Menampilkan 451 hasil untuk "broadband"
Look for the specific information you need about TelkomGroup by using these filters.
- All Result 451
- Page 1
- News 218
- Articles 29
- Report 203
Pages
TelkomGroup berkomitmen untuk memberdayakan karyawan, pelanggan, serta masyarakat sebagai bentuk praktik bisnis yang bertanggung jawab. Upaya TelkomGroup dimulai dengan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan aman bagi seluruh karyawan tanpa terkecuali, untuk mendorong inovasi guna memberikan layanan yang unggul kepada masyarakat. Sehingga, kapabilitas digital TelkomGroup dapat memberikan dampak positif bukan hanya kepada keberagaman, kesetaraan, dan inklusi serta kesehatan dan keselamatan karyawan, namun kepada masyarakat luas seperti hubungan pelanggan serta inklusivitas digital dan pelibatan komunitas. Keberagaman, Kesetaraan dan Inklusi Telkom secara konsisten membangun budaya dan nilai perusahaan berdasarkan nilai utama AKHLAK, yang merupakan nilai dasar yang diwajibkan bagi seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Nilai-nilai ini menjadi landasan bagi Telkom dalam mengintegrasikan prinsip keberagaman dan kesetaraan dalam seluruh praktik ketenagakerjaan, serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. TelkomGroup memberikan kesempatan yang setara tanpa membedakan suku, agama, ras, status sosial, dan gender sebagai bentuk rekrutmen yang adil. Sebagai upaya memberikan kesempatan kerja yang setara bagi masyarakat lokal, Telkom melaksanakan rekrutmen melalui berbagai program, termasuk rekrutmen berbasis lokasi penempatan atau rekrutmen daerah. TelkomGroup percaya bahwa pengembangan talenta adalah kunci untuk membangun organisasi yang inovatif dan kompetitif. Telkom memiliki berbagai program peningkatan kompetensi bagi seluruh karyawan untuk mendukung mereka mencapai potensi maksimal. Melalui pelatihan terstruktur berbasis People Development Program (PDP), Telkom berhasil meningkatkan keterampilan teknis dan soft skills karyawan, yang tercermin dalam peningkatan produktivitas dan inovasi dalam operasional sehari-hari. TelkomGroup juga memberikan remunerasi sesuai dengan ketentuan perusahaan, termasuk gaji, tunjangan hari raya, fasilitas terkait jabatan, fasilitas kesehatan, dan manfaat pensiun. Telkom menjunjung tinggi praktik bisnis dan hak asasi manusia dengan prinsip saling menghormati, serta bebas dari diskriminasi, kekerasan, maupun pelecehan fisik dan mental. Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan Respectful Workplace Policy (RWP) yang secara komprehensif mengatur mekanisme pencegahan, penanganan, dan pelaporan diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan di lingkungan Telkom. Kesehatan dan Keselamatan Karyawan Melindungi karyawan dan memastikan mereka dapat bekerja di lingkungan yang aman dan nyaman adalah prioritas bagi TelkomGroup. Telkom menerapkan kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang komprehensif, mencakup identifikasi risiko, mitigasi bahaya, dan pelatihan berkelanjutan bagi seluruh karyawan dan kontraktor. Telkom juga menyediakan fasilitas kesehatan sebagai bentuk nyata komitmen terhadap kesehatan karyawan, termasuk: 1) Poliklinik umum dan gigi; 2) Pusat kebugaran; 3) Ruang laktasi; 4) Ruang simulasi bantuan hidup dasar; 5) Fasilitas pemeriksaan kebidanan. Telkom mendukung kesejahteraan karyawan melalui konsep holistik 4R: Olah Rasa (kesadaran emosional dan sosial), Olah Raga (kebugaran fisik dan kesehatan mental), Olah Rasio (keterampilan kognitif dan penalaran), dan Olah Ruh (pertumbuhan spiritual dan kesadaran diri). Untuk menilai efektivitas program kesejahteraan karyawan, Telkom melakukan survei tahunan yang menghasilkan skor employee well-being . Hubungan Pelanggan TelkomGroup berkomitmen untuk menyediakan layanan digital yang unggul dan inklusif, sehingga seluruh pelanggan dari berbagai latar belakang mendapatkan pengalaman yang setara. Selain itu, TelkomGroup terus berinovasi menghasilkan solusi digital dengan memanfaatkan perkembangan teknologi secara bertanggung jawab. Salah satu aspek utama dari komitmen ini adalah mengukur pengalaman pelanggan secara menyeluruh untuk memastikan setiap pelanggan dapat mengakses dan menggunakan produk serta layanan terbaik kapan saja dan di mana saja. Telkom juga terus berinovasi dengan menghadirkan solusi cerdas untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Yang terpenting, Telkom memastikan bahwa setiap produk yang dijual, seperti optical network termina l (ONT), telah melalui proses pengujian dan evaluasi keselamatan secara menyeluruh. Ini dilakukan untuk menjamin keselamatan pelanggan dan memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku di Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen terhadap kualitas, Telkom telah menerapkan program Telkom Integrated Quality Assurance (TIQA) untuk memastikan kualitas produk dan layanan kepada pelanggan. Inklusivitas Digital dan Pelibatan Komunitas Dengan menyediakan layanan telekomunikasi yang terjangkau serta program pemberdayaan berbasis digital, TelkomGroup memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil, dapat merasakan manfaat konektivitas. Hingga tahun 2024, jaringan Telkomsel telah menjangkau 99% populasi Indonesia. Selain itu, Telkomsel telah mengoperasikan ribuan BTS, termasuk Regular BTS, Merah Putih BTS, dan Broadband BTS, untuk mendukung akses layanan data (internet) di wilayah 3T serta daerah perbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, Australia, Filipina, dan Papua Nugini. Di sisi lain, Telkomsat melalui program "Telkomsat Berbagi" menyediakan layanan internet satelit MangoStar untuk mendukung respon BNPB pasca banjir dan longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. TelkomGroup juga meyakini bahwa kapabilitas digital yang dimiliki dapat dioptimalkan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, Telkom secara konsisten menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah, BUMN, akademisi, masyarakat, media, dan karyawan melalui program relawan karyawan. Pada tahun 2024, program TJSL Telkom berfokus pada investasi di empat pilar, yaitu: lingkungan sebesar Rp48,3 miliar, sosial sebesar Rp61,25 miliar, ekonomi sebesar Rp34,8 miliar, dan hukum & tata kelola sebesar Rp0,36 miliar, dengan total investasi sebesar Rp144,8 miliar.
