Perbedaan Astinet dan Metro Ethernet untuk Kebutuhan Bisnis
![]()
Bedanya Astinet dan Metro Ethernet terletak pada fungsi konektivitas yang disediakan. Astinet merupakan layanan internet dedicated untuk menghubungkan perusahaan ke internet, sedangkan Metro Ethernet menyediakan konektivitas jaringan berbasis Ethernet untuk pertukaran data antarlokasi.
Keduanya dapat mendukung operasional bisnis digital, tetapi memiliki peran berbeda dalam arsitektur jaringan. Astinet relevan bagi perusahaan yang membutuhkan akses internet dengan kapasitas bandwidth terjamin, sementara Metro Ethernet dapat digunakan untuk menghubungkan kantor pusat, cabang, dan pusat data dalam jaringan perusahaan.
Pemilihan layanan perlu disesuaikan dengan tujuan koneksi, kebutuhan kapasitas, dan rancangan jaringan bisnis. Karena itu, memahami perbedaan keduanya dapat membantu perusahaan menentukan solusi yang tepat tanpa mengeluarkan biaya untuk fitur yang tidak diperlukan.
Baca Juga: Cara Kerja ASTINet Telkom untuk Dukung Koneksi Internet Dedicated Perusahaan
Apa Itu Astinet dan Metro Ethernet?
Astinet dan Metro Ethernet merupakan layanan konektivitas untuk kebutuhan bisnis, tetapi keduanya bekerja dengan tujuan berbeda. Sebelum membandingkan spesifikasinya, penting untuk memahami fungsi utama masing-masing layanan.
Astinet untuk Akses Internet Dedicated
Astinet atau Access Service to Internet merupakan layanan internet dedicated dari Telkom yang ditujukan untuk kebutuhan perusahaan dan organisasi. Layanan ini menyediakan akses ke internet dengan kapasitas bandwidth sesuai spesifikasi layanan yang dipilih.
Layanan Astinet menyediakan jaminan rasio bandwidth 1:1 pada layanan dedicated yang ditawarkan. Artinya, kapasitas bandwidth yang dijanjikan dialokasikan secara khusus sesuai ketentuan layanan, bukan menggunakan rasio berbagi bandwidth seperti pada banyak layanan internet bersama.
Astinet dapat dipertimbangkan oleh perusahaan yang mengandalkan aplikasi berbasis cloud, layanan digital, komunikasi daring, akses sistem eksternal, dan aktivitas lain yang membutuhkan koneksi internet konsisten. Kebutuhan alamat IP publik, kapasitas bandwidth, pemantauan jaringan, serta ketentuan Service Level Agreement (SLA) tetap perlu dikonfirmasi berdasarkan paket yang dipilih.
Metro Ethernet untuk Konektivitas Antarjaringan
Metro Ethernet merupakan layanan konektivitas berbasis Ethernet yang memungkinkan perusahaan menghubungkan jaringan di beberapa lokasi. Contohnya adalah menghubungkan kantor pusat dengan kantor cabang, gudang, atau pusat data agar pertukaran data internal dapat berlangsung melalui jaringan yang dirancang sesuai kebutuhan perusahaan.
Metro Ethernet dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah lokasi dalam jaringan bisnis tanpa harus mengandalkan internet publik sebagai jalur utama pertukaran data antarlokasi.
Karena itu, Metro Ethernet relevan bagi perusahaan yang mengoperasikan sistem terpusat, seperti Enterprise Resource Planning (ERP), aplikasi keuangan, basis data internal, atau sistem operasional yang digunakan oleh beberapa cabang. Kapasitas bandwidth, topologi jaringan, Quality of Service (QoS), dan cakupan layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan infrastruktur penyedia layanan.
Apa Perbedaan Astinet dan Metro Ethernet?
Perbedaan kedua layanan paling mudah dipahami dengan melihat tujuan koneksi yang ingin dibangun. Astinet berorientasi pada akses internet, sedangkan Metro Ethernet berorientasi pada konektivitas jaringan antarlokasi.
Perbedaan Fungsi dan Penggunaan
Astinet digunakan ketika perusahaan membutuhkan akses internet dedicated untuk mendukung aktivitas digital. Contohnya, perusahaan yang menjalankan aplikasi berbasis cloud, mengelola layanan daring, atau membutuhkan akses internet untuk banyak pengguna dapat mempertimbangkan Astinet sesuai kebutuhan bandwidth dan spesifikasi layanan.
Sebaliknya, Metro Ethernet digunakan ketika perusahaan perlu menghubungkan jaringan di lokasi berbeda. Misalnya, kantor cabang perlu mengakses aplikasi bisnis yang ditempatkan di pusat data perusahaan. Metro Ethernet dapat menjadi bagian dari rancangan jaringan untuk mendukung pertukaran data tersebut.
Perbedaan ini bukan berarti salah satu layanan selalu lebih baik. Keduanya menjawab kebutuhan yang berbeda, sehingga pemilihan harus berangkat dari tujuan konektivitas perusahaan.
Perbedaan Bandwidth dan Pengelolaan Jaringan
Pada Astinet, perusahaan perlu memperhatikan kapasitas akses internet, rasio bandwidth yang dijanjikan, kebutuhan IP publik, serta ketentuan layanan. Informasi resmi MyTEnS juga mencantumkan beberapa varian Astinet, termasuk Lite, Premium, dan Burstable, dengan karakteristik yang tidak sepenuhnya sama. Karena itu, spesifikasi paket perlu diperiksa sebelum berlangganan.
