
Di Indonesia, tantangan gangguan penglihatan masih menjadi isu kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan survei Rapid Assessment on Avoidable Blindness yang dikutip dari World Health Organization (WHO) tahun 2025, diperkirakan sekitar 15 juta penduduk usia 50 tahun ke atas mengalami gangguan penglihatan, dengan katarak dan kelainan refraksi sebagai penyebab utama. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya kolaboratif untuk memperluas akses layanan kesehatan mata guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.
Sebagai wujud kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, Telkom Indonesia menghadirkan Program Operasi Katarak Telkom Indonesia yang dilaksanakan pada Kamis dan Jumat, 4 - 5 Desember 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di RSUD Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, dengan menyasar 100 peserta lansia yang membutuhkan penanganan katarak. Melalui program ini, Telkom Indonesia berupaya membantu memulihkan fungsi penglihatan agar para peserta dapat kembali beraktivitas secara lebih mandiri.
Dalam pelaksanaannya, Telkom Indonesia memberikan bantuan berupa tindakan operasi katarak yang dilakukan secara langsung oleh tenaga medis profesional. Seluruh rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan, dilanjutkan dengan tindakan operasi, serta ditutup dengan pemantauan pascaoperasi untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan peserta. Pendekatan ini dilakukan agar manfaat layanan kesehatan dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima bantuan.
Sebagai perusahaan digital, Telkom Indonesia meyakini bahwa pemanfaatan teknologi dan konektivitas harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui program sosial di bidang kesehatan, Telkom tidak hanya berfokus pada pengembangan infrastruktur digital, tetapi juga mendorong terciptanya akses layanan dasar yang lebih inklusif. Dengan demikian, kehadiran Telkom diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan.
“Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Melalui program operasi katarak ini, Telkom Indonesia berupaya menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih merata dengan mengedepankan kolaborasi, pemanfaatan sistem yang terhubung, serta pengelolaan program yang tepat sasaran. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Telkom Indonesia dalam menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia.
Program Operasi Katarak Telkom Indonesia merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Inisiatif ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being), dalam memastikan kehidupan yang sehat dan sejahtera bagi semua usia. Melalui kolaborasi berkelanjutan, Telkom Indonesia terus berupaya menghadirkan kontribusi sosial yang konsisten, terukur, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Di Indonesia, tantangan gangguan penglihatan masih menjadi isu kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan survei Rapid Assessment on Avoidable Blindness yang dikutip dari World Health Organization (WHO) tahun 2025, diperkirakan sekitar 15 juta penduduk usia 50 tahun ke atas mengalami gangguan penglihatan, dengan katarak dan kelainan refraksi sebagai penyebab utama. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya kolaboratif untuk memperluas akses layanan kesehatan mata guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.
Sebagai wujud kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, Telkom Indonesia menghadirkan Program Operasi Katarak Telkom Indonesia yang dilaksanakan pada Kamis dan Jumat, 4 - 5 Desember 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di RSUD Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, dengan menyasar 100 peserta lansia yang membutuhkan penanganan katarak. Melalui program ini, Telkom Indonesia berupaya membantu memulihkan fungsi penglihatan agar para peserta dapat kembali beraktivitas secara lebih mandiri.
Dalam pelaksanaannya, Telkom Indonesia memberikan bantuan berupa tindakan operasi katarak yang dilakukan secara langsung oleh tenaga medis profesional. Seluruh rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan, dilanjutkan dengan tindakan operasi, serta ditutup dengan pemantauan pascaoperasi untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan peserta. Pendekatan ini dilakukan agar manfaat layanan kesehatan dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima bantuan.
Sebagai perusahaan digital, Telkom Indonesia meyakini bahwa pemanfaatan teknologi dan konektivitas harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui program sosial di bidang kesehatan, Telkom tidak hanya berfokus pada pengembangan infrastruktur digital, tetapi juga mendorong terciptanya akses layanan dasar yang lebih inklusif. Dengan demikian, kehadiran Telkom diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan.
“Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Melalui program operasi katarak ini, Telkom Indonesia berupaya menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih merata dengan mengedepankan kolaborasi, pemanfaatan sistem yang terhubung, serta pengelolaan program yang tepat sasaran. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Telkom Indonesia dalam menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia.
Program Operasi Katarak Telkom Indonesia merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Inisiatif ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being), dalam memastikan kehidupan yang sehat dan sejahtera bagi semua usia. Melalui kolaborasi berkelanjutan, Telkom Indonesia terus berupaya menghadirkan kontribusi sosial yang konsisten, terukur, dan berdampak luas bagi masyarakat.