See DetailsNews
18 Desember 2015
BeritaBroadband Industrial Estate Penopang Kawasan Industri
Jakarta, 18 Desember 2015 – Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk pengembangan sektor industri Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) terus berupaya mengembangkan Broadband Industrial Estate dengan menyediakan layanan Information Communication Technology (ICT) untuk kawasan industri Indonesia. Setelah sebelumnya melakukan kerjasama dengan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan Kawasan Industri Makasar (PT KIMA), saat ini Telkom melakukan kerjasama dengan PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penyediaan Layanan Telekomunikasi antara Telkom dengan Kawasan Industri yang berlokasi di Bahodopi Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah ini dilakukan oleh Executive Vice President Telkom Regional VII Kawasan Timur Indonesia Muhammad Firdaus dan Direktur Utama IMIP Alexander Barus, disaksikan oleh Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin dan Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Imam Haryono di Hotel J.S.Luwansa Jakarta (18/12). Pada kesempatan tersebut, Dirjen PPI Kemenperin Imam Haryono memberikan apresiasi kepada PT. IMIP yang telah berperan serta dan menjadi "Pionir" dalam mengembangkan kawasan industri berbasis nikel di lokasi remote area yang minim infrastruktur pendukung seperti di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Sementara apresiasi diberikan kepada Telkom yang telah berperan serta mewujudkan Broadband Industrial Estate dengan menyediakan Layanan ICT di Kawasan Industri Morowali. “Dengan adanya pengembangan Broadband Industrial Estate ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sektor industri wilayah di luar Pulau Jawa menjadi 40% pada tahun 2035 sehingga dapat berkontribusi terhadap pemerataan pembangunan sektor industri dan perekonomian nasional di seluruh wilayah Indonesia,” tambah Imam Haryono. Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin menjelaskan, kerjasama ini merupakan wujud komitmen Telkom untuk mendukung program pemerintah dalam memajukan sektor industri Indonesia, setelah sebelumnya Telkom telah mendukung sektor maritim, pariwisata dan pendidikan Indonesia. Dipaparkannya, kerjasama ini sejalan dengan program Telkom yang sedang menggelar infrastruktur broadband di seluruh Indonesia melalui program Indonesia Digital Network. Hal ini juga didukung oleh jaringan infrastruktur backbone fiber optic yang terbentang menghubungkan seluruh Nusantara mulai dari Banda Aceh hingga Papua serta jaringan infrastruktur internasional. “Kami siap menjawab kebutuhan para pelaku industri yang berada di Kawasan Industri di seluruh Indonesia,” ujar Awaluddin. Dalam kerjasama ini, Telkom mendukung kegiatan bisnis di kawasan industri melalui pengembangan Broadband Industrial Estate yaitu pengelolaan kawasan industri berbasis digital. Kawasan digital ini akan memberikan solusi layanan yang terintegrasi seperti connectivity (voice telepon/SIP Trunk, komunikasi data Metro/MPLS/IPLC, internet Astinet/IP Transit/High Speed Internet, wifi.id/wifi corner, IPTV UseeTV), contact center, SMS blast, Data Center, Data Recovery Center, Big Data, Digital Advertising, Digital Marketing, IndiSmart, Siap Online, Application, Platform, SAP, ERP, e-Office. Selain ini tidak tertutup untuk dikembangkan ke solusi lain sesuai perkembangan dan kebutuhan di lingkup kawasan industri terpadu IMIP Morowali, Sulawesi Tengah. Sementara Direktur Utama IMIP Alexander Barus berharap, melalui kerjasama dan dukungan infrastruktur ICT Telkom di Kawasan Industri Morowali dapat mendorong percepatan pembangunan Kawasan Industri di luar Pulau Jawa serta memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan sektor industri Indonesia ke depannya. Kawasan Industri yang terletak di Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah ini dibangun sejak Desember 2014 diatas lahan seluas 1200 ha dan akan dikembangkan hingga 2000 ha dan telah beroperasi komersial sejak April 2015. Pembangunan Kawasan Industri Morowali dimulai dengan pabrik smelter termasuk infrastruktur pendukung untuk kemudian dikembangkan sampai dengan pengolahan hasil industri stainless steel. Executive Vice President Telkom Regional VII Muhammad Firdaus juga mengungkapkan kebanggannya dapat ikut berkontribusi bagi pengembangan kawasan industri di Kawasan Timur Indonesia melalui dukungan layanan ICT yang kami miliki. Bagi Telkom Regional VII Kerja Sama dengan PT IMIP ini adalah kerja sama yang kedua kalinya dengan kawasan industri setelah bulan sebelumnya melakukan penandatanganan kerja sama dengan Kawasan Industri Makassar (PT KIMA). Telkom Indonesia #untukIndonesia. (Kanan – Kiri ) Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin dan Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Imam Haryono menyaksikan Direktur Utama IMIP Alexander Barus dan Executive Vice President Telkom Regional VII Kawasan Timur Indonesia Muhammad Firdaus saat menandatangani Perjanjian Kerjasama Penyediaan Layanan Telekomunikasi antara Telkom dengan PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Jakarta, Jumat (18/12).
