Telkom Indonesia Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan lewat Program Rona Karya Kartini
Diposting pada : 2026-05-04 | Tags :

JAKARTA, 4 Mei 2026 – Semangat kesetaraan gender kini tidak lagi sekadar tentang partisipasi perempuan, tetapi juga tentang bagaimana perempuan mampu menjadi penggerak utama ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, peningkatan partisipasi perempuan dalam ekonomi nasional menjadi perhatian penting, terutama bagi kelompok perempuan rentan yang membutuhkan akses keterampilan dan teknologi untuk berkembang.

Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2025, terdapat sekitar 14,5 juta keluarga di Indonesia yang dipimpin oleh perempuan sebagai kepala keluarga. Kondisi ini menunjukkan pentingnya dukungan nyata agar perempuan dapat memiliki daya saing dan kemandirian ekonomi yang lebih kuat di tengah perkembangan digital saat ini.

Dengan semangat Bersama Jadi Bisa, Telkom Indonesia menghadirkan program Rona Karya Kartini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberdayakan perempuan melalui peningkatan keterampilan dan pemanfaatan teknologi digital. Program ini dirancang untuk menjembatani potensi perempuan dengan kebutuhan industri kreatif dan digital masa kini.

Rona Karya Kartini secara khusus menyasar kelompok perempuan rentan, mulai dari perempuan pra-sejahtera, penyintas kekerasan, penyandang disabilitas, hingga ibu tunggal. Melalui program ini, Telkom ingin memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan tidak tertinggal dalam arus transformasi digital.

Program yang berlangsung pada 30 April 2026 di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini melibatkan 50 peserta perempuan yang mendapatkan pelatihan intensif di bidang Make Up Artist (MUA). Bersama pakar kecantikan Frista Dea, peserta dibekali keterampilan tata rias profesional, strategi pembuatan konten digital, hingga personal branding untuk mendukung pengembangan usaha dan profesi mereka.

Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) bersama Mira Sahid. Teknologi AI tersebut dapat membantu profesi MUA melalui fitur analisis kulit dan analisis warna, sehingga layanan kecantikan yang diberikan dapat menjadi lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh kemampuan teknis (hard skill) di bidang tata rias, tetapi juga kemampuan digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Seluruh pembekalan tersebut diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan peserta secara berkelanjutan.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung kemandirian perempuan.

“Sebagai perusahaan digital, Rona Karya Kartini bukan sekadar pelatihan keterampilan teknis, melainkan upaya kami memberikan pengetahuan berupa teknik merias yang digabungkan dengan teknologi digital bagi para perempuan tangguh. Telkom ingin memastikan bahwa perempuan, terutama perempuan rentan, memiliki daya saing yang setara di pasar kerja. Dengan mengintegrasikan AI ke dalam keterampilan mereka, Telkom optimistis para MUA dapat membuka peluang ekonomi baru yang lebih mandiri dan berdaya,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia dalam menciptakan dampak sosial yang inklusif melalui inisiatif Bisa PandAI lewat program Bisa Mahir. Selain itu, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.

Melalui Rona Karya Kartini, Telkom Indonesia berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang mampu membangun masa depan lebih baik, mandiri, dan berdaya melalui pemanfaatan keterampilan serta teknologi digital.