Dorong Inklusivitas Digital, Telkom Indonesia Gelar Pelatihan bagi Penyandang Disabilitas di Yogyakarta
Diposting pada : 2025-12-31 | Tags :

Yogyakarta - Penyandang disabilitas memiliki hak yang setara untuk memperoleh akses pendidikan, keterampilan, dan peluang pengembangan diri di era digital. Menurut PAIR (2023), peningkatan penggunaan perangkat digital di kalangan penyandang disabilitas, khususnya generasi muda berusia 16 hingga 30 tahun, dapat meningkatkan akses terhadap informasi kesehatan dan layanan-layanan terkait. Oleh karena itu, penguatan keterampilan digital menjadi langkah penting agar kelompok ini dapat berpartisipasi aktif dan berdaya di era transformasi digital.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong inklusivitas digital, Telkom Indonesia menyelenggarakan pelatihan yang bernama “Pelatihan Keterampilan Digital Bagi Guru SLB dan Individu Disabilitas di Yogyakarta” pada 12–13 Desember 2025 di Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta, yang terdiri dari guru, pelaku UMKM, dan mahasiswa penyandang disabilitas. Diselenggarakannya acara ini menjadi bagian dari upaya Telkom Indonesia memperluas akses peningkatan kapasitas digital di berbagai lapisan masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibekali materi media pembelajaran digital bagi guru serta digital marketing bagi pelaku UMKM dan mahasiswa, yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan mini project berupa rencana digitalisasi ke depan. Pelatihan dilaksanakan melalui pematerian interaktif, diskusi, dan praktik langsung yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta. Khusus bagi guru, pelatihan ini juga mendorong keberlanjutan melalui tugas untuk mengajarkan kembali materi digital kepada minimal 10 siswa agar dampak pembelajaran semakin luas.

“Sebagai perusahaan digital, Telkom Indonesia meyakini bahwa transformasi digital harus dapat diakses oleh semua pihak, termasuk penyandang disabilitas. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan keterampilan digital dapat dimanfaatkan secara nyata, baik dalam dunia pendidikan, pengembangan usaha, maupun peningkatan kapasitas individu, sehingga memberikan dampak yang berkelanjutan,” ujar Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia.

Program pelatihan disabilitas ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), sejalan dengan komitmen Telkom Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.