See Details7 April 2015
BeritaPengembang Perumahan Harus Dukung Infrastruktur Broadband
Saat ini penetrasi Internet broadband di Indonesia relatif masih rendah. Bila dilihat dari lebih dari 60 juta jumlah rumah tangga di Indonesia, maka tingkat penetrasi fixed broadband di Indonesia baru mencapai 5% atau sekitar 3 juta sambungan. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk, maka angka tersebut lebih kecil lagi yakni baru 1,3% atau berada pada ranking 122 di dunia. Angka ini masih jauh dibandingkan negara tetangga seperti Filipina (2,6%; ranking 110), Malaysia (8,2%; ranking 79) atau Korea (38%; ranking 6). Para pemain Fixed broadband di Indonesia tak tinggal diam dengan kondisi ini karena menyakini kebutuhan masyarakat terhadap internet cepat dan stabil itu sudah seperti mengonsumsi makanan pokok. “Kami tidak tinggal diam dengan kondisi ini. Telkom telah memiliki 13,2 juga homepassed dan akan terus ditingkatkan. Tetapi harus diketahui, untuk meningkatkan penetrasi layanan ini butuh dukungan semua pihak, salah satunya pengembang perumahan,” ungkap Direktur Consumer Telkom Dian Rachmawan di Jakarta, Selasa (7/4). Diungkapkannya, saat ini masih banyak pengembang atau developer baik perumahan atau apartemen menyediakan Instalasi Kabel Rumah (IKR) berbasis tembaga. “Padahal kalau bicara broadband itu serat optik. Kami himbau developer yang tengah membangun memperhatikan hal ini dengan meninggalkan tembaga dan beralih ke optik,” sarannya. Dikatakannya, sebagai operator Telkom siap memberikan konsultasi teknis kepada para developer secara cuma-cuma tentang IKR yang memenuhi spesifikasi untuk mendukung akses serat optik. “Kami di level akses sudah optik, kalau di rumah masih tembaga, jadinya kan tak nyambung. Kami terpaksa membantu pemilik rumah untuk masalah ini. Padahal ketersediaan kabel hingga kotak terminal batas itu dari pemilik rumah. Kalau developer memikirkan ini sejak awal membangun, kan bagus juga untuk estetika bagi pemilik rumah,” pungkasnya. Seperti diketahui, tahun ini Telkom melalui merek IndiHome menargetkan ada tiga juta pengguna layanan Triple Play. Kekuatan dari IndiHome pada infrastruktur FTTH yang mampu menawarkan kecepatan akses internet hingga 100 Mbps. Selain itu juga ada konten UseeTV yang sudah didukung gambar High Definition (HD), dan gratis telepon 1000 menit jangkauan lokal atau interlokal.(Sumber dari: indotelko.com)
See Details17 Oktober 2019
BeritaTelkom Resmikan Bukittinggi menjadi "Modern Broadband City"
Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi (tengah) usai meresmikan Bukittinggi Broadband Modern City didampingi oleh Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin (kedua dari kiri), Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana (paling kiri) dan Executive Vice President Telkom Regional I Area Sumatera I Ketut Budi Utama (kedua dari kanan), di Bukittinggi, Kamis (17/10). Kehadiran infrastruktur fiber optik di Bukittinggi merupakan bentuk komitmen Telkom untuk meningkatkan kualitas layanan ICT bagi masyarakat serta mempercepat terwujudnya digitalisasi Indonesia, khususnya di wilayah Bukittinggi. Jakarta, 17 Oktober 2019 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil melakukan modernisasi infrastruktur telekomunikasi di kota Bukittinggi. Modernisasi jaringan ini dilakukan dengan menyediakan jaringan 100% berbasis fiber optik sehingga Bukittinggi kini layak menyandang predikat Telkom Modern Broadband City dan nantinya siap menjadi Smart City. Peresmian Bukittinggi Broadband Modern City ini dilakukan oleh Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi bersama Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin dan Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat, Kamis (17/10). Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin mengatakan, Telkom terus melakukan penguatan kapabilitas digital dalam hal layanan, infrastruktur, dan pengalaman digital pelanggan melalui program Modern Broadband City. Telkom melakukan modernisasi jaringan tembaga menjadi jaringan serat optik untuk meningkatkan layanan dan variasi konten yang lebih menarik bagi seluruh segmen pelanggan. “Kehadiran infrastruktur fiber optik di Bukittinggi merupakan bentuk komitmen Telkom untuk meningkatkan kualitas layanan ICT bagi masyarakat serta mempercepat terwujudnya digitalisasi Indonesia, khususnya di wilayah Bukittinggi,” ujar Zulhelfi Abidin. Modernisasi infrastruktur serta migrasi pelanggan di Bukittinggi dilaksanakan sejak 2015 hingga Mei 2019 melalui penggantian kabel tembaga menjadi fiber optic. Dikatakan Zulhelfi, layanan ICT berbasis fiber optik nantinya mampu menghadirkan performa yang jauh lebih baik bahkan hingga ke tahapan Internet of Things (IOT), seperti home security, office security, transportation system, hingga government system yang mendukung penerapan Smart City,” ungkap Zulhelfi. Infrastruktur ICT berbasis fiber optik yang disediakan Telkom ini diharapkan juga dapat membantu penerapan