Empower Our People

TelkomGroup menempatkan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia sebagai elemen kunci dalam mendukung kesuksesan transformasi digital untuk mempertahankan daya saing perusahaan. Melalui penciptaan lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan kolaboratif, perusahaan mendorong tumbuhnya talenta terbaik untuk menghadirkan layanan yang andal, bernilai, dan dapat diakses secara lebih luas oleh masyarakat.

Our Planet Our Planet

TelkomGroup menempatkan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia sebagai elemen kunci dalam mendukung transformasi digital dan mempertahankan daya saing perusahaan. Komitmen terhadap keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) diwujudkan melalui penerapan rekrutmen yang inklusif dan tanpa diskriminasi, pemberian kompensasi dan manfaat yang setara, pengembangan talenta, serta penciptaan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan kolaboratif. TelkomGroup juga terus memperluas partisipasi perempuan dan kelompok difabel dalam lingkungan kerja serta memperkuat hubungan industrial dan menyediakan berbagai saluran umpan balik bagi karyawan.

Dalam mendukung kesiapan talenta menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), TelkomGroup menjalankan berbagai inisiatif pengembangan talenta melalui People Development Plan 2025, Digital Talent Readiness, AI Center of Excellence (AI CoE), platform pembelajaran myDigiLearn, serta program sertifikasi, beasiswa, dan leadership development. Upaya tersebut diperkuat melalui penerapan Digital Ways of Working: BISA (Bravery, Integrity, Service Excellence, dan Agility) yang mendorong penguatan kapabilitas digital, budaya kerja adaptif, dan transformasi organisasi.

Komitmen tersebut tercermin dalam capaian tahun 2025, dengan 31,7% karyawan perempuan di TelkomGroup, termasuk 21% perempuan pada level manajerial, serta 0,5% karyawan difabel. Selain itu, 20,2% talenta digital telah menjadi bagian dari TelkomGroup, sementara tingkat employee engagement mencapai 85,13 dengan kategori “sangat terlibat”. Capaian ini mencerminkan upaya TelkomGroup dalam membangun organisasi yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan talenta untuk menghadapi masa depan.

Sejalan dengan komitmen tersebut, TelkomGroup juga mendukung Women’s Empowerment Principles (WEPs) yang dikembangkan oleh UN Women dan United Nations Global Compact (UNGC). Dukungan terhadap WEPs memperkuat komitmen TelkomGroup dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan melalui lingkungan kerja yang inklusif, kesempatan yang setara, serta pengembangan dan partisipasi perempuan dalam organisasi. Komitmen ini dituangkan dalam CEO Statement of Support for the Women’s Empowerment Principles.

Dokumen Women Empowerment

TelkomGroup menempatkan perlindungan dan kesejahteraan karyawan sebagai prioritas melalui komitmen terhadap budaya Zero Accident dan Zero Fatality. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) telah mencakup 100% karyawan dan tenaga kerja di entitas-entitas utama perusahaan pada 2025, diperkuat dengan audit internal serta sertifikasi eksternal ISO 45001 dengan tingkat kepatuhan penuh. TelkomGroup juga secara rutin melakukan Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) serta management walkthrough untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko keselamatan dalam kegiatan operasional.

Komitmen terhadap kesejahteraan karyawan melengkapi penerapan K3 melalui Telkom Well-Being Wheel, sebuah kerangka yang mencakup tujuh dimensi kesejahteraan: fisik, mental, finansial, intelektual, sosial, spiritual, dan lingkungan. Kerangka ini menjadi acuan dalam pengembangan program kesejahteraan karyawan di Telkom dan penerapannya di Anak Perusahaan, serta melengkapi Respectful Workplace Policy (RWP) dan SMK3 dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung kesejahteraan karyawan maupun mitra kerja.

Pada 2025, Employee Well-being mencapai skor 77,50 dalam kategori baik, sementara Employee Engagement Index mencapai 86,71 untuk laki-laki dan 82,90 untuk perempuan. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya TelkomGroup untuk membangun lingkungan kerja yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga mendukung kesehatan, keseimbangan, dan produktivitas karyawan secara holistik.

TelkomGroup terus berupaya menghadirkan layanan digital yang berkualitas dan inklusif dengan mengutamakan kebutuhan pelanggan. Upaya ini tidak hanya berfokus pada kecepatan internet, tetapi juga mencakup jangkauan layanan, keterjangkauan harga, inovasi fitur, keandalan sistem teknologi informasi (TI), serta kualitas layanan pelanggan. Melalui pendekatan manajemen yang proaktif, preventif, dan prediktif, TelkomGroup memanfaatkan teknologi seperti Big Data, Artificial Intelligence (AI), dan Robotic Process Automation (RPA) untuk membantu mengidentifikasi potensi gangguan dan meningkatkan respons terhadap kebutuhan pelanggan.

Komitmen terhadap pengalaman pelanggan juga tercermin dalam pencapaian Net Promoter Score (NPS) TelkomGroup sebesar 63 poin pada semester kedua 2025, yang termasuk dalam kategori Excellent. Penilaian ini mencakup berbagai segmen pelanggan, mulai dari layanan seluler dan fixed broadband (IndiHome) hingga segmen korporasi (Enterprise) dan bisnis digital. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator dalam mengevaluasi pengalaman pelanggan sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Dalam memperluas akses layanan yang inklusif, TelkomGroup melalui Telkomsel menghadirkan layanan Teman Tuli di 459 titik GraPARI di seluruh Indonesia, didukung oleh petugas yang telah mendapatkan pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). Selain itu, TelkomGroup memperkuat kualitas dan keamanan layanan melalui program Telkom Integrated Quality Assurance (TIQA) serta pemanfaatan AI untuk mendukung cyber patrol dan vulnerability assessment. Berbagai inisiatif ini mencerminkan upaya TelkomGroup dalam menghadirkan layanan digital yang andal, aman, responsif, dan dapat diakses oleh beragam kelompok masyarakat.

TelkomGroup terus memperluas akses digital yang inklusif melalui penyediaan layanan telekomunikasi yang terjangkau dan berbagai program pemberdayaan berbasis digital. Upaya ini ditujukan untuk memastikan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dapat merasakan manfaat konektivitas. Hingga 2025, layanan Telkomsel telah menjangkau lebih dari 97% populasi Indonesia dengan dukungan 293.136 BTS. Bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Telkomsel juga memperluas cakupan layanan 4G/LTE ke 368 desa blank spot serta mendorong ketersediaan akses digital di 1.857 desa yang sebelumnya belum terhubung.

Selain memperluas konektivitas, TelkomGroup mengoptimalkan kapabilitas digital untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan literasi digital. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Telkom menghadirkan berbagai inisiatif, antara lain Digital Learning School, DigiUp, Indonesia Digital Learning, program pemberdayaan penyandang disabilitas, serta penguatan kapasitas UMKM. Sepanjang 2025, Digital Learning School telah menjangkau 495 sekolah, DigiUp meluluskan 1.471 peserta sertifikasi, dan Indonesia Digital Learning memberikan pelatihan kepada 1.371 guru.

Komitmen tersebut diperkuat melalui investasi TJSL sebesar Rp169,3 miliar sepanjang 2025, yang mencakup pilar lingkungan, sosial, ekonomi, serta hukum dan tata kelola. Berbagai inisiatif tersebut turut tercermin dalam pencapaian skor CSR (TJSL) Index sebesar 87,87 pada tahun yang sama. Capaian ini masuk dalam kategori *Completely High* berdasarkan penilaian yang digunakan, serta menunjukkan kontribusi positif program TJSL terhadap citra perusahaan.