Sementara itu, Metro Ethernet menawarkan kapasitas dan rancangan koneksi yang disesuaikan dengan kebutuhan jaringan antarlokasi. Dalam informasi layanan dan artikel Telkom, pilihan bandwidth Metro Ethernet disebut dapat mencapai 10 Gbps dalam satu sirkuit, bergantung pada layanan dan ketersediaannya.
Untuk Metro Ethernet, perusahaan juga perlu mempertimbangkan topologi, kebutuhan redundansi, dan QoS agar aplikasi yang penting bagi operasional mendapatkan karakteristik koneksi yang sesuai. Detail kapasitas dan jaminan layanan harus dikonfirmasi melalui penawaran resmi.
Perbedaan dalam Arsitektur Koneksi
Astinet menghubungkan jaringan perusahaan ke internet. Sementara itu, Metro Ethernet membangun konektivitas antara titik-titik jaringan yang ditentukan dalam desain layanan.
Sebagai contoh, perusahaan dengan kantor pusat dan beberapa cabang dapat menggunakan Metro Ethernet untuk menghubungkan jaringan antarlokasi. Jika seluruh lokasi tersebut juga membutuhkan akses internet, perusahaan perlu merancang jalur internet melalui Astinet atau layanan akses internet lain yang sesuai.
Dengan demikian, Metro Ethernet tidak otomatis menggantikan Astinet sebagai akses internet. Sebaliknya, Astinet juga tidak otomatis menyediakan koneksi privat antarcabang sesuai kebutuhan jaringan perusahaan.
Baca Juga: Perbedaan Astinet dan IndiHome: Mana yang Cocok untuk Bisnis dan Rumah?
Kapan Bisnis Membutuhkan Astinet atau Metro Ethernet?
Pemilihan layanan sebaiknya mempertimbangkan aplikasi yang digunakan, jumlah lokasi, pola pertukaran data, dan kebutuhan akses internet. Dengan memetakan kebutuhan tersebut sejak awal, perusahaan dapat menentukan layanan yang tepat atau menggabungkan keduanya jika diperlukan.
Astinet untuk Operasional yang Bergantung pada Internet
Astinet dapat dipertimbangkan apabila aktivitas utama perusahaan membutuhkan akses internet dedicated yang konsisten. Contohnya adalah perusahaan yang mengoperasikan layanan digital, menggunakan banyak aplikasi cloud, atau membutuhkan koneksi internet untuk mendukung layanan kepada pelanggan.
Sebelum memilih, hitung kebutuhan bandwidth berdasarkan jumlah pengguna, jenis aplikasi, volume transfer data, serta kebutuhan akses masuk dan keluar jaringan. Periksa pula ketentuan IP publik, dukungan teknis, pemantauan, dan SLA dalam penawaran layanan.
Metro Ethernet untuk Perusahaan dengan Banyak Lokasi
Metro Ethernet dapat dipertimbangkan ketika perusahaan perlu menghubungkan kantor pusat, cabang, gudang, atau pusat data dalam satu rancangan jaringan. Layanan ini membantu mendukung pertukaran data internal dan akses ke sistem perusahaan sesuai konfigurasi yang disepakati.
Perusahaan perlu mengidentifikasi lokasi yang akan dihubungkan, volume data, aplikasi yang digunakan, dan tingkat prioritas trafik. Cakupan jaringan serta ketersediaan koneksi di setiap lokasi juga harus dikonfirmasi kepada penyedia layanan.
Menggabungkan Astinet dan Metro Ethernet
Perusahaan yang membutuhkan koneksi antarcabang sekaligus akses internet dapat mempertimbangkan penggunaan kedua layanan dalam satu arsitektur jaringan. Metro Ethernet dapat menangani konektivitas antarlokasi, sedangkan Astinet menyediakan akses internet dedicated.
Sebagai contoh, kantor pusat dan cabang dapat terhubung melalui Metro Ethernet untuk mengakses sistem internal. Pada saat yang sama, perusahaan dapat menggunakan Astinet untuk memenuhi kebutuhan akses internet. Implementasi akhirnya bergantung pada desain jaringan, kebijakan keamanan, kebutuhan redundansi, dan spesifikasi layanan.
Cara Memilih Layanan yang Sesuai untuk Bisnis
Sebelum menentukan layanan, perusahaan sebaiknya menyusun kebutuhan konektivitas berdasarkan kondisi operasional saat ini dan rencana pengembangan bisnis.
Pertama, tentukan tujuan koneksi: akses internet, pertukaran data antarlokasi, atau keduanya. Kedua, hitung kebutuhan bandwidth dan evaluasi aplikasi yang paling sensitif terhadap gangguan koneksi. Ketiga, periksa ketersediaan layanan, kebutuhan IP publik, opsi redundansi, serta dukungan teknis.
Bandingkan pula biaya instalasi dan biaya bulanan, ketentuan SLA, waktu penanganan gangguan, serta fleksibilitas peningkatan kapasitas. Jangan hanya membandingkan angka bandwidth karena fungsi layanan dan cakupan yang ditawarkan bisa berbeda.
Bedanya Astinet dan Metro Ethernet terletak pada tujuan konektivitasnya. Astinet menyediakan akses internet dedicated, sedangkan Metro Ethernet menghubungkan jaringan untuk mendukung pertukaran data antarlokasi. Perusahaan dapat memilih salah satunya atau menggabungkan keduanya berdasarkan kebutuhan teknis dan operasional.
Jika bisnis Anda membutuhkan akses internet dedicated, pertimbangkan layanan Astinet dari MyTEnS. Pelajari spesifikasi layanan dan konsultasikan kebutuhan bandwidth, cakupan, serta dukungan teknis agar solusi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Baca Juga: Apa Itu Astinet Telkom? Internet Dedicated Premium untuk Bisnis