program Smart City Kota Bukittinggi secara optimal. Sampai saat ini, Telkom telah merealisasikan 191 Modern Broadband City dan 8 Modern Province (6 provinsi di Kalimantan, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara). Dalam mendukung digitalisasi di Sumatera Barat, Telkom telah membangun infrastruktur mencakup 2.140 km backbone serat optik, 1.027 Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel, 137.000 port fiber IndiHome, dan 3.691 access point wifi. Sedangkan khusus di Bukittinggi, Telkom memiliki 497 km backbone serat optik, 87 BTS Telkomsel, 12.000 port IndiHome dan 253 access point wifi. Selain meresmikan Bukittingi Modern Broadband City, bertempat di STO Bukittinggi Zulhelfi juga melakukan pemotongan kabel tembaga di Sentral Telepon Otomat (STO) Bukittinggi simbol peralihan infrastruktur. Shutdown STO secara nasional ini merupakan wujud langkah Telkom untuk beralih ke teknologi 100% fiber optik. “Telkom berencana akan me-shutdown 1.234 STO di 2019 dan ditransformasi seluruhnya menjadi Telkom Cloud di 2021,” ujarnya. Zulhelfi menegaskan, di era digital ini, modernisasi infrastruktur 100% fiber optik di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Bukittinggi, diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan broadband berkualitas. “Telkom berkomitmen terus membangun masyarakat digital Indonesia dan mendukung kemajuan ekonomi digital nasional melalui penyediaan infrastruktur dan konektivitas yang merata, bukan hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Hal ini sebagai upaya mengakselerasi kemajuan ekonomi digital Indonesia, sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” tegas Zulhelfi.
See DetailsArticles
10 November 2025
Perbedaan Astinet dengan Internet Broadband: Mana yang Tepat untuk Bisnis?
Koneksi internet yang andal dan efisien menjadi salah satu kebutuhan utama bagi bisnis di era digital saat ini. Memahami layanan internet yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan mendukung kelancaran operasional perusahaan. Artikel ini akan membahas perbedaan Astinet dengan Internet Broadband secara mendalam, sehingga Anda dapat menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan bisnis Anda. Apa Itu Astinet? Astinet adalah layanan internet berkecepatan tinggi yang menggunakan jalur khusus (dedicated line) dengan Service Level Agreement (SLA) yang menjamin kestabilan dan kualitas koneksi. Layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dengan intensitas penggunaan internet yang tinggi dan membutuhkan koneksi yang stabil tanpa gangguan. Astinet menawarkan kecepatan upload dan download symmetrically, serta tingkat keamanan dan pengelolaan jaringan yang lebih ketat. Oleh karena itu, Astinet sering digunakan oleh bisnis yang mengandalkan transfer data besar, cloud computing, dan aplikasi berbasis jaringan yang kritikal. ASTINet, Layanan Internet Dedicated Tercepat dari Telkom Apa Itu Internet Broadband? Internet broadband merupakan layanan internet dengan jalur akses bersama (shared connection) yang paling umum digunakan masyarakat dan bisnis berskala kecil hingga menengah. Jenis broadband meliputi DSL, kabel, dan fiber optic, dengan kecepatan dan kualitas yang bervariasi, tergantung kapasitas jaringan dan jumlah pengguna pada waktu tertentu. Broadband menawarkan paket yang fleksibel dan harga kompetitif, cocok untuk kebutuhan internet standar seperti browsing, email, dan aplikasi bisnis umum. Koneksi broadband umumnya memiliki kecepatan download lebih tinggi dibanding upload dan terkadang mengalami fluktuasi kestabilan karena penggunaan bersama. Perbedaan Astinet dengan Internet Broadband Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, di era digital yang serba cepat, kebutuhan akan koneksi internet yang stabil dan andal menjadi semakin penting. Baik bagi individu maupun perusahaan. Di Indonesia, Telkom Indonesia menawarkan berbagai jenis layanan internet yang disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Dua di antaranya adalah Astinet dan Internet Broadband. Sekilas keduanya sama-sama memberikan akses internet, namun sebenarnya memiliki perbedaan mendasar dari sisi teknologi, segmen pengguna, hingga keunggulan layanan yang ditawarkan. Memahami perbedaan ini akan membantu Anda memilih jenis koneksi internet yang paling sesuai dengan kebutuhan, apakah untuk kebutuhan bisnis yang kritis atau penggunaan sehari-hari di rumah. Beberapa aspek utama yang membedakan Astinet dan Internet Broadband meliputi: 1. Kualitas Layanan Astinet menggunakan dedicated line yang memastikan koneksi eksklusif tanpa gangguan pengguna lain, sedangkan broadband menggunakan jalur bersama yang dapat menyebabkan penurunan performa saat trafik tinggi. 2. Kecepatan dan Kestabilan Astinet menyediakan kecepatan simetris dan kestabilan tinggi sesuai SLA, berbeda dengan broadband yang kecepatan dan kestabilannya dipengaruhi banyak faktor dan bisa berfluktuasi. 