi.
“Sebagai perusahaan digital, Telkom berkomitmen memastikan bahwa pemanfaatan teknologi memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Pelatihan ini bukan hanya tentang memperkenalkan VR, tetapi membuka akses belajar yang lebih setara bagi siswa disabilitas. Kami percaya bahwa teknologi harus berjalan seiring dengan nilai kemanusiaan dan inklusivitas. Melalui kolaborasi dan keterlibatan aktif karyawan, setiap inisiatif dapat memberikan dampak yang konsisten dan berkelanjutan,” ujar Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TJSL Telkom dalam mendukung pendidikan inklusif dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Telkom meyakini bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membuka peluang belajar yang lebih luas bagi siswa disabilitas untuk berkembang sesuai potensi mereka.
Dengan kolaborasi antara perusahaan, sekolah, dan komunitas, Telkom berharap inisiatif ini dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun ekosistem pendidikan inklusif yang memanfaatkan kekuatan teknologi untuk kebaikan bersama.