Cetak Talenta Digital Masa Depan, Telkom Bekali 100 Siswa dan Guru NTT melalui IoT Bootcamp & Challenge 2026
Diposting pada : 2026-10-30

KUPANG, 26 Oktober 2026 – Kemampuan memahami dan mengembangkan teknologi menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan menjawab tantangan di masa depan. Untuk itu, akses terhadap pembelajaran digital yang aplikatif perlu diperluas agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Mendorong upaya tersebut, TelkomGroup melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BISA PandAI menyelenggarakan 2026 NTT IoT Bootcamp & Challenge di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 13–17 Oktober 2026. Mengusung semangat Bersama Jadi Bisa, program ini membekali siswa dan guru dengan keterampilan teknologi sekaligus wawasan kewirausahaan untuk mendorong lahirnya talenta digital yang kreatif, adaptif, dan inovatif.

Sebanyak 100 peserta terpilih, terdiri atas 75 siswa dan 25 guru dari 25 SMA dan SMK di sembilan kabupaten di NTT, mengikuti pelatihan intensif selama lima hari. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi peserta untuk mengenal, mengeksplorasi, dan mempraktikkan teknologi yang semakin relevan dengan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.

Program ini juga sejalan dengan arah penguatan pembelajaran digital di Indonesia. Sejak tahun pelajaran 2025/2026, coding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) mulai diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah sesuai kebijakan Kemendikdasmen. Kondisi ini memperkuat pentingnya pembekalan keterampilan digital bagi siswa dan tenaga pendidik agar semakin siap menghadapi perkembangan teknologi.

Berbeda dari pembelajaran yang hanya berfokus pada teori, NTT IoT Bootcamp & Challenge mengedepankan pendekatan praktik. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai Internet of Things (IoT), AI, robotika, dan otomatisasi, sekaligus didorong untuk menghubungkan pengetahuan teknis dengan gagasan yang berpotensi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan siswa dan guru dalam satu rangkaian program juga membuka kesempatan untuk membangun ekosistem belajar yang kolaboratif. Siswa memperoleh ruang untuk mengeksplorasi ide dan mengembangkan keterampilan baru, sementara guru mendapatkan tambahan wawasan yang dapat menjadi referensi dalam memperkaya proses pembelajaran di sekolah.

Pembekalan tersebut diharapkan tidak berhenti ketika pelatihan berakhir. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama bootcamp dapat menjadi modal bagi peserta untuk terus bereksperimen, mengembangkan solusi sesuai potensi daerah, serta menularkan semangat inovasi kepada lingkungan sekolah dan komunitasnya.

Pembukaan kegiatan pada 13 Oktober 2026 turut dihadiri EVP TR3, GM Nusra, Bupati Kupang, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Dukungan berbagai pihak ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam memperluas akses pembelajaran digital dan mempersiapkan generasi muda daerah agar mampu mengambil peran dalam perkembangan ekonomi berbasis teknologi.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, menyampaikan bahwa penguatan talenta digital perlu dilakukan melalui pembelajaran yang memberi kesempatan bagi peserta untuk memahami sekaligus mempraktikkan teknologi.

“Sebagai perusahaan digital, TelkomGroup melalui BISA PandAI ingin membuka kesempatan bagi siswa dan guru untuk tidak hanya mengenal perkembangan teknologi, tetapi juga menggunakannya untuk mengembangkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan di sekitarnya. NTT IoT Bootcamp & Challenge menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat keterampilan, kreativitas, dan wawasan kewirausahaan. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan kepercayaan diri peserta untuk terus berinovasi dan membagikan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan sekolah,” ujar Hery.

Penyelenggaraan NTT IoT Bootcamp & Challenge 2026 merupakan bagian dari komitmen TelkomGroup dalam mendukung pengembangan talenta digital melalui perluasan akses pembelajaran, penguatan kapasitas pendidik, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Melalui BISA PandAI, TelkomGroup berupaya menghadirkan kesempatan belajar yang relevan agar siswa dan guru dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Sejalan dengan semangat Bersama Jadi Bisa, penguatan talenta digital di NTT diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi tumbuhnya lebih banyak inovator muda yang mampu mengembangkan potensi daerah melalui pemanfaatan teknologi. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Pada akhirnya, membangun masa depan digital Indonesia tidak hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi juga memastikan semakin banyak generasi muda dan pendidik memiliki kesempatan untuk menguasai, mengembangkan, dan memanfaatkannya. Dari NTT, TelkomGroup mendorong semangat untuk terus belajar, berani berinovasi, dan bersama-sama menciptakan dampak positif bagi masyarakat