3. Keamanan dan Pengelolaan Jaringan Astinet menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi dan kontrol jaringan yang lebih baik, penting untuk bisnis yang membutuhkan perlindungan data dan akses terbatas. Broadband lebih sederhana dalam manajemen jaringan dan cenderung kurang kustomisasi. 4. Dukungan Layanan Astinet disertai layanan dukungan teknis prioritas dan SLA yang jelas untuk waktu respons dan pemulihan, sementara broadband biasanya memiliki dukungan standar dengan waktu respons yang lebih lama. 5. Harga dan Fleksibilitas Astinet masuk ke kategori premium dengan biaya lebih tinggi dan kontrak jangka panjang, sedangkan broadband menawarkan paket lebih ekonomis dan fleksibilitas kontrak yang lebih bebas. Mana yang Tepat untuk Bisnis? Setiap bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda, terutama dalam hal pemilihan teknologi dan layanan penunjang. Apa yang cocok untuk perusahaan besar belum tentu sesuai bagi usaha kecil, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, penting bagi pemilik bisnis untuk memahami karakteristik, kelebihan, dan keterbatasan setiap opsi sebelum menentukan pilihan. Dengan begitu, keputusan yang diambil tidak hanya mendukung kelancaran operasional, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. 1. Memilih Astinet Memilih Astinet sangat cocok bagi perusahaan yang membutuhkan koneksi internet sangat stabil, cepat, dan aman. Layanan ini ideal untuk penggunaan intensif seperti server cloud, aplikasi real-time, dan transfer data besar. Bisnis skala besar dan korporasi biasanya diuntungkan dengan Astinet meskipun biaya yang dikeluarkan lebih tinggi. 2. Memilih Internet Broadband Internet broadband lebih sesuai untuk usaha skala kecil hingga menengah dengan kebutuhan internet umum, seperti komunikasi email, browsing, dan aplikasi yang tidak terlalu berat. Broadband menawarkan harga lebih ekonomis dan fleksibilitas yang lebih besar dalam kontrak dan paket layanan. 3. Pertimbangan Biaya dan ROI Biaya menjadi faktor penting dalam memilih layanan internet. Memilih layanan sesuai kebutuhan bisnis dan potensi pengembalian investasi (ROI) akan memastikan efisiensi operasional tanpa pengeluaran berlebihan. Dengan memahami perbedaan Astinet dengan Internet Broadband, Anda dapat menentukan langkah penting dalam menentukan layanan internet yang tepat bagi bisnis Anda. Astinet menawarkan kualitas koneksi dan layanan yang unggul untuk kebutuhan bisnis dengan tuntutan tinggi, sementara broadband memberikan solusi ekonomis dan fleksibel bagi bisnis yang kebutuhan internetnya lebih ringan. Evaluasi kebutuhan operasional dan konsultasikan kepada penyedia layanan internet terpercaya agar keputusan yang diambil mendukung kelancaran dan kemajuan bisnis Anda secara optimal. IndiHome Menjadi Yang Terbaik dalam Indonesia Best Brand Award 2016 Kategori Internet Broadband
See Details12 Maret 2026
Empat Pilar TLKM 30 yang Menjadi Arah Transformasi Telkom Indonesia
Perkembangan teknologi digital membuat kebutuhan akan internet dan konektivitas data meningkat pesat setiap tahun. Aktivitas seperti bekerja jarak jauh, belajar online, streaming video, hingga bermain game online membutuhkan jaringan internet yang stabil dan berkapasitas besar. Di Indonesia, peningkatan penggunaan internet terjadi sangat signifikan. Laporan Data Reportal Digital 2024 menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 212 juta orang, atau sekitar 77% dari total populasi. Pertumbuhan ini membuat kebutuhan infrastruktur jaringan digital semakin tinggi. Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkenalkan strategi transformasi jangka panjang bernama TLKM 30. Program ini dirancang sebagai kerangka strategis menuju tahun 2030 agar Telkom mampu memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan meningkatnya kebutuhan konektivitas masyarakat. Dalam strategi ini, Telkom menetapkan empat pilar TLKM 30 yang menjadi fondasi transformasi perusahaan dalam membangun ekosistem digital nasional. Mengenal AI-Ready Data Center: Jantung Transformasi Digital Masa Depan Empat Pilar TLKM 30 Transformasi digital Telkom melalui TLKM 30 dibangun melalui empat pilar utama yang saling terhubung. Keempat pilar ini berfungsi sebagai arah pengembangan layanan, infrastruktur, dan inovasi teknologi Telkom di masa depan. 