Telkom Indonesia Himpun 332 Kantong Darah melalui Aksi Donor di Bandung, Makassar, dan Jakarta
Diposting pada : 2026-02-19 | Tags :

Jakarta - Ketersediaan stok darah masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah di Indonesia karena peningkatan kebutuhan transfusi belum sebanding dengan jumlah pendonor aktif. Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebuah negara idealnya memiliki stok darah minimal sebesar 2% dari total penduduk. Namun, data Kementerian Kesehatan RI (2023) menunjukkan bahwa defisit sekitar 700.000 hingga 1,1 juta kantong darah untuk mencapai ambang batas aman. Kondisi ini menyebabkan sejumlah wilayah sering menghadapi potensi krisis stok, khususnya pada periode penurunan partisipasi donor, yang mempertegas perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas ketersediaan darah secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap isu kemanusiaan dan kesehatan masyarakat, Telkom Indonesia menyelenggarakan kegiatan donor darah di tiga kota besar, yakni Bandung, Makassar, dan Jakarta. Kegiatan pertama dilaksanakan di Makassar pada Rabu, 28 Januari 2026, dan pada Rabu, 4 Februari 2026, kegiatan donor darah diselenggarakan serentak di dua tempat yaitu Telkom Japati, Bandung dan Graha Merah Putih Telkom Indonesia, Jakarta. 

Dalam pelaksanaannya, berhasil dihimpun sebanyak 71 kantong darah di Makassar, 106 kantong darah di Bandung, dan 155 kantong darah dari para pendonor Jakarta yang berpartisipasi. Dengan jumlah 332 kantong, capaian tersebut menjadi kontribusi nyata dalam membantu pemenuhan kebutuhan darah serta bentuk antusiasme karyawan dalam mencerminkan tingginya kesadaran sosial di lingkungan kerja.

“Sebagai perusahaan digital nasional, Telkom Indonesia tidak hanya berfokus pada penguatan layanan dan transformasi teknologi, tetapi juga berkomitmen menghadirkan kontribusi sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui penyelenggaraan donor darah di Bandung, Makassar, dan Jakarta, Telkom berharap kegiatan ini dapat turut berperan dalam mendukung ketersediaan stok darah nasional melalui partisipasi aktif karyawan. Aksi nyata ini merupakan wujud kepedulian perusahaan dalam membantu sesama, serta memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.” Ujar Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto.

Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan, Telkom Indonesia terus memperkuat implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Telkom terus berupaya berkontribusi dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, mendukung ketersediaan stok darah nasional, serta menghadirkan kontribusi nyata yang memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.