Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
Diposting pada : 2026-11-04

Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah

Telkom melalui platform pendidikan digital PIJAR mendukung pelaksanaan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK sederajat yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah

 

Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah

Kegiatan ini menjangkau lebih dari 84.000 peserta dari lebih dari 570 sekolah di Provinsi Banten sebagai bagian dari persiapan peserta didik menghadapi TKA.

Melalui PIJAR, Telkom menghadirkan dukungan asesmen digital dengan fitur pengawasan untuk membantu sekolah memantau pelaksanaan ujian

Jakarta, 4 November 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui platform pendidikan digital PIJAR mendukung pelaksanaan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK sederajat yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Kegiatan ini menjangkau lebih dari 84.000 peserta dari lebih dari 570 sekolah di Provinsi Banten sebagai bagian dari persiapan peserta didik menghadapi TKA.

Dalam pelaksanaannya, PIJAR mendukung asesmen berbasis Computer Based Test (CBT) atau asesmen digital yang memungkinkan peserta mengerjakan soal secara elektronik. Sistem ini juga membantu sekolah memantau jalannya ujian secara lebih terstruktur melalui fitur pengawasan yang tersedia.

Direktur IT Digital Telkom Kharim I. G. Siregar, menyampaikan bahwa digitalisasi pendidikan perlu berorientasi pada manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh institusi pendidikan dan peserta didik “Digitalisasi pendidikan bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu sekolah menjalankan proses pembelajaran dan asesmen secara lebih efektif, aman, dan terukur.”

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan fitur PIJAR yang mendukung kebutuhan asesmen digital, termasuk fitur anti-cheating dan monitoring real-time. Fitur anti-cheating dapat mengisolasi perangkat peserta ketika terdeteksi membuka aplikasi lain selama ujian berlangsung, sementara fitur monitoring membantu guru mengidentifikasi kondisi peserta dan mengambil tindak lanjut sesuai kebijakan sekolah.

Pengalaman penggunaan fitur tersebut salah satunya dirasakan oleh SMA Muhammadiyah 2 Tangerang yang turut menggunakan PIJAR dalam pelaksanaan Try Out TKA. Muhammad Imam Darmawan, Guru Informatika SMA Muhammadiyah 2 Tangerang, menyampaikan bahwa ujian secara keseluruhan berjalan lancar. Kendala yang sempat dialami beberapa siswa saat masuk ke sistem diketahui disebabkan oleh kesalahan memasukkan kata sandi. Ia juga mengapresiasi pengembangan PIJAR yang dinilai telah melengkapi sejumlah kebutuhan sekolah berdasarkan pengalaman menggunakan aplikasi serupa sebelumnya.

“Kami sebelumnya pernah menggunakan beberapa aplikasi, dan menurut saya PIJAR sudah melengkapi beberapa hal yang belum tersedia di aplikasi-aplikasi sebelumnya,” tambahnya.

Dari sisi pengawasan ujian, Mumtahina, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana sekaligus Bendahara Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Tangerang, menjelaskan bahwa fitur anti-cheating memberikan sekolah kendali dalam menindaklanjuti aktivitas peserta yang memicu isolasi perangkat.

“Kalau anak mencoba membuka aplikasi lain saat ujian, PIJAR akan otomatis mengisolasi perangkat siswa. Kami juga bisa melihat siswa mana saja yang terindikasi membuka aplikasi lain, dan sekolah memiliki kontrol untuk membuka isolasinya. Namun, sekolah sudah menetapkan aturan bahwa kesempatan membuka isolasi maksimal satu kali,” jelas Mumtahina.

Selain fitur pengawasan, pengalaman penggunaan PIJAR dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari turut menjadi pertimbangan sekolah dalam memilih platform untuk pelaksanaan asesmen. Familiaritas terhadap sistem membantu sekolah menjalankan ujian menggunakan platform yang telah digunakan sebelumnya.  “Di sekolah sehari-hari kita juga sudah menggunakan aplikasi PIJAR. Alhamdulillah, selama digunakan juga lancar, jadi kita tidak ada keraguan lagi saat try out dijalankan menggunakan PIJAR,” pungkas Mumtahina.

Pelaksanaan Try Out TKA 2026 di Provinsi Banten menunjukkan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung asesmen pendidikan berskala besar. Selain memfasilitasi pengerjaan soal secara digital, dukungan sistem dan fitur pengawasan PIJAR membantu sekolah memantau pelaksanaan ujian sebagai bagian dari evaluasi kesiapan peserta didik menghadapi TKA.

Melalui PIJAR, Telkom terus menghadirkan solusi digital yang mendukung kebutuhan institusi pendidikan dalam menjalankan proses pembelajaran dan asesmen. Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya Telkom untuk mendukung pengembangan ekosistem pendidikan digital sekaligus mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

#ElevatingYourFuture