1. Penguatan Fixed Broadband untuk Konektivitas Rumah Pilar pertama dalam TLKM 30 berfokus pada penguatan layanan fixed broadband, yaitu layanan internet berbasis jaringan tetap seperti fiber optic yang digunakan untuk koneksi rumah dan bisnis. Menurut laporan International Telecommunication Union (ITU), jaringan fiber optic merupakan salah satu teknologi paling penting dalam mendukung konektivitas internet berkecepatan tinggi karena mampu menyediakan kapasitas bandwidth yang besar dan stabil. Di Indonesia, Telkom melalui layanan internet rumah berbasis fiber terus memperluas jaringan untuk menjangkau lebih banyak wilayah. Penguatan infrastruktur ini dilakukan melalui: Perluasan Jaringan Fiber Optic Peningkatan Kapasitas Jaringan Broadband Optimalisasi kualitas koneksi internet rumah Dengan kapasitas jaringan yang lebih besar, kualitas koneksi internet diharapkan tetap stabil meskipun digunakan oleh banyak perangkat secara bersamaan, seperti saat aktivitas digital meningkat pada malam hari. 2. Pengembangan Mobile Services melalui Telkomsel Pilar kedua dalam TLKM 30 berfokus pada penguatan layanan seluler (mobile services) yang dijalankan melalui Telkomsel. Penggunaan internet melalui smartphone terus meningkat seiring berkembangnya berbagai aplikasi digital. Menurut laporan GSMA Mobile Economy Asia Pacific, trafik data mobile diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan karena semakin banyak layanan digital berbasis aplikasi. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Telkom melalui Telkomsel terus mengembangkan jaringan seluler melalui: Perluasan Jaringan 4G LTE Pengembangan Teknologi 5G Peningkatan Kapasitas Jaringan Data Mobile Teknologi 5G, menurut laporan Ericsson Mobility Report, memiliki potensi menghadirkan kecepatan internet yang jauh lebih tinggi dengan latensi yang rendah. Hal ini membuka peluang untuk berbagai layanan digital baru seperti Internet of Things (IoT), smart city, hingga teknologi kendaraan otonom. Dengan jaringan mobile yang semakin kuat, pengguna internet dapat menikmati konektivitas yang lebih fleksibel, baik melalui jaringan rumah maupun jaringan seluler. 3. Pengembangan Digital Platform dan Layanan Data Pilar ketiga dalam TLKM 30 adalah pengembangan digital platform dan layanan berbasis data. Transformasi ini menandai pergeseran peran perusahaan telekomunikasi dari sekadar penyedia jaringan menjadi penyedia solusi digital yang lebih luas. Telkom mengembangkan berbagai layanan berbasis teknologi seperti: Cloud Computing Big Data Analytics Internet of Things (IoT) Platform Digital untuk Sektor Industri Menurut laporan McKinsey Global Institute, pemanfaatan teknologi data dan cloud computing dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan serta membantu organisasi membuat keputusan berbasis data secara lebih akurat. Dengan memanfaatkan analitik data, perusahaan telekomunikasi juga dapat memantau pola penggunaan jaringan secara real time. Informasi ini memungkinkan pengelolaan trafik jaringan yang lebih efisien sehingga kualitas layanan internet dapat terus ditingkatkan. 4. Penguatan Infrastruktur Digital Nasional Pilar terakhir dalam TLKM 30 adalah pembangunan infrastruktur digital berskala nasional yang menjadi tulang punggung ekosistem teknologi di Indonesia. Infrastruktur digital ini mencakup berbagai komponen penting seperti: Jaringan Fiber Optic Nasional Data Center dan Pusat Komputasi Awan Konektivitas Jaringan Internasional Infrastruktur Jaringan Backbone Internet Menurut laporan World Bank Digital Economy Report, infrastruktur digital yang kuat menjadi faktor utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di negara berkembang. Dengan kapasitas jaringan yang terus ditingkatkan, infrastruktur ini mampu mendukung meningkatnya trafik internet serta berbagai layanan digital baru yang berkembang di masyarakat. Peran TLKM 30 dalam Mendukung Transformasi Digital Indonesia Strategi TLKM 30 tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis Telkom, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekosistem digital nasional. Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA Report menyebutkan ekonomi digital Indonesia diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh perkembangan e-commerce, fintech, layanan digital, dan ekonomi berbasis platform. Karena itu, keberadaan infrastruktur digital dan konektivitas yang kuat menjadi fondasi penting bagi perkembangan berbagai sektor industri. Melalui empat pilar TLKM 30, Telkom berupaya: Meningkatkan kualitas konektivitas internet nasional Mendukung pengembangan layanan digital baru Memperkuat infrastruktur teknologi Indonesia Mendorong transformasi digital di berbagai sektor industri Transformasi digital akan terus menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. Internet tidak lagi hanya digunakan untuk komunikasi, tetapi juga menjadi fondasi berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, hiburan, hingga layanan publik. Melalui strategi TLKM 30, Telkom Indonesia berupaya mempersiapkan diri menghadapi masa depan industri telekomunikasi yang semakin berbasis teknologi digital. Empat pilar TLKM 30 yakni fixed broadband, mobile services, digital platform, dan infrastruktur digital menjadi fondasi utama yang akan membentuk arah perkembangan layanan konektivitas dan teknologi di Indonesia hingga tahun 2030. Dengan jaringan yang terus diperluas, teknologi yang terus diperbarui, serta infrastruktur digital yang semakin kuat, transformasi ini diharapkan mampu menghadirkan konektivitas internet yang lebih stabil, cepat, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional. Mengenal Telkom AI Center of Excellence: Membangun Ekosistem Inovasi AI yang Inklusif di Indonesia
See Details17 Desember 2025
Telkom Mantapkan Posisi Sebagai Perusahaan Telekomunikasi Terbesar di Indonesia
Transformasi digital Indonesia terus berkembang. Kebutuhan masyarakat terhadap internet cepat dan layanan digital juga semakin tinggi. Di tengah perubahan ini, PT Telkom Indonesia (Persero) memperkuat posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Telkom mengelola jaringan telekomunikasi nasional yang mencakup kota besar hingga daerah terpencil. Jaringan serat optik, satelit, dan pusat data yang dimiliki Telkom menjadi fondasi utama konektivitas di Indonesia. Infrastruktur ini mendukung aktivitas sehari-hari seperti penggunaan smartphone, komputer, hingga layanan berbasis cloud. Sebagai pemain utama industri telekomunikasi, Telkom menyediakan layanan untuk rumah tangga, pelaku usaha, instansi pemerintah, hingga perusahaan besar. Saat ini, Telkom melayani puluhan juta pelanggan di seluruh Indonesia melalui infrastruktur jaringan nasional. Layanan ini mencakup internet rumah, konektivitas bisnis, komunikasi data, dan solusi digital untuk berbagai sektor. Dengan jaringan yang luas, teknologi yang terus diperbarui, dan ekosistem digital yang terintegrasi, Telkom semakin mantap sebagai tulang punggung telekomunikasi nasional. Peran ini menjadikan Telkom sebagai operator yang berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Konektivitas Global untuk Enterprise: Layanan Indonesia Global oleh Telkom Layanan Utama dan Inovasi Produk Telkom Untuk memenuhi kebutuhan konektivitas dan transformasi digital di berbagai lapisan masyarakat, Telkom menghadirkan rangkaian layanan yang dirancang sesuai segmen pengguna. Setiap layanan memiliki fungsi dan keunggulannya sendiri, mulai dari kebutuhan rumah tangga, pelaku usaha, hingga perusahaan besar yang memerlukan infrastruktur digital tingkat lanjut. Berikut poin-poin utama yang merangkum layanan dan inovasi produk Telkom: 1. Layanan Fixed Broadband Layanan fixed broadband menjadi salah satu pilar utama konektivitas masyarakat Indonesia. Telkom menyediakan internet berkecepatan tinggi berbasis serat optik yang dirancang untuk kebutuhan rumah, kantor, hingga usaha kecil. Akses internet ini memungkinkan aktivitas digital berlangsung tanpa gangguan, seperti streaming video berkualitas tinggi, meeting online, penggunaan aplikasi cloud, hingga kebutuhan bandwidth besar seperti gaming PC atau pekerjaan kreatif. Stabilitas jaringan tetap (fixed) menjadikannya pilihan ideal bagi pengguna yang membutuhkan koneksi konsisten dan dapat diandalkan setiap hari. 2. Layanan Seluler Melalui anak usahanya, Telkom mengoperasikan jaringan seluler berskala nasional yang menghubungkan jutaan pengguna smartphone. Layanan ini mencakup akses data 4G, perluasan jaringan 5G, serta layanan dasar seperti panggilan suara dan SMS. Paket datanya mendukung aktivitas komunikasi sehari-hari, mulai dari pesan instan, video call, hingga penggunaan aplikasi digital. Jangkauan seluler yang luas memastikan masyarakat tetap terhubung, terutama di wilayah yang belum memiliki jaringan fixed broadband. 3. Layanan Digital Telkom memperkuat posisinya sebagai perusahaan digital dengan menghadirkan berbagai layanan di luar konektivitas. Ekosistem digital yang dikembangkan mencakup platform hiburan dan streaming, layanan cloud untuk berbagai skala bisnis, pusat data dengan standar keamanan tinggi, serta solusi digital untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan. Kehadiran layanan ini membantu percepatan transformasi digital di berbagai industri, mendukung UKM, hingga korporasi besar dalam mengelola data dan operasional berbasis teknologi. 4. Inovasi Terbaru Untuk mempertahankan kepemimpinan di industri telekomunikasi, Telkom terus berinovasi melalui pengembangan teknologi masa depan. Ini mencakup penguatan jaringan 5G, pengembangan layanan Internet of Things (IoT), pembangunan pusat data berstandar internasional, serta solusi keamanan informasi untuk melindungi data pelanggan. Telkom juga mengembangkan teknologi smart city yang memanfaatkan sensor, jaringan, dan aplikasi terintegrasi untuk mendukung tata kelola kota yang lebih cerdas. Inovasi-inovasi ini menegaskan peran Telkom sebagai penggerak utama ekosistem digital nasional. Strategi Bisnis dan Transformasi Digital Untuk mempertahankan posisi sebagai perusahaan telekomunikasi dan digital terbesar di Indonesia, Telkom menjalankan serangkaian strategi bisnis yang terarah. Fokusnya bukan hanya pada membangun jaringan, tetapi juga memperkuat ekosistem digital nasional, meningkatkan kualitas layanan, dan mempercepat modernisasi internal. Transformasi ini dilakukan agar Telkom tetap relevan di tengah kebutuhan konektivitas yang terus meningkat dan kompetisi industri yang semakin ketat. Beberapa strategi utama yang dijalankan Telkom meliputi: 1. Penguatan Infrastruktur Telekomunikasi Telkom terus memperluas jaringan serat optik, meningkatkan kapasitas backbone nasional, serta memodernisasi perangkat jaringan di berbagai wilayah. Langkah ini memastikan akses internet yang lebih cepat, stabil, dan merata dari kota besar hingga daerah terpencil. 2. Pengembangan Ekosistem Digital Nasional Perusahaan aktif menjalin kolaborasi dengan startup, pengembang aplikasi, serta pelaku industri teknologi lokal. Kolaborasi ini mendorong inovasi di sektor digital, mempercepat adopsi layanan teknologi, dan memperkuat potensi ekonomi digital Indonesia. 3. Diversifikasi Produk dan Layanan Telkom tidak hanya mengandalkan layanan telepon dan internet. Perusahaan memperluas portofolio ke berbagai solusi teknologi, termasuk cloud service, layanan pusat data, keamanan informasi, hingga layanan enterprise untuk bisnis dan instansi. 4. Transformasi Operasional Internal Telkom melakukan digitalisasi proses kerja melalui pemanfaatan data analytics, otomasi sistem operasional, dan penggunaan teknologi cerdas untuk meningkatkan efisiensi. Transformasi internal ini penting untuk mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan produktivitas perusahaan. 5. Peningkatan Kualitas Layanan Pelanggan Telkom menerapkan pemantauan jaringan secara real-time untuk menjaga kualitas koneksi dan meminimalkan gangguan. Respons layanan diperbaiki agar pelanggan mendapatkan pengalaman yang lebih cepat, stabil, dan nyaman. Kontribusi Telkom terhadap Perekonomian dan Masyarakat Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna layanan internet, tetapi juga oleh pelaku usaha, lembaga pendidikan, instansi publik, dan komunitas di berbagai daerah. Dengan cakupan jaringan yang luas dan ekosistem layanan digital yang terus berkembang, Telkom membantu mempercepat transformasi sosial dan ekonomi di seluruh Indonesia. Kontribusi Telkom dapat terlihat melalui beberapa aspek berikut: 1. Memperkuat Aktivitas Kerja Jarak Jauh dan Pembelajaran Online Jaringan serat optik dan layanan data Telkom menjadi fondasi bagi pertemuan virtual, kolaborasi digital, dan sekolah daring. Ketersediaan konektivitas yang stabil membantu pekerja, pelajar, dan tenaga pengajar tetap produktif meski berada di lokasi yang berbeda. 2. Mendukung Transformasi Digital UMKM Telkom berperan memperkuat daya saing UMKM melalui akses internet, solusi digital, dan edukasi teknologi. Pelaku usaha dapat memanfaatkan media sosial, marketplace, layanan pembayaran digital, dan aplikasi bisnis untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan. 3. Pemerataan Akses Informasi di Berbagai Wilayah Melalui pembangunan jaringan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), Telkom membantu masyarakat mendapatkan akses informasi, layanan digital, dan peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau. Kehadiran internet membuka akses pendidikan, layanan publik, hingga peluang usaha baru. 4. Menyediakan Infrastruktur Teknologi untuk Sektor Kritis Sektor perbankan, kesehatan, transportasi, energi, hingga pemerintahan sangat bergantung pada jaringan komunikasi data dan pusat data Telkom. Infrastruktur ini memastikan transaksi keuangan, layanan kesehatan digital, sistem navigasi transportasi, serta layanan administrasi publik berjalan lancar dan aman. 5. Menciptakan Lapangan Kerja di Berbagai Bidang Teknologi Investasi Telkom pada jaringan, aplikasi digital, dan data center membuka peluang kerja untuk teknisi telekomunikasi, ahli jaringan komputer, pengembang aplikasi, analis data, hingga profesional keamanan informasi. Dampaknya memperluas ekosistem tenaga kerja di sektor digital nasional. 6. Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Melalui program pelatihan dan edukasi, Telkom membantu masyarakat memahami penggunaan teknologi komunikasi secara produktif dan aman. Program ini meliputi pelatihan digital UMKM, pembelajaran dasar internet, keamanan siber, hingga pemanfaatan aplikasi pendidikan. Di tengah pergeseran besar menuju aktivitas digital, Telkom terus memperkuat perannya sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Jaringan yang luas, inovasi berkelanjutan, serta layanan yang mencakup konektivitas, cloud, data center, keamanan informasi, dan solusi digital, menjadikan Telkom sebagai fondasi utama bagi aktivitas kerja, belajar, usaha, dan layanan publik. Semua layanan dan solusi yang telah dijelaskan mulai dari konektivitas broadband, layanan seluler, cloud, data center, IoT, keamanan informasi, hingga layanan digital untuk bisnis dan instansi dapat diakses melalui Solusi Enterprise Telkom. Solusi Enterprise Telkom menyediakan portofolio lengkap yang dirancang untuk kebutuhan UKM, perusahaan besar, sektor pemerintahan, hingga industri strategis, sehingga organisasi dapat mempercepat transformasi digital dengan teknologi yang terpercaya, aman, dan terukur. Dengan begitu, Solusi Enterprise Telkom dapat membantu organisasi meningkatkan efisiensi operasional, keamanan data, dan kinerja layanan. Panduan Memilih Solusi IT Perusahaan Tanpa Salah Langkah
See Details